Beda Keputihan Normal dan Abnormal saat Hamil, Mama Wajib Tahu!

Yuk, Ma! Kenali warna keputihan saat hamil untuk mengindentifikasi adanya infeksi pada vagina

30 November 2021

Beda Keputihan Normal Abnormal saat Hamil, Mama Wajib Tahu
Pexels/Cliff Booth

Apakah Mama mengalami keputihan saat hamil?

Umumnya semua perempuan memang mengalami keputihan mulai dari satu atau dua tahun sebelum pubertas dan akan berakhir setelah menopause.

Bagi ibu hamil, keputihan akan lebih sering terjadi dan mungkin akan mengganggu. Keputihan merupakan cairan yang keluar dari vagina dan umumnya berwarna putih. 

Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa dari keputihan tersebut bisa mendeteksi apakah itu keputihan yang normal atau tidak.

Selama hamil, Mama akan mengalami perubahan hormon. Perubahan itu juga meliputi area kewanitaan, sehingga vagina ibu hamil akan memproduksi cairan lebih banyak dibandingkan biasanya. 

Nah, untuk tahu bagaimana perbedaan keputihan normal dan abnormal saat hamil, Popmama.com akan merangkum informasi selengkapnya di bawah ini. 

1. Apakah normal mengalami keputihan saat hamil?

1. Apakah normal mengalami keputihan saat hamil
Pexels/Cliff Booth

Mama mungkin khawatir saat mengalami keputihan saat hamil. Diansir dari laman nhs.uk,keputihan saat hamil ternyata merupakan kondisi normal.

Keputihan membantu Mama untuk mencegah infeksi apapun yang naik dari vagina ke rahim. 

Hal yang perlu Mama ketahui, menjelang akhir kehamilan biasanya jumlah keputihan semakin meningkat.

Tetapi pada minggu terakhir kehamilan, keputihan mama bisa saja mengandung garis-garis lendir merah muda yang lengket seperti jeli. 

Nah, kondisi tersebut tandanya tubuh mama sudah siap menghadapi proses persalinan.

Editors' Picks

2. Beda keputihan normal dan abnormal saat hamil

2. Beda keputihan normal abnormal saat hamil
Pexels/Karolina Grabowska

Biasanya keputihan normal akan ditandai dengan cairan yang berwarna putih, teksturnya relatif encer dan tidak menimbulkan bau tidak sedap. 

Sedangkan untuk keputihan yang tidak normal biasanya cairannya berwarna kuning, hijau, atau cokelat. Cairan tersebut juga menimbulkan gatal dan perih. 

Lendir yang keluar akibat keputihan juga biasanya memiliki bau yang sangat tajam, entah itu bau busuk atau bau amis. Kondisi ini disebabkan karena infeksi jamur atau bakteri. 

3. Bagaimana keputihan berubah selama kehamilan?

3. Bagaimana keputihan berubah selama kehamilan
Pexels/Cliff Booth

Keputihan yang meningkat juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa Mam sedang hamil.

Walaupun sebenarnya banyak faktor yang bisa menyebabkan adanya keputihan dengan jumlah berlebihan. 

Sedangkan ketika Mama sudah ada berada di fase menjelang akhir kehamilan, jumlah keputihan akan meningkat, bahkan Mama sendiri bisa bingung karena jumlahnya seperti air kencing. 

Keputihan menjelang akhir kehamilan akan mengalami perubahan Ma. Keputihan di kondisi ini memungkinkan adanya garis-garis lendir kental dan sedikit darah. 

4. Bagaimana cara mengatasi keputihan saat hamil

4. Bagaimana cara mengatasi keputihan saat hamil
Pexels/Cliff Booth

Bagi Mama yang ingin menjaga area kewanitaan saat mengalami keputihan yang berlebihan, dilansir dari laman Medical News Today ada beberapa hal yang bisa Mama lakukan seperti di bawah ini:

  • Hindari membilas area kewanitaan dengan cairan tertentu
  • Pilihlah produk perawatan area kewanitaan yang tidak mengandung pewangi
  • Mama bisa menggunakan pantyliner untuk menyerap cairan yang berlebih
  • Menyeka area kewanitaan ketika membasuh dengan cara dari depan ke belakang. Baik setelah buang air kecil dan juga buang air besar
  • Mengeringkan area kewanitaan secara menyeluruh setelah mandi ataupun berenang
  • Mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari kain yang bisa menyerap keringat
  • Tidak menggunakan celana jeans yang ketat yang bisa meningkatkan risiko infeksi
  • Konsumsi makanan yang sehat dan menghindari banyak gula yang bisa mendorong infeksi jamur
  • Konsumsi makanan dan suplemen probiotik yang aman dikonsumsi selama kehamilan

5. Macam warna keputihan dan artinya

5. Macam warna keputihan artinya
Pexels/Pixabay

Selain itu, selama masa kehamilan ataupun tidak, Mama juga perlu mengetahui jenis warna normal pada keputihan supaya bisa mendeteksi jika ada gangguan infeksi dan sebagainya. 

Di bawah ini beberapa warna yang sering terjadi pada keputihan mama saat hamil. 

  • Warna bening atau putih susu

Warna ini menunjukkan indikasi normal pada keputihan. Keputihan dengan warna ini artinya normal dan juga sehat.

Namun jika terjadi peningkatan cairan bening dan keluar secara terus menerus, atau justru kental seperti jeli, Mama disarankan untuk menghubungi dokter. 

  • Putih dan kental

Untuk keputihan dengan warna putih yang kental, menyerupai keju cottage bisa mengindentifikasi adanya infeksi jamur. 

  • Hijau atau kuning

Keputihan dengan warna ini menunjukan adanya infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia atau trikomoniasis.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), IMS bisa menyebabkan komplikasi selama kehamilan yang dapat memengaruhi perempuan dan juga anak. 

  • Abu-abu

Keputihan dengan warna abu-abu dapat mengidentifikasi infeksi vagina yang disebut bacterial vaginosis. Apalagi jika bau amis juga menjadi lebih kuat setelah Mama behubungan seksual. 

  • Cokelat

Keputihan dengan warna ini bisa menjadi gejala awal kehamilan. Dan keputihan berwarna cokelat selama kehamilan umumnya tidak perlu dikhawatirkan, Ma.

Namun jika berwarna cokelat tua, Mama perlu berhati-hati dengan menghubungi dokter.

  • Merah muda

Keputihan dengan warna merah muda sering terjadi selama awal kehamilan atau minggu-minggu terakhir saat tubuh mama siap untuk persalinan. Ini juga dapat terjadi sebelum keguguran atau selama kehamilan ektopik.

  • Merah

Keputihan merah selama kehamilan memerlukan perhatian segera dari dokter ya, Ma. Terutama jika pendarahannya banyak, mengandung gumpalan, atau terjadi bersamaan dengan kram dan sakit perut. 

Keputihan dengan warna merah merupakan gejala yang menunjukkan keguguran atau kehamilan ektopik. 

Perdarahan di kemudian hari setelah keputihan tersebut dapat mengindikasikan masalah yang berpotensi serius atau persalinan prematur.

Itulah tadi penjelasan mengenai keputihan normal dan abnormal saat hamil.

Semoga informasi tersebut bisa membantu Mama untuk mengenali serta mengidentifikasi infeksi yang mungkin ada melalui warna keputihan. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.