Begini 2 Cara Tepat Menghitung Usia Kehamilan Mama

Tidak perlu bingung lagi, kini Mama bisa menghitung usia kehamilan Mama sendiri

23 September 2020

Begini 2 Cara Tepat Menghitung Usia Kehamilan Mama
sheknows.com

Ketika mengetahui bahwa Mama tengah hamil, tentu pertanyaan pertama yang terlintas di pikiran adalah, berapa usia kehamilanku saat ini?

Mengetahui usia kehamilan sangat penting, terutama bagi Mama. Dengan mengetahui usia kehamilan, Mama jadi tahu perkembangan apa yang seharusnya terjadi pada kandungan Mama. 

Mama juga tahu berapa banyak asupan gizi yang harus Mama konsumsi, perubahan apa yang akan terjadi pada tubuh, serta apa saja hal yang boleh dan tidak boleh Mama lakukan pada usia kehamilan tersebut.

Untuk menghitung usia kehamilan, ada 2 cara paling umum yang bisa Mama lakukan.

Berikut ini Popmama.com berikan cara menghitung usia kehamilan mama saat ini yang bisa Mama lakukan.

Editors' Picks

1. Menghitung dengan metode kalender

1. Menghitung metode kalender
womenshealth.gov

Metode kalender adalah cara paling sederhana yang bisa Mama lakukan untuk menghitung usia kehamilan.

Dengan metode kalender ini, selain dapat menghitung usia kehamilan, Mama juga dapat menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Mama bisa memulainya dengan membuka catatan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) untuk bisa menghitung usia kehamilan lewat metode kalender ini.

Jika siklus haid Mama teratur (per 28 hari atau 30 hari), Mama dapat menghitung HPL menggunakan rumus Neagele berikut:
 
(tanggal HPHT + 7), (bulan pada saat haid terakhir - 3), (tahun pada saat haid terakhir +1)
 
Contoh: Mama terakhir kali menstruasi pada 18 November 2019.

Maka, perhitungannya menjadi:
(18 + 7), (11 – 3), (2019 + 1) = 25, 8, 2020

Jadi, HPL Mama adalah 25 Agustus 2020.
 
Dari HPL ini Mama dapat menghitung usia kehamilan per tanggal 25. Misalnya, pada 25 Desember 2017, usia kehamilan Mama adalah 6 minggu atau 1 bulan, dan seterusnya.
 
Jika HPHT Mama terjadi di bulan yang tidak bisa dikurangi 3 (Januari – Maret), maka bulan cukup ditambah 9, sedangkan tahunnya tetap.

Contoh: Mama terakhir kali menstruasi pada 6 Februari 2020.

Maka, perhitungannya menjadi:
(6 + 7), (2 + 9), (2020) = 13, 11, 2020

Maka, HPL Mama adalah 13 November 2020.

Jika bukan dihitung dari tanggal terakhir menstruasi, umur kehamilan akan sulit di perhitungkan karena kita tidak pernah tahu kapan pembuahan tepatnya terjadi di dalam rahim. Maka dari itu, ilmu kedokteran menganggap paling tepat adalah menghitung dari HPHT.

Itulah sebabnya penting untuk selalu mencatat hari pertama haid setiap bulannya.

Melalui pemeriksaan USG

Melalui pemeriksaan USG
babycenter.com

Penghitungan yang lebih akurat dapat dilakukan lewat pemeriksaan USG. Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara, yakni USG transvaginal dan USG transabdominal.

USG transvaginal biasanya dilakukan pada awal kehamilan melalui jalan lahir, untuk memastikan keberadaan kantong janin dan lokasi janin, bahkan dapat melihat juga kelainan-kelainan pada janin.

Sementara, USG transabdominal dilakukan melalui dinding perut. Biasanya dilakukan ketika usia kandungan sudah cukup besar yaitu sekitar umur 12 minggu ke atas atau tiga bulan.

Untuk mendapatkan hasil penghitungan yang akurat, kehamilan baru bisa di deteksi lewat USG jika usia kehamilan sudah mencapai usia empat minggu.

Meski ada ibu hamil yang bisa mendeteksi kehamilan sebelum usianya empat minggu, namun dokter kandungan baru bisa menyatakan benar-benar hamil saat usia kandungan berumur empat minggu ke atas.

Biasanya sebelum melakukan pemeriksaan USG, dokter kandungan juga akan menanyakan HPHT mama, jadi dokter akan membandingkannya dengan hasil USG tersebut.

Jadi, sudah tahu kan berapa usia kehamilan mama saat ini? Mama juga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan orang tentang usia kehamilan lewat cara menghitung usia kehamilan di atas.

Selamat menikmati kehamilan ya, Ma.

Baca juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.