Waspada! 8 Penyebab Perdarahan akibat Hubungan Seks saat Kehamilan

Cari tahu kemungkinan penyebabnya, dan pelajari kapan harus pergi ke dokter

20 Oktober 2020

Waspada 8 Penyebab Perdarahan akibat Hubungan Seks saat Kehamilan
Unsplash/Andrea Bertozzino

Seks saat hamil memiliki sejumlah manfaat, tidak hanya bagi Mama tapi juga janin. Di antaranya, seperti ditulis Marygrace Taylor dan diulas James Greenberg pada laman whattoexpect.com, dapat membantu Mama tidur lebih baik, menurunkan tekanan darah, meningkatkan produksi hormon kortisol yang membantu tumbuh kembang bayi sebelum dan setelah kelahiran, serta meningkatkan keintiman antara Mama dan pasangan.

Tapi ternyata, tak semua perempuan mengalami seks yang menyenangkan saat hamil. Beberapa dari mereka ada yang mengalami perdarahan atau keluar bercak merah melalui vaginanya. Tentu ini sangat mengkhawatirkan, dan yang terpikirkan saat itu: Apa yang terjadi kepada saya? Apakah janin saya baik-baik saja? Mungkinkah saya keguguran?

Mary Jane Minkin, MD, seorang profesor klinis di Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi di Yale University School of Medicine, mengatakan perdarahan setelah berhubungan seks saat hamil bisa saja normal.

Bahkan American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG) juga menyebutkan, 15–25 persen wanita hamil memang mengalami perdarahan vagina pada trimester pertama, atau lebih tepatnya selama 12 minggu pertama kehamilan. Dan ini biasanya tidak berbahaya.

Berikut ini Popmama.comkupas beberapa hal yang bisa menjadi penyebab perdarahan saat berhubungan intim selama hamil seperti dilansir dari berbagai sumber:

1. Hormon progesteron

1. Hormon progesteron
Freepik/Tirachardz
Ilustrasi

Perdarahan usai berhubungan seks saat hamil umumnya terkait dengan hormon kehamilan. Kadar progesteron yang naik sepanjang kehamilan cenderung membuat pembuluh darah membesar dan menjadi lebih rapuh (mudah trauma). Dan aktivitas seksual saat leher rahim bersentuhan dengan penis, dapat menyebabkan pembuluh darah di leher rahim terluka dan mulai berdarah.

Namun, ini tidak akan memengaruhi atau membahayakan kehamilan mama]a. Cobalah mengubah posisi seks untuk mengatasinya, seperti spoon style, doggy style, atau cowgirl style.

2. Perdarahan implantasi

2. Perdarahan implantasi
Freepik

Mama mungkin mengalami perdarahan saat proses implantasi, di mana telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim, biasanya 10 hingga 14 hari setelah pembuahan. Perdarahan sifatnya ringan, yakni bercak berwarna merah muda atau cokelat yang dapat bertahan selama dua hingga tujuh hari.

    3. Perubahan serviks

    3. Perubahan serviks
    Unsplash/Zohre Nemati

    Tubuh mama akan mengalami perubahan signifikan selama kehamilan, tidak terkecuali area serviks. Serviks menjadi lebih sensitif atau terlalu kering selama kehamilan, dan perdarahan kecil bisa terjadi jika leher rahim mengalami memar saat penetrasi.

    Perdarahan biasanya ditandai dengan bercak berwarna merah muda, kecokelatan, atau merah terang setelah berhubungan seks, dan ini merupakan respons normal dari perubahan serviks mama, terutama di beberapa bulan kehamilan. pertama.

    Editors' Picks

    4. Laserasi vagina

    4. Laserasi vagina
    Unsplash/Charles Deluvio

    Spesialis kandungan dan direktur layanan perinatal di NYC Health + HospitalsKecia Gaither, MD, MPH, FACOG mengatakan, Mama mungkin mengalami laserasi vagina atau luka akibat hubungan seks yang terlalu kasar. Ini terjadi jika epitel tipis pada vagina robek, sehingga menyebabkan perdarahan vagina.

    5. Ektoprion serviks

    5. Ektoprion serviks
    Unsplash/John Looy

    Selama kehamilan, Gaither mengatakan serviks bisa menjadi lebih sensitif dan mudah berdarah saat berhubungan intim. Ektropion serviks juga merupakan penyebab paling umum dari perdarahan menjelang akhir kehamilan.

    6. Infeksi

    6. Infeksi
    Unsplash/@impalsq

    Tamika Cross, MD, spesialis kandungan yang berbasis di Houston, mengatakan, trauma atau infeksi dapat menyebabkan perdarahan setelah berhubungan seks. Jika Mama memiliki infeksi seperti servisitis, yang merupakan peradangan serviks, ini bisa jadi penyebabnya. Gejala servisitis meliputi gatal, keputihan berdarah, bercak vagina, dan rasa sakit saat berhubungan intim.

    7. Tanda awal persalinan

    7. Tanda awal persalinan
    Unsplash/Luma Pimentel

    Perdarahan setelah berhubungan seks mungkin tidak ada hubungannya dengan aktivitas mama baru-baru ini, tetapi itu bisa menjadi tanda awal persalinan. Cross mengatakan, perdarahan atau keluarnya bercak darah seperti lendir berdarah, dapat terjadi di akhir kehamilan.

    Jika ini terjadi setelah berhubungan seks di mana waktunya berada beberapa hari (atau bahkan beberapa jam) dari estimasi tanggal persalinan, bersiaplah, bisa jadi janin mama akan segera lahir.

    8. Masalah serius lainnya

    8. Masalah serius lainnya
    Unsplash/Huha Inc.

    Dalam beberapa kasus, perdarahan setelah berhubungan seks dapat menunjukkan masalah yang lebih serius, terutama jika jumlah darah lebih dari sekadar bercak.

    Menurut ACOG, perdarahan hebat setelah berhubungan seks tidaklah normal dan harus segera diatasi. Apalagi jika hal ini terjadi di usia kandungan yang sudah matang. Jika Mama mengalami perdarahan hebat atau berkepanjangan setelah aktivitas seksual, segera konsultasikan ke dokter kandungan.

    Yang perlu diingat, bukan aktivitas seksual yang menyebabkan perdarahan. Namun, masalah kesehatan inilah yang menyebabkan Mama mengalami perdarahan selama atau setelah berhubungan intim.

    Beberapa masalah serius pada kesehatan Mama yang menyebabkan perdarahan pada seks kehamilan adalah:

    • Solusio plasenta, jika plasenta terlepas dari dinding rahim selama kehamilan. Mama mungkin mengalami sakit perut atau punggung selama dan setelah berhubungan seks, yang dibarengi dengan perdarahan vagina.
    • Placenta previa, ketika plasenta menutupi serviks. Biasa terjadi selama trimester kedua hingga ketiga.
    • Keguguran

    Nah, itulah beberapa penyebab perdarahan setelah berhubungan seks saat hamil. Jika Mama merasa khawatir dengan kondisi kehamilan, segera periksakan kondisi mamaa ke dokter kandungan, ya.

    Baca juga:

    Tanya Ahli

    Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

    Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.