Apakah Aman Jika Memakai Pelumas untuk Berhubungan Seks saat Hamil?

Bisa iya dan tidak, Ma

1 April 2020

Apakah Aman Jika Memakai Pelumas Berhubungan Seks saat Hamil
Freepik/User788993

Pelumas atau lubrikan menjadi salah satu cara untuk memudahkan berhubungan intim. Dengan menggunakan pelumas, penetrasi jadi lebih lancar tanpa menyakiti vagina. 

Saat hamil, hormon berubah sehingga ada kalanya vagina menjadi kering dan pelumas diperlukan saat berhubungan intim. 

Namun masalahnya, apakah pelumas atau lubrikan aman digunakan saat hamil, terutama hamil muda? Berikut penjelasannya yang dirangkum oleh Popmama.com.

1. Memakai pelumas saat hamil muda tidak berbahaya

1. Memakai pelumas saat hamil muda tidak berbahaya
Freepik/jcomp

Menurut Joseph Aquilina, seorang konsultan ginekolog asal Inggris, menggunakan pelumas saat hamil muda tidak akan berpengaruh pada bayi. 

Menurutnya, bagian serviks tertutup dengan sempurna sehingga pelumas tidak akan sampai ke area rahim. Jadi tak apa ya, Ma, jika ingin menggunakan pelumas saat berhubungan seks.

Editors' Picks

2. Gunakan yang berbahan dasar air

2. Gunakan berbahan dasar air
independent.co.uk

Ada begitu banyak pelumas yang bisa dipilih, namun mana yang paling tepat digunakan bagi ibu hamil muda? Ternyata jawabannya adalah pelumas berbahan dasar air. 

Pelumas jenis ini memiliki tekstur yang licin dan halus. Risiko terkena iritasi dan infeksi pun jadi lebih kecil dibanding jenis yang lainnya. 

Namun sayangnya, karena terbuat dari bahan dasar air, pelumas jenis ini harus sering dioleskan secara berulang. Ini dikarenakan kulit tubuh bisa dengan mudah menyerap air. 

Selain berbahan dasar air, pelumas berbahan dasar silikon juga aman dan baik digunakan oleh ibu hamil muda.

3. Pelumas berbahan dasar minyak boleh saja jika vagina tak mudah iritasi

3. Pelumas berbahan dasar minyak boleh saja jika vagina tak mudah iritasi
Freepik/Maksymiv-yura

Sementara menurut Hilda Hutcherson, profesor klinis ginekolog di Columbia University Medical Center, menggunakan pelumas berbahan dasar minyak pun tak masalah. 

Namun yang harus diperhatikan adalah kondisi kulit vagina. Apakah Mama tipe sensitif atau tidak. Belum lagi saat hamil, kondisi kulit jadi lebih sensitif dari biasanya. 

Jadi jika ingin mencoba pelumas berbahan dasar minyak, coba mengoleskannya sedikit dulu dan tunggu beberapa saat. Jika muncul rasa gatal atau panas, sebaiknya hindari menggunakannya. Sedangkan jika tak ada masalah, bisa dilanjutkan digunakan. 

4. Gunakan dengan bahan yang minim bahan tambahan

4. Gunakan bahan minim bahan tambahan
cosmopolitan.com

Untuk menghindari iritasi, lebih baik pilih pelumas yang bebas dari paraben. Selain itu, hindari juga pelumas yang memiliki tambahan parfum, rasa, dan warna. 

Di sebagian perempuan, pelumas dengan bahan glycerin bisa memicu infeksi vagina. Oleh karena itu, memilih pelumas yang tepat sangatlah penting. 

5. Apakah ada pengganti pelumas?

5. Apakah ada pengganti pelumas
scubby.com

Banyak perempuan menggunakan pengganti pelumas dengan bahan yang mirip. Beberapa yang sering digunakan adalah minyak kelapa, minyak zaitun, krim, lotion, atau petroleum jelly. 

Beberapa aman, namun yang lainnya tidak aman. Ada baiknya untuk melihat kembali kandungan yang ada di lotion atau krim sebelum menggunakannya sebagai pelumas. 

Area vagina yang sensitif bisa jadi iritasi dengan kandungan yang tidak ramah untuk kulit area intim. Sedangkan jika ingin menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun memang cenderung aman, tapi ada efek sampingnya. 

Di mana minyak ini sangat licin dan sering membuat kondom lebih mudah terbuka. Sedangkan saat hamil muda, sangat disarankan menggunakan kondom agar sperma tidak mengganggu janinn yang sedang berkembang. 

Jadi, pastikan untuk memilih pelumas yang paling cocok dan aman untuk Mama ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.