Efek Mematikan bagi Ibu yang Minum dan Merokok pada Trimester Pertama

Bisa sampai membuat bayi meninggal mendadak

26 Januari 2020

Efek Mematikan bagi Ibu Minum Merokok Trimester Pertama
Timeslive.co

Semua tahu bahayanya mengonsumsi minuman keras dan merokok saat hamil bisa berbahaya baik bagi ibu hamil dan janin yang sedang dikandungnya. Jangankan untuk ibu hamil, untuk orang yang tidak hamil pun sudah memiliki efek samping. 

Sebuah penelitian baru dilakukan oleh National Institutes of Health. Menurutnya, merokok dan minum alkohol saat hamil muda memiliki efek mematikan. Bagi siapa? 

Berikut Popmama.com jabarkan untuk Mama. 

1. Bisa menyebabkan kematian mendadak bayi

1. Bisa menyebabkan kematian mendadak bayi
Freepik/phduet

Dari penelitian tersebut dikatakan bahwa efek buruk dari merokok dan minum alkohol saat hamil muda bisa menyebabkan kematian mendadak pada bayi. Kejadian ini sering disebut sudden infant death syndrome (SIDS).

Jika sering dilakukan saat hamil muda, kemungkinan kematian ini lebih tinggi dibanding ibu hamil yang mengonsumsinya setelah lewat trimester pertama. 

Penelitian ini membandingkan ibu hamil yang tidak terpapar alkohol dan nikotin selama hamil, serta ibu yang langsung berhenti merokok dan minum alkohol saat tahu sedang hamil. 

Mereka yang lanjut minum dan merokok saat hamil muda lebih mungkin mendapati anaknya bisa meninggal mendadak tanpa alasan yang jelas.

2. Kemungkinan lebih tinggi jika ibu terus mengonsumsi selama hamil

2. Kemungkinan lebih tinggi jika ibu terus mengonsumsi selama hamil
Freepik/Gelpi

Sudah tentu kemungkinan bayi meninggal mendadak karena efek buruk dari merokok dan minum alkohol akan lebih tinggi jika Mama melanjutkan kebiasaan buruk itu. 

Menurut penelitian, ibu hamil yang melanjutkan minum dan merokok setelah lewat trimester pertama memiliki risiko 12 kali lebih tinggi dibanding mereka yang sudah berhenti. 

Editors' Picks

3. Apa itu SIDS?

3. Apa itu SIDS
Pexels/Dominika Roseclay

SIDS atau sindrom kematian bayi medadak terjadi pada bayi berusia kurang dari satu tahun. Bayi ini bisa meninggal secara mendadak, tanpa gejala sebelumnya. 

Kasus ini diperkirakan 1 dibanding 100.000 bayi yang lahir. 

Risiko SIDS meningkat akibat ibu yang merokok selama kehamilan. Diperparah jika ibu hamil juga mengonsumsi alkohol. 

4. Tak merokok buka berarti bebas dari asap rokok

4. Tak merokok buka berarti bebas dari asap rokok
Freepik/nensuria

Saat ini, seringnya ibu hamil jadi perokok pasif karena berada di ruangan yang dekat orang merokok. Entah itu karena terpaksa, atau karena enggan pindah tempat. 

Yang pasti, tidak merokok bukan berarti Mama bisa bebas dari efek bahaya nikotin selama kehamilan. Jangan ragu menjauh dari orang merokok dan perketat kebersihan pasangan dan orang rumah jika ada yang merokok. 

Pastikan mereka segera mengganti baju dan mandi jika masuk ruang kamar. Jika tidak, asap rokok yang masih menempel di baju dan tubuh mereka bisa terhirup Mama juga. 

Saat dikaruniai kehamilan, sudah sepantasnya Mama menjaga dengan sebaik-baiknya. Hindari hal-hal yang tidak baik untuk kesehatan. Penuhi nutrisi harian agar janin tumbuh dengan sempurna. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!