5 Jenis Imunisasi Ibu Hamil dan Waktu yang Tepat untuk Diberikan

Sudah tahu jenis imunisasinya nggak nih, Ma?

25 Februari 2020

5 Jenis Imunisasi Ibu Hamil Waktu Tepat Diberikan
Pixabay/whitesession

Kehamilan yang sehat tentu menjadi harapan semua orang apalagi saat bayi sudah terlahir. Untuk melindungi kesehatan ibu hamil serta janin di dalam kandungan tak jarang seseorang melakukan imunisasi sebagai proteksi diri. 

Perlu diketahui bahwa imunisasi dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh ibu hamil dan janin dari berbagai penyakit serius. Hal ini mengartikan bahwa janin pun akan terlindungi dengan baik hingga masa persalinan. 

Untuk Mama yang ingin mengetahui mengenai berbagai imunisasi selama masa kehamilan, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa vaksin yang dibutuhkan oleh ibu hamil. 

1. Vaksin flu membantu sistem kekebalan tubuh lebih bagus sebelum terserang flu parah

1. Vaksin flu membantu sistem kekebalan tubuh lebih bagus sebelum terserang flu parah
Pixabay/frolicsomepl

Vaksinasi flu atau influenza termasuk yang dibutuhkan oleh ibu hamil apalagi saat sudah masuk musimnya. Pemberian imunisasi termasuk proteksi terbaik untuk melindungi diri selama hamil serta janin di dalam kandungan. 

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus influenza yang ditularkan melalui udara saat orang lain batuk atau bersin cenderung menyebabkan penyakit parah selama masa kehamilan.

Apalagi virus ini akan semakin rentan memicu penyakit berat karena ibu hamil mengalami perubahan terhadap sistem kekebalan tubuh, jantung hingga paru-paru selama kehamilan. 

Perubahan fungsi kekebalan tubuh semakin mempermudah ibu hamil terserang flu parah, bahkan dapat menimbulkan permasalahan serius bagi janin yang sedang berkembang.

Jika tidak ditangani dengan baik seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan persalinan prematur dan persalinan lebih dini. 

Perlu Mama ketahui bahwa vaksinasi flu sangat aman selama masa kehamilan bahkan untuk janin di dalam kandungan karena dibuat dari virus mati. Namun, sebaiknya tidak menggunakan vaksinasi flu dengan semprotan hidung "FluMist" karena ini dibuat dari virus hidup. 

Bila terkena flu di awal-awal kehamilan, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Selama gejala-gejala berlangsung sekitar 4 hari muncul, usahakan perbanyak istirahat dan minum banyak cairan. 

Baca juga: Lindungi Mama dan Janin dengan Vaksin Influenza

2. Vaksin batuk rejan meminimalisir ancaman penularan  

2. Vaksin batuk rejan meminimalisir ancaman penularan  
Flickr.com/Harvard Wang

Batuk rejan atau pertusis termasuk salah satu jenis batuk yang mudah sekali menular apalagi bila imun tubuh ibu hamil sedang menurun. Pertusis biasanya disertai dengan gejala batuk kering, demam, batuk serta suara yang melengkin

Perlu Mama ketahui bahwa batuk rejan yang menyerang bayi baru lahir dapat mengancam jiwanya, sehingga ini perlu mendapat perhatiaan sejak masih di dalam kandungan. 

Terkait mengenai batuk rejan, Amerika Serikat sendiri terdapat 20 bayi meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini. Apalagi kondisi kesehatan ini membuat bayi perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Vaksinasi batuk rejan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan untuk membantu tubuh memiliki antibodi lebih, sehingga mampu melindungi diri sendiri serta penularan kepada janin di dalam kandungan.

Antibodi yang bagus juga akan memberikan perlindungan si Kecil terhadap batuk rejan. 

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Batuk Saat Hamil dengan Herbal yang Aman

Editors' Picks

3. Vaksin Hepatitis B mencegah bayi dari kematian

3. Vaksin Hepatitis B mencegah bayi dari kematian
Pixabay/frolicsomepl

Vaksin lain yang perlu diterima oleh ibu hamil yaitu Hepatitis B. Penyakit ini bisa menyerang selama masa kehamilan karena disebabkan karena infeksi virus, sehingga memicu beberapa gejala seperti: 

  • Mengalami peradangan hati.
  • Rasa mual yang berlebihan.
  • Badan lesu, sehingga mudah merasa lelah.
  • Mengalami ikterus atau menguningnya area kulit dan mata.

Dalam beberapa kasus ibu hamil yang belum mendapatkan vaksin Hepatitis B dapat memicu peluang penyakit tertentu seperti kanker hati, penyakit hati kronis bahkan kematian.

Sebelum ini terlambat, maka ibu hamil perlu melakukan imunisasi dan ini aman selama masa kehamilan.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa vaksin Hepatitis B tidak akan berdampak negatif bila diberikan kepada ibu hamil karena mengandung noninfectious HbsAg. 

Baca juga: Macam-Macam Vaksin yang Aman untuk Ibu Hamil

4. Vaksin Hepatitis A menghindari penularan liver selama hamil

4. Vaksin Hepatitis A menghindari penularan liver selama hamil
Pixabay/qimono

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang mengeluarkan panduan pemberian imunisasi bagi ibu hamil, salah satunya melalui vaksinasi Hepatitis A.

Perlu Mama ketahui bahwa imunisasi ini dapat melindungi ibu hamil dari berbagai penyakit seperti penularan liver melalui makanan dan air yang tercemar.

Bila ibu hamil terinfeksi Hepatitis A, maka beberapa gejala yang akan ditimbulkan seperti demam, mual dan mudah sekali merasa kelelahan. 

Meskipun infeksi Hepatitis A tidak seberat infeksi Hepatitis B, namun ada baiknya kesehatan selama kehamilan perlu dijaga.

Apalagi beberapa kasus yang pernah terjadi akibat infeksi Hepatitis A menyebabkan persalinan prematur dan infeksi pada bayi baru lahir. 

Imunisasi Hepatitis A dibuat dari virus mati sehingga memiliki risiko yang rendah untuk ibu hamil. 

5. Vaksin meningitis dapat membentuk antibodi dan melawan berbagai bakteri

5. Vaksin meningitis dapat membentuk antibodi melawan berbagai bakteri
Pixabay/tomwieden

Pemberian vaksin meningitis atau meningococcal polysaccharide dapat melindungi kesehatan dari munculnya radang selaput otak. Vaksin meningitis mengandung antigen, sehingga merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi. 

Perlu disadari bahwa suntik vaksin meningitis yang merupakan vaksin hidup, sehingga dapat memengaruhi janin dalam kandungan. 

Menurut CDC, vaksin meningitis dapat saja diberikan kepada ibu hamil. Namun, perlu sekali dipastikan kembali mulai dari kondisi ibu hamil, usia kehamilan hingga kesehatan janin dalam kandungan.

Berbagai kondisi ini perlu dipastikan agar ibu hamil benar-benar menghindari efek samping yang tidak diharapkan, sehingga dapat diberikan sebelum hamil. 

Itulah beberapa vaksin yang bisa diberikan untuk ibu hamil. Vaksin yang didapat tentu membantu antibodi terbentuk dengan baik sehingga bisa diteruskan ke janin dalam kandungan melalui aliran darah. 

Dengan banyaknya jenis vaksin, Mama pun perlu semakin bijak memilih vaksin yang sesuai selama masa kehamilan. 

Semoga informasi ini berguna ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.