Ini 7 Pantangan Ibu Hamil Menurut Adat Sunda, Mitos atau Fakta?

Adat sunda memberikan pantangan untuk ibu hamil agar tetap selamat. Ada mitos dipercaya nggak nih?

11 Agustus 2020

Ini 7 Pantangan Ibu Hamil Menurut Adat Sunda, Mitos atau Fakta
Popmama.com/Fx Dimas
This article supported by vivo as Official Journalist Smartphone Partner IDN Media

Kesehatan janin selama di dalam kandungan tentu menjadi prioritas untuk setiap pasangan. Tak jarang, beberapa mitos-mitos yang berkembang di Indonesia terkait ibu hamil diikuti untuk menjaga kesehatan janin dari segala bahaya. 

Sebagian masyarakat yang berasal dari suku Sunda memliki beberapa pantangan, termasuk untuk ibu hamil.

Mengingat kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang cukup rentan, membuat mereka percaya terhadap berbagai mitos yang sering terdengar di masyarakat. Padahal mitos-mitos yang beredar belum tentu sepenuhnya benar.

Jika Mama ingin mengetahui beberapa pantangan selama masa kehamilan menurut adat Sunda yang masih berkembang hingga sekarang, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Yuk Ma, disimak beragam pantangan ibu hamil menurut adat Sunda! 

1. Suami tidak boleh pergi ke kolam dan kuburan karena berpengaruh terhadap kondisi bayi

1. Suami tidak boleh pergi ke kolam kuburan karena berpengaruh terhadap kondisi bayi
Pixabay/Pexels

Ketika istri sedang hamil, para suami memiliki pantangan tersendiri karena jika dilanggar akan berdampak buruk untuk bayi yang akan dilahirkan nanti. 

Menurut adat Sunda, ketika suami pergi ke kolam atau memancing saat sang Istri sedang hamil akan berpengaruh terhadap kondisi janin. Berdasarkan mitos yang beredar, ini akan menyebabkan anak terlahir cacat karena bibirnya akan sumbing. 

Selain itu, ada juga mitos yang mengatakan kalau suami pergi ke kuburan saat istrinya hamil menyebabkan si Kecil rewel saat dilahirkan.

Pantangan tersebut tentu saja tidak terbukti secara medis dan belum ada penelitian yang membenarkannya.

Namun demi bayi sehat dan sempurna saat dilahirkan, ada baiknya asupan gizi serta nutrisi benar-benar tercukupi selama masa kehamilan. Ada beberapa kandungan dari makanan yang sebaiknya dikonsumsi secara rutin oleh ibu hamil, antara lain: 

  • DHA dapat membantu perkembangan otak janin agar terhindar dari gangguan perilaku dan gangguan tumbuh kembang. Asupan DHA bisa didapatkan dari ikan salmon, sarden, tuna, tiram, daging, dan susu.
  • Zat besi dapat membantu mendukung pertumbuhan organ tubuh janin di dalam kandungan. Asupan ini mampu membangun tulang serta jaringan ikat lainnya pada janin. Asupan zat besi bisa didapatkan dari jeruk, stroberi, kiwi, kacang-kacangan, sayuran, hingga daging merah.
  • Asam folat dapat mencegah anensefali. Asupan asam folat yang mencukupi dapat meminimalisir kondisi cacat tabung saraf. Asam folat dapat ditemukan di dalam asparagus, telur, kacang-kacangan, dan sereal.

2. Menolak bala dengan bawang putih, bawang merah dan cabai merah yang ditusuk ke tusukan sate

2. Menolak bala bawang putih, bawang merah cabai merah ditusuk ke tusukan sate
Freepik/freepic.diller

Saat menanti anak pertama setiap orangtua ingin semua prosesnya berjalan dengan lancar. Tak jarang, beberapa pasangan masih mengikuti mitos-mitos yang berkembang di daerahnya. 

Dalam adat Sunda, ada kebiasaan yang masih cukup dipercaya banyak orang ketika ingin menolak bala sewaktu hamil. 

Mereka akan menggunakan bawang putih, bawang merah, dan cabai merah yang ditusuk ke tusukan sate, kemudian akan meletakkannya di depan pintu rumah. Cara ini dipercaya bisa menolak bala agar ibu hamil serta janin di dalam kandungan tidak diganggu oleh makhluk halus. 

Jika tidak ingin melakukan kebiasaan tersebut sesuai adat istiadat, ibu hamil bisa membaca doa agar mendapatkan ketenangan hati dan selalu berada dalam lindungan sang Pencipta. 

Cobalah untuk membaca ayat kursi karena mengandung banyak sekali arti tentang keutamaan dan manfaatnya.

Membaca ayat kursi bisa menjadi amalan baik selama masa kehamilan serta upaya untuk mengusir makhluk halus. 

Editors' Picks

3. Selama hamil usahakan tidak boleh makan menggunakan piring yang besar 

3. Selama hamil usahakan tidak boleh makan menggunakan piring besar 
Pixabay.com/shameersrk

Mama mungkin pernah mendengar bahwa ada tata cara dalam hal makan yang perlu diikuti oleh ibu hamil. 

Dalam adat Sunda, ibu hamil diusahakan tidak boleh makan menggunakan piring yang besar. Lebih disarankan untuk makan menggunakan piring kecil yang sering disebut pisin. 

Mitosnya, ibu hamil yang makan menggunakan piring besar hanya akan berdampak buruk pada calon anaknya. Bayi yang lahir akan memiliki wajah yang besar seperti piring. 

Percaya nggak percaya, semua ini kembali kepada kepercayaan dari masing-masing individu. 

4. Perlu menggantungkan gunting kuku dan bawang putih agar tidak diganggu makhluk halus 

4. Perlu menggantungkan gunting kuku bawang putih agar tidak diganggu makhluk halus 
Pixabay/pameladebutler

Menurut adat Sunda, ibu hamil perlu berhati-hati dan selalu fokus terhadap masa kehamilannya. Maka dari itu, seringkali ibu hamil disarankan untuk menggantungkan gunting kuku dan bawang putih menggunakan peniti. 

Barang-barang tersebut perlu ditaruh di tubuh ibu hamil. Tujuannya agar janin dalam kandungan tidak diganggu oleh makhluk halus. 

Demi mencegah sesuatu yang tidak diinginkan memang setiap orang memiliki keyakinan masing-masing. Namun menggantungkan gunting kuku pada pakaian ibu hamil justru berbahaya karena ada risiko tertusuk.

Untuk menghindari gangguan makhluk halus tanpa harus menggantungkan gunting kuku, Mama dapat membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah. 

Membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah dengan penuh keyakinan, mampu menjaga ibu hamil dari segala marabahaya.

Mama bisa membaca dua ayat ini pada sore hari atau sebelum tidur malam. Ketika mendekatkan diri kepada sang Pencipta, doa dari surat ini dapat memberikan perlindungan. 

5. Ibu hamil tidak boleh ke luar rumah setelah magrib karena akan mengundang petaka

5. Ibu hamil tidak boleh ke luar rumah setelah magrib karena akan mengundang petaka
Freepik/jeswin

Selama masa kehamilan memang ada banyak sekali pantangan yang harus diikuti oleh ibu hamil. Pantangan tersebut dibuat agar diikuti dengan baik, sehingga ibu hamil dan janin di dalam kandungan tetap sehat. 

Menurut adat Sunda, ibu hamil memiliki bau amis yang bisa mengundang makhluk halus. Kondisi inilah yang membuat ibu hamil tidak boleh ke luar rumah setelah magrib karena akan mengundang petaka. 

Nah, bila percaya akan mitos ini Mama mungkin akan menurutinya. Hanya saja perlu diingat bahwa mendekatkan diri kepada sang Pencipta sangat diperlukan, termasuk ketika menjalani masa-masa kehamilan. 

Dengan begitu, diri sendiri akan selalu berada di dalam lindungan sang Pencipta dan selalu diberikan ketenangan hati.

6. Selama hamil usahakan untuk mandi bunga agar anaknya tidak belang 

6. Selama hamil usahakan mandi bunga agar anak tidak belang 
Pexels/Pixabay

Melahirkan anak dengan kondisi kulit bersih dan putih tentu menjadi salah satu harapan ya, Ma. 

Berdasarkan kepercayaan adat Sunda, ibu hamil harus mandi bunga agar anaknya tidak berkulit belang. 

Jika ingin melahirkan bayi yang memiliki kulit bersih, ibu hamil perlu memerhatikan asupan makanan dan minuman. Namun warna kulit bayi sangat ditentukan oleh faktor genetik. 

Meski tidak terbukti dapat membuat kulit bayi menjadi lebih bersih, Mama boleh saja mandi dengan bunga agar tubuh menjadi lebih harum dan membuat suasana hati mama lebih baik. 

Ketidakseimbangan hormon seringkali membuat banyak ibu hamil menjadi lebih sensitif dan mudah sedih. Mama bisa mencoba mandi bunga untuk membuat perasaan mama menjadi lebih baik.

Percaya atau tidak hanya tinggal kembali pada diri sendiri saja ya, Ma!

7. Suami tidak boleh membunuh binatang ketika istri hamil 

7. Suami tidak boleh membunuh binatang ketika istri hamil 
thoughtco.com

Pantangan terakhir yang dipercaya hingga saat ini yakni suami sebagai pendamping ibu hamil tidak boleh membunuh binatang. Setidaknya ini perlu dilakukan selama sang Istri menjalani masa-masa kehamilan. 

Jika ini dilanggar, nantinya wajah anak mereka dipercaya akan menyerupai binatang yang telah dibunuh. 

Duh, menyeramkan ya, Ma? Tapi tak perlu khawatir, kepercayaan tersebut tentu saja hanya mitos. Meski membunuh binatang memang sebaiknya tidak dilakukan, baik saat Mama sedang hamil atau tidak.

Itulah beberapa pantangan menurut adat Sunda yang harus dihindari ibu hamil dan suami sebagai pendamping, untuk mengurangi segala risiko buruk yang mungkin saja terjadi pada janin di dalam kandungan. 

Percaya atau tidak, itu semua tergantung kepada keyakinan masing-masing. Semoga terus sehat sampai menjelang persalinan nanti ya, Ma.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.