Pandemi Belum Berakhir, Jumlah Ibu Hamil Kian Meningkat di Kota Serang

Ada dugaan yang menjadi faktor pemicunya nih, Ma!

5 Juni 2020

Pandemi Belum Berakhir, Jumlah Ibu Hamil Kian Meningkat Kota Serang
Freepik/4045

Pandemi Covid-19 di Indonesia memang masih berlangsung, sehingga tetap perlu menjalani berbagai aktivitas sesuai dengan protokol kesehatan. Para pekerja pun ada yang masih bekerja dari rumah (work from home) untuk mengurangi penyebaran virus. 

Hanya saja, aktivitas bekerja dari rumah ini ternyata justru meningkatkan angka kehamilan di Kota Serang, Banten. Dari hasil laporan, peningkatan terjadi sekitar 10 persen. 

Dilansir dari IDN Times, Lenny Suryani selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Serang mengatakan bahwa angka kehamilan pada April 2020 meningkat menjadi 2.066, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 1.730 kehamilan.

Terkait dengan jumlah ibu hamil yang semakin meningkat di Kota Serang di tengah pandemi Covid-19, kali ini Popmama.com telah merangkum informasinya. 

Disimak yuk, Ma!

1. Ada faktor yang diduga menjadi penyebab peningkatan jumlah ibu hamil di Kota Serang

1. Ada faktor diduga menjadi penyebab peningkatan jumlah ibu hamil Kota Serang
Freepik

Menurut Lenny Suryani, kenaikan angka kehamilan semenjak pandemi Covid-19 semakin meningkat. 

Ada dugaan bahwa kenaikan angka kehamilan ini dikarenakan masyarakat selalu menjalani berbagai aktivitas di rumah selama masa pandemi. Ini dilakukan karena merujuk pada aturan yang diberikan pemerintah atau kantor agar masyarakat bekerja dari rumah. 

"Iya semenjak pandemik jumlahnya meningkat sekitar 10 persen. Kenaikannya terjadi sejak bulan April apalagi karena kita harus berada di rumah saja dan tidak boleh beraktivitas di luar," kata Lenny Suryani. 

Selain itu, faktor lain sebagai pemicu kenaikan angka kehamilan di Kota Serang yakni tidak menjalani ganti KB implan. Para perempuan yang sudah menikah tidak menjalani aturan ganti KB implan ini karena layanan Puskemas dibatasi semenjak pandemi berlangsung. 

Hal tersebut dikarenakan para petugas Puskemas sedang fokus melakukan penanganan pasien Covid-19.

Editors' Picks

2. Ada prediksi bahwa jumlah angka kehamilan di bulan Mei juga ikut meningkat

2. Ada prediksi bahwa jumlah angka kehamilan bulan Mei juga ikut meningkat
Freepik/Jcomp

Lenny Suryani pun ikut memprediksi bahwa jumlah angka kehamilan pada bulan Mei mengalami kenaikan serupa. Mengingat aktivitas di luar rumah masih benar-benar dibatasi, sehingga banyak pasangan yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarga di rumah. 

Meskipun begitu, ia masih belum bisa menyebutkan secara pasti terkait dengan angka kenaikan tersebut. 

"Mei masih didata. Bulan Mei pasti naik. Kalau Juni sudah mulai new normal dan kembali aktivitas mungkin saja akan turun," katanya.

3. Ibu hamil perlu waspada karena cukup rentan terpapar Covid-19

3. Ibu hamil perlu waspada karena cukup rentan terpapar Covid-19
Pexels/Dalila Darpat

Selama masa pandemi seperti sekarang memang perlu sekali meningkatkan kesehatan, khususnya untuk ibu hamil yang sedang mengandung si Kecil. 

Perlu diingat bahwa penularan Covid-19 memang sulit dideteksi. Virus tak kasat mata ini sendiri mudah berpindah-pindah melalui berbagai media tanpa bisa diprediksi.

Ibu hamil merupakan kelompok yang memiliki risiko mudah tertular virus corona, sebab daya tahan tubuh ibu hamil lebih rendah dibandingkan yang tidak hamil.

Dampak Covid-19 pun berdampak buruk pada kesehatan ibu hamil, apalagi mampu meningkatkan angka kematian. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan bila hamil saat pandemi Covid-19, seperti: 

  • Ada dampak buruk terkait kesehatan janin di dalam kandungan, termasuk persalinan prematur, ketuban pecah, dan risiko melahirkan secara caesar.
  • Pada bayi baru lahir dari orangtua yang positif Covid-19, maka dapat meningkatkan risiko terjadinya demam, gangguan pernapasan, gangguan fungsi liver hingga kurangnya trombosit. Berbagai gangguan yang bisa terjadi mampu memicu kematian.

4. Bagaimana cara mencegah penyebaran virus selama menjalani masa-masa kehamilan?

4. Bagaimana cara mencegah penyebaran virus selama menjalani masa-masa kehamilan
Freepik/tirachardz

Ibu hamil memang cukup berisiko tinggi untuk mengalami gangguan pernapasan hingga pneumonia, terutama jika mereka mempunyai riwayat penyakit kronis maupun komplikasi.

Itu berarti, ibu hamil harus dipandang sebagai populasi yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 sehingga kesehatannya benar-benar harus diperhatikan. 

Selain Mama perlu menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menurunkan risiko terkait penyebaran virus. 

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan baik antara lain:

  • Ketika batuk atau bersin menggunakan tisu, pastikan untuk selalu membuang tisu dan langsung cuci tangan.
  • Bersihkan permukaan yang sering dipegang banyak orang termasuk ketika berada di rumah, mulai dari gagang pintu, meja atau barang-barang lainnya. 
  • Rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. 
  • Berusaha untuk tetap berada di dalam rumah. Hindari berpergian ke daerah-daerah yang banyak kasus positif Covid-19. 

Kesehatan tetap harus menjadi hal utama yang diperhatikan ya, Ma!

5. Meningkatkan imunitas tubuh ibu hamil bisa dilakukan dengan mengonsumsi buah

5. Meningkatkan imunitas tubuh ibu hamil bisa dilakukan mengonsumsi buah
Freepik

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun selama pandemi Covid-19 memang sangat perlu ditingkatkan dengan semaksimal mungkin, termasuk untuk ibu hamil.  

Hamil di tengah pandemi memang sangat tidak mudah. Namun sistem imun tubuh yang baik mampu membantu tubuh terlindungi dari berbagai serangan virus. Salah satu cara untuk meningkatkan sistem imun tubuh adalah dengan mengonsumsi buah-buahan.

Berikut beberapa buah yang bisa dikonsumsi untuk mencegah penyebaran Covid-19, antara lain: 

  • Buah citrus mampu meningkatkan produksi sel darah putih. Citrus menjadi sebuah kelompok tersendiri untuk buah-buah, seperti lemon, anggur, jeruk nipis, jeruk, jeruk bali, dan aneka jenis jeruk lainnya. 
  • Delima mampu memperkuat imunitas kesehatan tubuh karena memiliki banyak nutrisi, seperti protein, karbohidrat, serat, vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin E, vitamin K, serta folat. 
  • Jambu biji memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Asupan jambu biji dapat membunuh virus serta bakteri jahat penyebab infeksi termasuk virus corona. 
  • Kiwi mampu meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan berbagai infeksi. Daging buah kiwi mengandung vitamin C, vitamin K, vitamin E, kalium, dan folat. 

Dengan menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat, maka Mama mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah jatuh sakit. 

Mama sebaiknya lebih bijak dalam mengonsumsi makanan selama masa-masa kehamilan di tengah pandemi, ya. 

Itulah beberapa informasi terkait kenaikan angka kehamilan yang semakin meningkat di Kota Serang di tengah pandemi Covid-19. Demi menjaga kesehatan kehamilan di tengah penyebaran virus, pastikan Mama mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar imunitas tubuh terjaga. 

Semoga bermanfaat!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.