Apa Saja Penyebab Hamil di Luar Kandungan? Kenali Pemicu Kehamilan Ini

Kenali jenis kehamilan ini ya, Ma!

19 Juni 2019

Apa Saja Penyebab Hamil Luar Kandungan Kenali Pemicu Kehamilan Ini
thecut.com

Setiap ibu hamil tentunya mendambakan proses kehamilan yang normal dan sehat tanpa ada masalah.

Namun, beberapa ibu hamil harus menjalani masa-masa kehamilannya dengan perjuangan lebih karena ada masalah kesehatan. 

Salah satu masalah yang sebagian perempuan terima yaitu kondisi haml di luar kandungan atau sering dikenal sebagai kehamilan ektopik.

Dilansir dari laman Healthline, American Academy of Family Physicians (AAFP) menyatakan bahwa kasus hamil di luar kandungan dapat terjadi pada sekitar 1 dari setiap 50 kehamilan.

Apa itu hamil di luar kandungan? 

Apa itu hamil luar kandungan 
Pixabay/contato1034

Hamil di luar kandungan adalah kondisi kehamilan yang terjadi tidak di dalam rahim. Di luar kandungan yang dimaksud justru kehamilan terjadi pada leher rahim, indung telur, tuba falopi bahkan di rongga perut. Permasalahan kehamilan ini terjadi karena perjalanan sel telur mengalami hambatan akibat penyempitan tuba falopi, sehingga menyebabkan sel telur menempel di tempat lain yang bukan berada di dinding rahim. 

Pada awal-awal kehamilan di trimester pertama, kondisi hamil di luar kandungan akan terlihat seperti kehamilan normal pada umumnya. Padahal perlu diketahui bahwa ada 3 karakteristik utama dari hamil di kandungan yaitu tidak munculnya siklus menstruasi (amenorrhea), terjadi perdarahan ringan pada vagina dan sakit perut di salah satu sisi. 

Karakteristik utama di atas dapat terjadi kurang lebih sekitar 50 persen pada perempuan. Selain itu, ada gejala lain dari kondisi hamil di luar kandungan yang perlu diwaspadai seperti: 

  • Sakit di daerah panggul.
  • Mulai terasa kram perut.
  • Mulai mengalami mual dan muntah.
  • Adanya rasa nyeri di bagian perut bawah, termasuk ketika buang air kecil atau buah air besar. 
  • Merasa nyeri di salah satu sisi tubuh, seperti bahu, leher atau rektum.
  • Kepala terasa berputar, sehingga sering mengalami pusing bahkan ingin pingsan. 

Untuk Mama yang ingin mengetahui informasi lebih banyak mengenai penyebab dari hamil di luar kandungan, kali ini Popmama.com telah merangkumnya demi menjawab semua rasa penasaran. 

Semoga informasi kali ini juga dapat memproteksi kehamilan menjadi lebih sehat lagi ya, Ma. 

1. Kebiasaan merokok memperburuk kesehatan selama hamil 

1. Kebiasaan merokok memperburuk kesehatan selama hamil 
Freepik/nensuria

Umumnya kondisi hamil di luar kandungan akan mungkin pada usia kehamilan pada 4-12 minggu saat trimester awal. 

Gaya hidup yang kurang sehat seperti masih terbiasa merokok selama masa-masa kehamilan tentu dapat berdampak negatif untuk kesehatan. Perlu disadari bahwa hampir 11% dari kehamilan ektopik disebabkan oleh rokok. 

Selain itu, kebiasaan rokok selama masa kehamilan dapat memengaruhi sistem pernapasan dan berpotensi terhadap kondisi hamil di luar kandungan. Untuk menghindari potensi hamil di luar kandungan, sebaiknya usahakan tidak merokok. 

Baca juga: 

2. Pernah ada riwayat kondisi hamil di luar kandungan sebelumnya 

2. Pernah ada riwayat kondisi hamil luar kandungan sebelumnya 
Freepik

Hamil di luar kandungan tentu berisiko terhadap kesehatan serta membahayakan nyawa sang Mama. Hal ini disebabkan karena sel telur tidak berkembang pada tempatnya, sehingga belum tentu dapat bertahan hidup dengan baik. 

Sel telur yang menempel di bagian yang salah berpotensi menghancurkan jaringan tersebut, sehingga mampu menyebabkan perdarahan internal serta infeksi. 

Kondisi hamil di luar kandungan yang terjadi pada seseorang biasanya disebabkan karena ia pernah mengalami kondisi serupa di kehamilan sebelumnya.

Dalam mempertahankan kehamilan ini pun harus ekstra hati-hati, sebab tidak mudah untuk bayi di dalam kandungan dapat berkembang secara normal.

Editors' Picks

3. Adanya riwayat mengidap endometriosis

3. Ada riwayat mengidap endometriosis
Freepik/Yanalya

Ma, adanya riwayat mengidap endometriosis dapat berisiko seseorang mengalami kondisi hamil di luar kandungan. 

Endometriosis adalah sebuah kondisi ketika sel-sel yang seharusnya berada pada lapisan dinding rahim (endometrium) justru tumbuh di tempat lain.

Masalah seperti inilah yang mampu meningkatkan risiko terjadinya kehamilan ektopik. Bahkan kondisi ini juga sama seperti pada radang pelvis yang memicu kemandulan.

Baca juga: Apakah Masih Bisa Hamil Setelah Operasi Endometriosis?

4. Pernah melakukan operasi di bagian perut yang memicu terjadinya kerusakan

4. Pernah melakukan operasi bagian perut memicu terjadi kerusakan
Pexels.com/Vidal Balielo Jr.

Saat sempat menjalani operasi pada bagian perut, termasuk operasi caesar atau operasi usus buntu dapat memicu terjadinya kondisi hamil di luar kandungan.

Tanpa disadari operasi yang dijalani dapat menjadi salah satu penyebab lain kehamilan ektopik. Hal ini dikarenakan operasi di bagian perut menyebabkan kerusakan pada bagian tuba falopi. 

Awalnya kondisi hamil di luar kandungan akan menunjukkan beberapa gejala yang mirip dengan kehamilan secara normal, seperti mual, sering buang air besar hingga nyeri pada bagian payudara. Namun, Mama perlu mewaspadai ketika kehamilan ini dapat pecah sewaktu-waktu. 

Jika kehamilan ektopik sudah pecah, maka perdarahan akan terjadi di bawah diafragma dan akan ditandai dengan rasa nyeri yang cukup parah di bagian panggul, perut bahu dan juga leher.

Baca juga: Kehamilan Ektopik, Ketika Sel Telur Tumbuh di Luar Rahim

5. Sempat mengonsumsi obat diethylstilbestrol selama hamil 

5. Sempat mengonsumsi obat diethylstilbestrol selama hamil 
Freepik

Obat DES atau singkatan dari diethylstilbestrol merupakan hormon sintetis (buatan) yang dapat menyerupai estrogen. Biasanya penggunaan obat ini diberikan pada ibu hamil dengan tujuan untuk mencegah kelahiran prematur, komplikasi kehamilan hingga memperkuat kandungan agar meminimalisir keguguran.

Padahal obat ini akan memberikan dampak negatif pada ibu hamil serta bayi di dalam kandungannya karena meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

Itulah beberapa penyebab yang bisa memicu terjadinya kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan. Selama penyebabnya sudah bisa diketahui, maka disarankan untuk tetap fokus terhadap kesehatan agar mampu menjaga kehamilan hingga tibanya proses persalinan. 

Semoga informasinya bisa membantu ya, Ma!  

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!