Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang berkaitan erat dengan gizi masyarakat yang buruk dalam periode panjang. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan serius, akan semakin banyak masyarakat dewasa dan menua dengan perkembangan kognitif yang lambat, mudah sakit, dan kurang produktif.
Menurut Dr. Zamhir Setiawan, M.Epid, jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 27,67% yang sebelumnya berada di angka 37,8%. Akan tetapi angka tersebut masih termasuk tinggi dibandingkan toleransi maksimal stunting yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Bahkan diketahui hingga akhir tahun 2020, Indonesia masih berada di urutan 4 dunia dan urutan ke-2 di Asia Tenggara terkait kasus stunting.
Salah satu penyebab terjadinya stunting pada anak bisa berasal dari faktor eksternal seperti minimnya ketersediaan air bersih, hingga kurangnya kebersihan lingkungan yang umumnya dialami oleh para ibu hamil menengah ke bawah.
Namun, ternyata tak hanya ibu hamil menengah ke bawah yang berisiko melahirkan anak stunting, tetapi juga bisa terjadi oleh ibu hamil menengah ke atas lho, Ma. Kira-kira apa faktor lain yang menyebabkan ibu hamil menengah ke atas juga rentan memiliki anak yang stunting ya, Ma?
Nah, kali ini Popmama.com telah merangkum informasi terkait hal tersebut.
