Jadi Akitivitas Seks yang Menyenangkan, Amankah Fingering saat Hamil?

Apakah Mama pernah melakukannya?

16 Mei 2022

Jadi Akitivitas Seks Menyenangkan, Amankah Fingering saat Hamil
Unsplash/Deon Black

Sebagai aktivitas seks pembuka, fingering cukup populer dilakukan oleh para suami istri. Kegiatan seks yang tidak memerlukan penetrasi ini juga cukup mendebarkan dan ampuh membangkitkan gairah seksual.

Sayangnya, kegiatan ini adakalanya tidak sering dilakukan saat kehamilan tiba. Alasannya bermacam-macam, kekhawatiran akan keselamatan bayi jadi salah satunya.

Di tengah ketidakpastian soal seks mana saja yang aman dan tidak aman dilakukan saat hamil, bagaimana fakta dari fingering? Benarkah fingering saat hamil berbahaya?

Mari kita kupas informasi soal fingering saat hamil bersama Popmama.com.

Amankah Fingering saat Hamil?

Amankah Fingering saat Hamil
Unsplash/charlesdeluvio

Berhubungan intim saat hamil cenderung terasa mendebarkan. Apalagi bila variasi seks yang dipilih terkenal punya banyak pro kontra untuk kehamilan.

Kabar baiknya, fingering saat hamil tergolong sebagai salah satu aktivitas seksual yang aman dilakukan. Hal ini disampaikan oleh dr. Giuseppe Aragona kepada Romper, “Fingering saat hamil 100 persen aman dilakukan”.

Saat fingering, jari papa tidak akan sampai ke rahim dan janin di dalam kandungan bahkan tidak akan merasakan aktivitas yang sedang dilakukan. “Selama kehamilan sehat, fingering bisa jadi aktivitas seksual yang menyenangkan,” lanjut dr. Aragona.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu Mama dan Papa ketahui sebelum mencoba aktivitas seksual ini. Berikut daftarnya:

Editors' Picks

1. Pastikan kehamilan sehat

1. Pastikan kehamilan sehat
Unsplash/Vanessa

Sebetulnya, hamil bukanlah halangan untuk bercinta. Selama kandungan sehat dan tidak ada komplikasi kehamilan, Mama dan Papa mendapat lampu hijau dari para ahli untuk berhubungan intim.

Melakukan aktivitas seksual saat hamil bahkan disarankan dalam beberapa kasus, seperti bercinta untuk melancarkan persalinan.

Untuk fingering sendiri kasusnya sama; aman dilakukan selama kehamilan Mama tidak berisiko.

2. Kuku tidak panjang

2. Kuku tidak panjang
Pexels/cottonbro

Peraturan utama yang perlu ditaati sebelum fingering adalah memotong kuku. Ini untuk meminimalisir terjadinya luka, lecet, atau bahkan infeksi pada vagina Mama akibat kuku yang panjang dan kotor.

Maka dari itu, pastikan untuk memotong kuku sebelum mulai fingering ya, Pa. Bila perlu, pakai sarung tangan lateks supaya kegiatan ini jadi makin terjamin keamanannya.

Sekadar informasi, fingering dengan tangan kotor dan kuku panjang berbahaya bagi kehamilan mama dan keselamatan janin. Beberapa infeksi yang mungkin terjadi, misalnya HPV, herpes, dan berbagai infeksi kelamin lainnya.

3. Lakukan fingering di waktu yang tepat

3. Lakukan fingering waktu tepat
Pexels/MART PRODUCTION

Bukan hanya harus memastikan kondisi kehamilan sehat, Mama dan Papa juga perlu memilih waktu untuk fingering yang tepat. Jangan sekali-kali melakukan aktivitas seksual saat sedang mengalami perdarahan, ketuban pecah, atau punya masalah di jalur masuk rahim.

Bercinta di kondisi-kondisi tersebut berbahaya lantaran bisa menyebabkan infeksi serius dan memicu terjadinya komplikasi kehamilan pada janin. 

Oleh karena itu, pastikan kondisi organ intim dan kandungan mama sehat selalu dengan rutin cek kehamilan ke dokter. Saat konsultasi dengan dokter, Mama juga bisa meminta saran gaya bercinta seks apa yang paling aman untuk dilakukan saat hamil.

Pada akhirnya, sama seperti variasi seks saat hamil lainnya, fingering pun juga harus dilakukan dengan benar. Jangan sampai kegiatan fingering saat hamil yang tadinya menyenangkan malah menjadi petaka bagi Mama dan si Calon buah hati ke depannya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk