Studi Mencatat, 1 dari 10 Ibu Hamil di Dunia Alami Keguguran

Banyak perempuan yang masih salah paham dengan penyebab keguguran

4 Mei 2021

Studi Mencatat, 1 dari 10 Ibu Hamil Dunia Alami Keguguran
Freepik/diana.grytsku

Saat tengah hamil, sebagai perempuan tentunya kita akan menjaga sebaik mungkin kesehatan kehamilan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti keguguran salah satunya.

Keguguran menjadi peristiwa medis yang mengancam nyawa janin yang dikandung, serta akan meninggalkan trauma terdalam bagi ibu hamil yang mengalaminya.

Baru-baru ini, jurnal The Lancet menyebutkan bahwa satu dari 10 ibu hamil di dunia mengalami keguguran. Dalam studi tersebut ditemukan sekitar 23 juta kasus keguguran terjadi setiap tahunnya.

Penelitian ini dianalisis dari berbagai negara di dunia dengan hasil sebanyak 11 persen perempuan alami keguguran setidaknya satu kali dalam hidup mereka. Sementara itu, sebanyak dua persen ibu hamil alami keguguran sebanyak dua kali, serta kurang dari satu persen ibu hamil yang alami tiga kali keguguran atau lebih.

Lebih lanjut, berikut Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya dari berbagai sumber, Semoga bisa jadi pemahaman baru agar lebih hati-hati ya, Ma.

Editors' Picks

1. Masih banyak kesalahpahaman ibu hamil terhadap penyebab keguguran

1. Masih banyak kesalahpahaman ibu hamil terhadap penyebab keguguran
Freepik/Dragana_Gordic

Dalam studi itu juga disebutkan, masih tingginya angka kesalahpahaman tentang keguguran membuat ibu hamil menjadi kurang mendapat informasi. Diketahui, masih banyak perempuan percaya bahwa keguguran disebabkan karena mengangkat beban berat atau penggunaan alat kontrasepsi.

Para penulis menyebutkan, "kesalahpahaman seperti itu dapat merusak, membuat perempuan dan pasangannya merasa bersalah dan putus asa untuk mencari pengobatan dan dukungan."

Lebih lanjut, peneliti juga menemukan bahwa para ibu hamil berpikir bahwa tidak ada pengobatan efektif dalam mencegah keguguran, terlebih pada mereka yang lebih berisiko alami keguguran.

2. Keguguran dengan kesehatan mental, apa kaitannya?

2. Keguguran kesehatan mental, apa kaitannya
Pexels/Andrea Piacquadio

Tak hanya mengangkat beban terlalu berat atau penggunaan alat kontrasepsi, studi juga menemukan adanya kaitan antara keguguran dengan kesehatan mental ibu hamil.

Ketika ibu hamil alami keguguran, ini akan membuat kecemasan dan depresi pada mereka. Hal ini sebagaimana yang ditemukan dalam studi, sebanyak 20 persen perempuan mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD) sembilan bulan setelah keguguran.

3. Kurangnya fasilitas kesehatan dalam mengatasi keguguran ibu hamil

3. Kurang fasilitas kesehatan dalam mengatasi keguguran ibu hamil
Freepik/jcomp

Salah satu yang menjadi penyebab terjadinya depresi pada ibu hamil usai alami keguguran adalah karena studi menemukan bahwa adanya ketidakmerataan perawatan untuk ibu hamil yang mengalami keguguran di berbagai negara.

Para peneliti yang dilansir dari AFP menyebutkan, "Sebuah sistem baru diperlukan untuk memastikan keguguran dikenali dengan lebih baik. Ibu hamil bisa diberikan perawatan kesehatan fisik dan mental yang mereka butuhkan."

Adanya studi ini menjadi sebuah teguran dan pengingat bagi seluruh negara untuk terus memperbaiki sistem kesehatan mereka. Salah satunya adalah dengan meningkatkan layanan kesehatan dan perawatan untuk kasus keguguran, meningkatkan pencegahan, dan mengidentifikasi perempuan berisiko tinggi.

Itulah informasi seputar studi baru yang mencatat bahwa satu dari 10 ibu hamil di dunia alami keguguran. Semoga informasi di atas bermanfaat dan dapat menjadi pembelajaran baru bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kesehatan janin yang dikandung.

Selamat menjalankan kehamilan yang sehat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.