6 Ketakutan yang Sering Dialami Ibu Hamil

Apakah ada salah satunya?

20 September 2019

6 Ketakutan Sering Dialami Ibu Hamil
Freepik/freepic.diller

Masa kehamilan selalu memberikan sejuta pengalaman tersendiri. Sensasi menjadi ibu hamil dan mengalami sejumlah perubahan pada diri tak semua ibu bisa menikmatinya.

Diantara kegembiraan akan kehadiran si Kecil, ternyata ada juga lho ketakutan-ketakuan yang dialami oleh Mama saat hamil.

Popmama.com meriset sejumlah ketakutan populer pada ibu hamil serta kiat agar Mama bisa lebih rileks menghadapinya. 

1. Ketakutan akan bayi lahir cacat atau sakit 

1. Ketakutan akan bayi lahir cacat atau sakit 
agoramedia.com

Semua Mama pasti ingin anaknya lahir dalam kondisi yang sehat sempurna tanpa kekurangan apapun.

Ketakutan bayi lahir cacat atau dalam keadaan sakt memang menjadi ketakutan terbesar setiap Mama.

Untuk lebih mengurangi rasa takut dan membuat Mama tenang, Mama harus rutin periksakan kehamilan pada dokter atau bidan.

Beruntung di jaman sekarang teknologi sudah kian canggih sehingga bisa mendeteksi kondisi bayi saat masih dalam kandungan.

Selain pemeriksaan rutin, Mama juga harus konsisten dan jangan ada lagi alasan untuk tidak memgkonsumsi kebutuhan janin. Seperti asupan asam folat, kalsium dan nutrisi lainnya. Selain untuk kebaikan pertumbuhan janin yang sempurna.

Nutrisi-nutrisi tersebut baik juga untuk tubuh Mama. Jangan sampai Mama kekurangan nutrisi karena terserap oleh janin.

Selain dengan konsumsi multivitamin, Mama bisa konsultasikan dengan dokter atau bidan tentang ketakutan Mama. Dokter akan menjelaskan gambaran akan ketakutan tersebut dan memberikan solusi yang baik.

Mama juga harus menanamkan pikiran yang positif pada janin serta tak lupa untuk selalu berdoa.

2. Ketakutan terjadinya keguguran 

2. Ketakutan terjadi keguguran 
momjunction.com

Selain lahir takut bayi lahir cacat mama juga biasanya takut alami keguguran. Keguguran kebanyakan terjadi pada masa trimester pertama. 

Banyak faktor yang bisa menyebabkan keguguran diantaranya Mulai dari pola hidup yang tak sehat hingga komplikasi kesehatan yang dialami oleh sang calon ibu atau bisa juga karena stres.  

Pada masa trimester pertama merupakan “masa kritis” kehamilan. Selepas masa itu yakni sekitar 14 minggu “masa kritis” akan berkurang. 

Nah, untuk menghindari keguguran, Mama bisa menghindari berpergian terlalu jauh, makan makanan yang bersifat panas dan junk food serta kelola stres. Mama yang sedang mengandung harus bahagia.

Karena happy moms raise happy child!

3. Ketakutan dengan momen melahirkan

3. Ketakutan momen melahirkan
americanpregnancy.org

Tidak jarang lho Mama yang sedang mengandung justru miliki ketakutan melahirkan. Ini hal yang normal Ma, proses melahirkan bukanlah sesuatu yang mudah untuk bisa dibayangkan hanya melalui cerita-cerita orang lain.

Ketakutan yang dialami beragam, Mulai dari rasa sakit yang luar biasa, khawatir tak dapat mencapai rumah sakit tepat waktu hingga khawatir mengeluarkan kotoran ketika mengejan atau bisa juga mama takut menjalani persalinan caesar. 

Mama sebenarnya tak perlu khawatir akan ketakutan-ketakutan itu, sakit itu sudah pasti tapi yang terpenting adalah Mama berpikir lebih terbuka Mama bisa mengenali sejumlah teknik pernapasan sehingga Mama bisa tanamkan dalam diri bahwa ketakutan tak kuat mengejan bisa berkurang. 

Takut keluar kotoran saat mengejan juga tak perlu terlalu dipikirkan, banyak ibu hamil yang mengalaminya, dokter juga mungkin sering menangani proses melahirkan yang demikian. 

Mengenai proses persalinan spontan dan caesar, sebaiknya Mama tidak terlalu mempersempit pikiran, melahirkan spontan adalah sebuah keniscayaan namun bukan berarti Mama gagal saat memutuskan atau dianjurkan untuk melahirkan caesar jika mengalami kondisi tertentu. Apapun prosesnya, Mama tetaplah seorang Ibu.   

Baca juga: Normalkah Jika Feses Tak Sengaja Keluar Saat Melahirkan?

Editors' Picks

4. Bentuk tubuh yang tidak kembali normal

4. Bentuk tubuh tidak kembali normal
Unsplash/buzzyrobot

Ini isu yang mungkin bisa dibilang sedikit menyebalkan untuk Mama. Saat hamil berat badan Mama meningkat dan mungkin Mama takut jika berat badan tidak akan kembali seperti saat sebelum hamil.

Mama tak perlu berkecil hati dengan perubahan bentuk tubuh walau sudah melahirkan. Pertambahan berat badan tidak mungkin hilang dalam satu hari.

Mama sebaiknya lebih fokus pada bai mungil yang sudah berada di pelukan Mama saat ini. Percaya atau tidak terkadang mengurus bayi perlahan-lahan bisa mengurangi berat badan Mama lho.

Jika Mama masih merasa terganggu dengan kondisi tubuh, Mama bisa mulai merencanakan jenis serta jadwal olahraga. Tapi tentunya harus mempertimbangan juga ya kondisi Mama.

5. Takut melakukan hubungan seksual

5. Takut melakukan hubungan seksual
thebridalbox.com

Sebelum hamil mungkin Mama tidak terlalu memikirkan hal ini. Tapi saat hamil tiba-tiba saja timbul ketakutan dan kekhawatiran bagaimana dengan hubungan seksual. 

Ketakutan itu seperti apakah masih bisa melakukan hubungan seksual selama hamil, atau ada juga yang merasa takut nantinya hubungan seksual tak lagi asik seperti sebelum melahirkan atau bisa juga takut berhubungan seksual pasca-melahirkan karena masih terbayang rasa sakitnya melahirkan. 

Untuk atasi ketakutan ini Mama bisa bicarakan dengan suami. Berkomunikasi dengan suami pasti akan menemukan jalan keluar terbaik untuk keduanya, hal ini juga bisa menambah keharmonisan keluarga. Karena suami paham apa yang sedang Mama takutkan.

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Perempuan Malas Berhubungan Badan Setelah Melahirkan

6. Takut ASI tidak keluar dengan sempurna

6. Takut ASI tidak keluar sempurna
lovetoknow.com

Siapa yang tak ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. ASI yang merupakan makanan terbaik untuk bayi harus segera diberikan setelah melahirkan. 

Ketakutan akan ASI yang tidak keluar bisa disiasati dengan membaca berbagai informasi.

Selain itu Dokter serta perawat rumah sakit biasanya akan memberikan pengarahan. Namun jika merasa tidak puas, Mama bisa menghubungi konselor ASI di klinik laktasi atau bergabung dengan komunitas ibu menyusui seperti Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!