Fakta dan Alasan Mengapa Haid tapi Bisa Hamil, Ternyata Perlu Waspada!

Perdarahan yang terjadi pada kehamilan trimester pertama perlu diwaspadai karena bisa jadi infeksi

24 Juni 2021

Fakta Alasan Mengapa Haid tapi Bisa Hamil, Ternyata Perlu Waspada
Pexels/Cotton Bro

Tahun 2013 sempat ada kasus bahwa seorang Mama yang tiba-tiba melahirkan padahal ia rutin haid. Mungkin hal ini juga kerap dialami oleh beberapa mama di Indonesia. Biasanya ketika seorang perempuan hamil, darah haid akan berhenti.

Mengutip dari Healthline, kadang di masa awal kehamilan perdarahan yang dikira haid atau menstruasi masih bisa keluar. Padahal perdarahan saat hamil ini bisa jadi pertanda buruk, karena ini bukan menstruasi seperti biasanya.

Berikut Popmama.comrangkum fakta dan informasi seputar fakta dan penyebab sedang haid tapi hamil untuk Mama.

Perdarahan pada Trimester Pertama Kehamilan

Perdarahan Trimester Pertama Kehamilan
Freepik/spectral-design

Dikutip dari WebMD, sekitar 20 persen perempuan yang hamil di trimester pertama atau kehamilan usia 1-12 minggu sering mengalami perdarahan. Nah, perdarahan ini sering di salah artikan sebagai haid atau menstruasi. Perdarahan ini cukup bervariasi dari hanya bercak hingga perdarahan deras seperti menstruasi.

Logikanya, haid terjadi karena sel telur tidak dibuahi yang membuat dinding lapisan rahim luruh. Sehingga kehamilan saat haid tidak mungkin terjadi karena menstruasi dan hamil adalah sesuatu yang bertentangan.

Penyebab Perdarahan di Trimester Pertama

Penyebab Perdarahan Trimester Pertama
Pexels/cliffbooth

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya perdarahan di vagina pada trimester pertama kehamilan.

  • Perubahan serviks. Selama tahap awal kehamilan darah banyak mengalir ke serviks. Hubungan seksual yang menyebabkan kontak dengan serviks juga dapat memicu perdarahan. Namun, perdarahan jenis ini tidak berbahaya kok.
  • Infeksi, baik infeksi serviks, infeksi vagina, hingga infeksi menular seksual perlu diwaspadai.

Di bawah ini adalah jenis-jenis perdarahan yang bisa terjadi di trimester pertama kehamilan yang sering dikira sebagai menstruasi.

Editors' Picks

1. Perdarahan implantasi

1. Perdarahan implantasi
Freepik/freepic.diller

Perdarahan implantasi adalah perdarahan yang terjadi saat janin menempel di dinding uterus. Biasanya perdarahan ini terjadi dalam 5-12 hari setelah masa pembuahan yang sering dikira menstruasi.

Mengutip dari Healthline, perdarahan ini sifatnya ringan dan berlangsung dalam waktu singkat karena bisa berupa bercak dan berlangsung selama beberapa jam atau hari saja. Tak perlu khawatir jika mengalami ini karena perdarahan implantasi sangat umum terjadi pada ibu hamil.

2. Keguguran

2. Keguguran
Pixabay/ArmOrozco

Pada trimester pertama, salah satu masalah terbesar adalah keguguran karena bisa pada 1-12 minggu usia janin. Namun, tidak selalu perdarahan yang terjadi pada masa ini adalah keguguran. Mama perlu waspada ketika terjadi perdarahan yang diikuti ciri-ciri keguguran, berikut adalah tandanya:

  • Nyeri punggung bagian bawah,
  • nyeri perut yang terasa seperti kram,
  • demam,
  • terdapat flek (bercak darah) atau jaringan yang keluar dari vagina,
  • perdarahan vagina,
  • tubuh terasa lemas,
  • otot selangkangan atau area sekitar vagina terasa pegal.

3. Kehamilan ektopik

3. Kehamilan ektopik
Unsplash/Daiga Ellaby

Kehamilan ektopik adalah ketika sel telur yang dibuahi tidak menempel pada rahim. Sebaliknya, sel telur tersebut malah menempel pada tuba falopi, rongga perut, atau serviks.

Kondisi ini sangat serius karena jika embrio terus tumbuh maka tuba falopi bisa pecah dan bisa mengancam jiwa sang Mama.

Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), kehamilan ektopik terjadi pada 1 dari setiap 50 kehamilan atau sekitar 20 kasus dari dari 1.000 kehamilan (2%). Selain perdarahan hebat, kehamilan ektopik juga menyebabkan rasa sakit yang kuat di perut bagian bawah, kram, hingga sakit kepala.

4. Kehamilan molar

4. Kehamilan molar
Youtube.com/ WestJEM

Kehamilan molar atau biasa disebut hamil anggur adalah kondisi yang sangat langka dialami oleh ibu hamil.

Kehamilan molar adalah kondisi di mana sel telur yang dibuahi gagal tumbuh menjadi janin. Dalam kasus khusus, jaringan ini bisa berkembang sebagai kanker dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Adapun gejala dari kehamilan molar adalah mual dan muntah hingga yang terparah adalah pembesaran rahim yang cepat. Segera waspada untuk kondisi ini.

Itulah tadi fakta dan informasi mengapa terjadi pedarahan seperti haid tapi hamil. Sebagai ibu hamil kita harus waspada ketika berada di trimester pertama ya, Ma. Karena banyak hal yang kadang bisa membahayakan untuk janin ataupun Mama ke depannya ketika tidak diantisipasi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.