Nyeri Tulang Kemaluan saat Hamil Muda, Apa Penyebabnya?

Rasa ngilu dan nyeri pada tulang atau otot area kemaluan itu disebut symphysis pubis diastasis

14 Juni 2021

Nyeri Tulang Kemaluan saat Hamil Muda, Apa Penyebabnya
Freepik/Beststudio

Saat hamil muda, sebagian besar ibu hamil mungkin merasakan ngilu dan nyeri pada area kemaluan. Rasa ngilu dan nyeri itu semakin terasa ketika Mama melakukan gerakan tertentu seperti naik tangga atau berjalan. Ngilu pada tulang atau otot area kemaluan itu disebut symphysis pubis diastasis (SPD). 

SPD itu disebabkan otot panggul dan jalan lahir mulai merenggang sehingga menimbulkan rasa sakit. Rasa ngilu itu memang umum dirasakan oleh ibu hamil muda atau ada juga yang baru mengalami ketika masuk trimester ketiga.

Lalu, apa penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi nyeri tulang kemaluan saat hamil muda? Popmama.com telah merangkum penjelasannya agar Mama bisa mengatasi rasa nyeri tersebut. 

Penyebab Nyeri Tulang Kemaluan saat Hamil

Penyebab Nyeri Tulang Kemaluan saat Hamil
Freepik

Saat hamil, tubuh mama menghasilkan hormon relaxin yang berfungsi merenggangkan ligamen pada area panggul. Akibatnya, sendi di daerah panggul dan kemaluan akan mulai longgar. Itulah salah satu penyebab Mama kerap merasakan ngilu dan nyeri pada area tulang kemaluan. 

Namun, SPD tidak hanya disebabkan ligamen yang mulai merenggang. SPD bisa menyerang ibu hamil yang memiliki riwayat SPD pada kehamilan sebelumnya. Selain itu, ibu hamil yang pernah mengalami cedera pada area kemaluan, sering melakukan aktivitas fisik yang berat, dan memiliki berat badan berlebih juga bisa mengalami SPD. 

SPD juga bisa menandakan Mama tengah hamil bayi kembar atau ukuran bayi cukup besar. Walaupun tergolong kondisi normal, SPD memang membuat Mama susah tidur dan tidak nyaman saat beraktivitas. 

Editors' Picks

Jangan Abaikan Gejala Nyeri Tulang Kemaluan saat Hamil

Jangan Abaikan Gejala Nyeri Tulang Kemaluan saat Hamil
Unsplash/Timothy Meinberg

Rasa ngilu pada tulang kemaluan adalah salah satu gejala dari SPD. Namun, ada beberapa ibu hamil yang merasakan gejala lainnya berbarengan dengan rasa ngilu pada tulang kemaluan. 

Gejala yang dirasakan umumnya nyeri punggung, sakit pada bagian paha, dan merasakan sakit ketika berjalan atau naik turun tangga. Kemudian, ada juga yang merasakan rasa sakit pada tulang kemaluan di malam hari. Akibatnya, Mama akan susah tidur nyenyak dan sering pergi ke toilet di tengah malam. 

Cara Mengatasi Rasa Nyeri di Tulang Kemaluan

Cara Mengatasi Rasa Nyeri Tulang Kemaluan
Freepik/diana.grytsku

Untuk mengatasi rasa nyeri ini, Mama bisa menghindari beberapa gerakan atau posisi tubuh seperti berdiri dengan satu kaki atau berdiri dalam waktu lama. Hindari juga kebiasaan menyilangkan kaki dan mengangkat beban yang berat, terutama mengangkatnya menggunakan satu tangan. 

Hindari juga kebiasaan duduk di lantai atau duduk dalam waktu lama karena bisa memperparah rasa ngilu pada tulang kemaluan. 

Cara lainnya adalah menempelkan botol berisi air hangat pada area sekitar kemaluan untuk mengurangi rasa ngilu dan nyeri. Mama juga bisa mengikuti kelas senam hamil atau berenang untuk meminimalkan rasa ngilu. 

Pentingnya Mengubah Kebiasaan

Penting Mengubah Kebiasaan
Freepik/Bearfotos

Mengubah kebiasaan juga bisa mencegah rasa nyeri pada tulang kemaluan. Misalnya, Mama bisa duduk di ujung atau tepi kursi dengan posisi paha terbuka apabila Mama merasa ngilu pada tulang kemaluan saat duduk bersandar.

Ketika naik tangga, cobalah naik anak tangga satu per satu secara perlahan. Untuk posisi tidur, Mama bisa coba tidur berbaring dengan meletakkan paha di sela paha. Mama juga sebaiknya menggunakan sepatu atau sandal yang datar dan nyaman ketika beraktivitas. Menggunakan ikat pinggang khusus ibu hamil juga bisa menguatkan otot panggul sehingga bisa mengurangi rasa nyeri. 

Selain cara-cara di atas, Mama bisa konsultasi ke dokter kandungan apabila rasa nyeri pada tulang kemaluan saat hamil tidak mereda hingga kehamilan trimester kedua. 

Semoga informasi tersebut bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:



 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.