Penting! Ini Penanganan Sebelum & Sesudah Banjir untuk Ibu Hamil Muda

Perhatikan hal-hal berikut untuk mencegah terjadinya kondisi yang tidak diinginkan

3 Januari 2020

Penting Ini Penanganan Sebelum & Sesudah Banjir Ibu Hamil Muda
Unsplash/jonathan Ford

Sejak akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020, daerah Jabodetak sudah diguyur hujan dengan volume yang cukup deras hingga mengakibatkan banjir di beberapa wilayah.

Situasi banjir kali ini bisa dikatakan menjadi tahun yang menegangkan, karena beberapa wilayah yang biasanya tak terkena banjir pun turut terkena dampaknya.

Tak hanya warga biasa, ibu hamil, anak-anak, hingga lansia pun turut menjadi korban.

Nah, bagi Mama yang juga sedang mengandung trimester pertama, sebaiknya lakukanlah penanganan berikut agar tak menimbulkan dampak buruk pada kesehatan ibu hamil dan janin.

Untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa penangan tepat sebelum dan sesudah banjir untuk ibu hamil muda dari laman Duval Florida Health.

Editors' Picks

1. Penanganan sebelum terjadi banjir untuk ibu hamil

1. Penanganan sebelum terjadi banjir ibu hamil
Freepik/yanalya

Di penghujung tahun, biasanya beberapa wilayah, khususnya Jakarta diguyur hujan lebat yang berkepanjangan.

Jika sudah begini, jangan anggap remeh. Sebaiknya, Mama segera mengambil tindakan untuk mengantisasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Untuk itu, berikut beberapa barang yang perlu disiapkan sebelum terjadinya banjir:

  • Pastikan ibu hamil memiliki makanan dan air yang cukup untuk bertahan setidaknya tujuh hari
  • Tahu ke mana harus pergi untuk berlindung dengan aman dan nyaman
  • Beri tahu anggota keluarga untuk mengabarkan mereka di mana Mama akan berada nantinya
  • Jika ibu hamil harus meninggalkan rumah agar aman, ambil salinan catatan medis dari dokter beserta persediaan dua minggu obat-obatan yang harus Mama konsumsi, termasuk vitamin prenatal

2. Penanganan setelah terjadi banjir untuk ibu hamil

2. Penanganan setelah terjadi banjir ibu hamil
Freepik/Onlyyouqj

Setelah banjir surut, akan ada periode pembersihan dan pemulihan. Ini adalah saat-saat ketika Mama harus sangat berhati-hati agar tidak mengalami dehidrasi atau kelelahan.

Pasalnya, kerja keras dan dehidrasi dapat berkontribusi pada persalinan prematur. Untuk mencegahnya terjadi, berikut beberapa hal yang dapat ibu hamil lakukan:

  • Minumlah banyak air putih atau minuman yang tidak mengandung alkohol atau kafein
  • Mandilah sebisa mungkin agar tubuh dapat terhindar dari kuman dan bakteri pasca banjir
  • Usahakan untuk tetap berada di tempat yang teduh sesering mungkin. Jika Mama harus berada di luar rumah dan di bawah terik matahari, jangan lupa untuk selalu membawa air putih, topi atau payung untuk membuat Mama selalu nyaman
  • Jangan mengangkat benda berat
  • Pastikan Mama tidak terlalu lelah, sering-seringlah beristirahat sebisa mungkin
  • Usahakan untuk mengonsumsi makanan sehat. Kadang-kadang stres menyebabkan ibu hamil makan terlalu banyak, tidak cukup, atau memilih makanan yang kurang sehat. Untuk itu, cobalah untuk tetap mengontrol pola makan

3. Cara menghindari stres pada ibu hamil pasca banjir

3. Cara menghindari stres ibu hamil pasca banjir
sheknows.com

Selain menguras tenaga karena harus membersihkan rumah yang penuh lumpur, banjir juga biasanya akan menguras pikiran.

Pasalnya, beberapa barang di rumah mungkin saja ada yang tak dapat terselamatkan hingga menjadi beban pikiran ibu hamil.

Untuk itu, berikut beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk menghindari stres pasca banjir:

  • Cobalah berbaring di sisi kiri tiga kali sehari, walaupun hanya selama 10-15 menit
  • Ambil napas dalam-dalam dari perut, lihatlah perut Mama yang naik turun di setiap napas
  • Temukan seorang teman untuk membahas ketakutan dan kekhawatiran Mama
  • Jika Mama pernah merasa ingin menyakiti diri sendiri atau janin, segera bicarakan dengan penyedia layanan kesehatan setempat.

Nah, itulah ketiga penanganan sebelum dan sesudah banjir untuk ibu hamil muda.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.