Hamil atau Tidak, Ya? Ini 8 Tanda-Tanda Umum di Awal Kehamilan

Ada sejumlah tanda yang akan dirasakan oleh Mama di masa awal kehamilan

26 September 2020

Hamil atau Tidak, Ya Ini 8 Tanda-Tanda Umum Awal Kehamilan
Freepik

Apakah Mama merasa hamil tapi belum yakin? Selain menggunakan test pack, ada beberapa tanda-tanda awal kehamilan yang dapat muncul satu minggu setelah jadwal menstruasi terlewat.

Jika Mama sudah mengalami beberapa gelaja tersebut, Mama dapat memastikannya dengan menggunakan alat tes kehamilan atau berkunjung ke dokter kandungan.

Di bawah ini Popmama.com mengulas delapan tanda-tanda hamil yang terjadi di awal kehamilan untuk membantu Mama mengenalinya. Apa saja ya?

1. Payudara sakit dan puting terlihat lebih gelap

1. Payudara sakit puting terlihat lebih gelap
Freepik/Ollyy

Payudara biasanya menjadi lebih lunak satu atau dua minggu setelah pembuahan. Mama menghasilkan begitu banyak estrogen dan progesteron pada awal kehamilan sehingga kelenjar di payudara mulai tumbuh, menurut Jasbir Singh, M.D., seorang OB-GYN di Baylor Medical Center di Waxahachie di Texas.

Lonjakan hormon ini menyebabkan payudara menahan lebih banyak cairan dan terasa berat, sakit, atau lebih sensitif daripada nyeri PMS normal.

Perubahan juga terjadi pada puting. Hormon kehamilan juga memengaruhi aktivitas melanosit atau sel-sel di dalam puting yang bertanggung jawab atas warna. Warna puting akan menjadi lebih gelap selama masa kehamilan hingga menyusui.

2. Kram dan sakit punggung

2. Kram sakit punggung
Freepik

Banyak perempuan salah mengira tanda-tanda awal kehamilan ini adalah gejala PMS. Tetapi sebenarnya disebabkan oleh perubahan hormon dan pertumbuhan rahim.

Sekitar 30 persen perempuan mengalami kram setelah pembuahan yang dipicu oleh implantasi. Ini terjadi ketika sel telur yang dibuahi menempel pada dinding rahim. Rahim mungkin meregang sedikit untuk mempersiapkan ekspansi besar-besaran selama sembilan bulan ke depan. Peregangan inilah yang menyebabkan Mama merasa kram.

3. Perdarahan implantasi

3. Perdarahan implantasi
Pexels/Cotton Bro

Ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan ke dalam lapisan rahim sekitar 6 sampai 12 hari setelah pembuahan, mungkin muncul sedikit bercak dari vagina. Mama mungkin salah mengiranya dan menganggap sebagai darah menstruasi. Tetapi ini umumnya lebih ringan dari menstruasi dan berwarna coklat atau merah muda (bukan merah seperti mestruasi).

Walaupun tanda pertama kehamilan ini tidak berbahaya, Mama harus memberi tahu dokter jika Mama merasa hamil, sehingga dokter dapat mengesampingkan penyebab lain dari perdarahan.

Pada trimester pertama, perdarahan harus dievaluasi untuk tiga hal khususnya keguguran, kehamilan ektopik, atau jenis infeksi tertentu.

Editors' Picks

4. Lelah, mual, dan kembung

4. Lelah, mual, kembung
Freepik/Comzeal

Selama beberapa minggu pertama, tubuh akan bekerja 24 jam nonstop untuk mendukung kehamilan, dan kelelahan adalah respons yang normal.

Progesteron ekstra yang diproduksi setelah pembuahan menyebabkan suhu tubuh basal Mama naik, yang pada gilirannya berkontribusi pada kurangnya energi, jelas Karen Perkins, M.D., seorang OB-GYN dengan A Woman's Choice di Mercy Medical Center di Baltimore.

Jantung juga akan memompa lebih cepat, karena harus memberikan oksigen ekstra ke rahim, ini juga dapat menyebabkan Mama kelelahan. Jadi apa yang harus Mama lakukan? Vitamin prenatal dapat membantu Mama untuk kembali bertenaga. Selain itu, konsumsi makanan sehat, minum banyak cairan, cukup istirahat, dan menjaga tekanan darah juga dapat membantu.

Progesteron menyebabkan banyak hal melambat. Ini termasuk proses pencernaan, kadang-kadang dapat menyebabkan sembelit atau gangguan pencernaan. Karena perut tidak kosong secepat biasanya, perut membersihkan diri dengan cara tertentu, salah satunya adalah mual dan muntah.

Mual juga berhubungan dengan human chorionic gonadotropin, hormon yang dapat dideteksi dalam darah atau urin Mama bahkan sebelum menstruasi yang terlewat. Semakin tinggi level hormon hCG (seperti halnya kembar), maka Mama akan merasa semakin mual.

Tingkat progesteron yang berubah juga akan memperlambat jalur pencernaan dan membuat perut terasa lebih kembung dari biasanya. Ini juga terjadi selama PMS, catat Dr. Goist, tetapi kembung berhenti ketika menstruasi tiba, menyebabkan kadar progesteron menurun.

Pada beberapa orang, masa awal kehamilan juga membuat nafsu makan bertambah.

5. Sering buang air kecil

5. Sering buang air kecil
Freepik/Spukkato

Mama mungkin berpikir sering buang air kecil terjadi saat hamil tua, ketika bayi menekan kandung kemih. Namun ini juga bisa terjadi di awal kehamilan. Tidak hanya rahim yang bengkak dapat menekan kandung kemih, tetapi aliran darah ekstra ke ginjal juga menyebabkan ginjal menghasilkan lebih banyak urin.

Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengatasi ini, kecuali sering buang air kecil. Jangan mengurangi asupan cairan ya, Ma. Di masa-masa kehamilan Mama membutuhkan banyak asupan cairan agar tidak mengalami dehidrasi.

6. Sakit kepala dan gangguan hidung

6. Sakit kepala gangguan hidung
Freepik/praisaeng

Volume darah yang meningkat dapat memicu sakit kepala  dan tegang yang sering tetapi ringan pada minggu-minggu pertama kehamilan.

Sakit kepala ini juga dapat terjadi jika Mama tidak minum cukup cairan atau jika Mama menderita anemia. Berita baiknya, sakit kepala akan berkurang seiring dengan perkembangan kehamilan.

"Hormon yang berfluktuasi cenderung membuat sakit kepala semakin parah dan kadar estrogen lebih stabil selama kehamilan", jelas Richard Gersh, M.D., asisten profesor OB-GYN di Drexel University College of Medicine di Philadelphia.

Hidung mimisan, tersumbat, dan berair sering terjadi pada kehamilan dan semuanya berhubungan dengan dua penyebab yang sama, kata Nathaniel DeNicola, M.D., seorang OB-GYN di University of Pennsylvania Health System, di Philadelphia.

Peningkatan volume darah memberi tekanan lebih besar pada pembuluh darah halus seperti yang ada di hidung, tetapi hormon juga menjadi salah satu penyebabnya, kata Dr. DeNicola.

Estrogen, khususnya, dapat membuat pembuluh darah melebar, yang berkontribusi pada pembengkakan selaput lendir di hidung. Untungnya, banyak dari ketidaknyamanan ini dapat dihilangkan dengan menggunakan semprotan untuk hidung.

7. Perubahan emosi secara cepat

7. Perubahan emosi secara cepat
Freepik/pressfoto

Apakah Mama menjadi uring-uringan karena hal sepele?

Ketika kadar hormon hCG meningkat, Mama merasa sangat lelah, yang membuat suasana hati mama menjadi mudah berubah.

Dan jangan lupa bahwa kombinasi antara sakit kepala, kembung, sembelit, dan nyeri payudara yang hebat juga mendukung perubahan emosi ini.

8. Suhu tubuh basal tinggi

8. Suhu tubuh basal tinggi
Bukalapak

Mengukur suhu tubuh basal (BBT), atau suhu oral pertama di pagi hari, dapat menunjukkan kapan Mama sedang berovulasi.

Suhu akan naik sekitar setengah derajat ketika telur dilepaskan dan itu akan menetap sampai Mama mendapatkan menstruasi. Jadi, jika Mama mencatat BBT dan menyadari bahwa suhu tidak menurun dalam waktu lebih dari dua minggu, itu mungkin berarti Mama sedang mengandung. 

Nah, jika Mama mengalami beberapa gejala tanda-tanda hamil di atas, sebaiknya segera pastikan dengan menggunakan alat tes kehamilan, lalu konsultasi dengan dokter kandungan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.