Cek Dulu, Ini 5 Mitos dan Fakta Kehamilan Kembar yang Banyak Beredar

Mempercayai mitos tanpa memeriksa kebenarannya dapat membahayakan kehamilan, Ma

3 Agustus 2020

Cek Dulu, Ini 5 Mitos Fakta Kehamilan Kembar Banyak Beredar
Freepik

Saat hamil, banyak pantangan dan mitos-mitos yang Mama dengar. Ada mitos yang dapat dipercaya, namun ada juga yang terdengar tidak masuk akal.

Mempercayai mitos tanpa memilah atau memeriksa kebenarannya lagi dapat membahayakan kehamilan, Ma. Jadi, pastikan Mama selalu memeriksa kebenaran dari informasi yang diperoleh.

Tidak hanya kehamilan tunggal, hamil kembar pun tidak lepas dari mitos-mitos ini, Ma. Yuk, cek 5 mitos dan fakta yang banyak beredar dalam ulasan Popmama.com berikut ini.

1. Mama harus banyak mengonsumsi suplemen asam folat ketika hamil kembar

1. Mama harus banyak mengonsumsi suplemen asam folat ketika hamil kembar
freepik.com/patcharananworrapatchareeroj

Janin membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Salah satu nutrisi yang paling penting adalah asam folat. Selain itu, asam folat dibutuhkan untuk mengurangi risiko cacat lahir tabung saraf.

Bagaimana jika Mama hamil kembar? Maka kebutuhan asam folat yang harus dipenuhi pun lebih banyak dibandingkan jika Mama memiliki kehamilan tunggal.

Jika ibu hamil dengan kehamilan tunggal membutuhkan sekitar 0,4 miligram asam folat per hari, maka sekitar 1 miligram asam folat direkomendasikan bagi ibu yang hamil kembar.

Editors' Picks

2. Morning sickness yang dialami tidak sesering kehamilan tunggal

2. Morning sickness dialami tidak sesering kehamilan tunggal
clevelandclinic.org

Ketika hamil kembar, Mama tidak sering mengalami morning sickness. Mitos atau fakta? Faktanya adalah Mama kemungkinan akan lebih sering mengalami morning sickness.

Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan hormon hCG atau hormon kehamilan. Tingginya kadar hormon hCG inilah yang membuat Mama lebih sering mengalami morning sickness saat hamil kembar.

Jadi jika Mama mengalami mual parah, ini normal kok. Tetapi untuk memastikan semuanya baik-baik saja, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter.

3. Ibu hamil kembar memiliki kemungkinan kecil untuk melahirkan normal

3. Ibu hamil kembar memiliki kemungkinan kecil melahirkan normal
dolphinmps.com

Melahirkan secara normal merupakan istilah bagi ibu hamil yang melahirkan melalui vagina. Hal ini ditentukan oleh beberapa hal, salah satunya adalah posisi bayi. Selama kepala bayi berada di bawah, ibu yang hamil kembar memiliki kemungkinan untuk melahirkan secara normal.

Kehamilan kembar yang tidak boleh melahirkan normal adalah ketika keduanya berada dalam presentasi bokong, kembar siam, terdapat dalam satu selaput air ketuban, atau kehamilan kembar lebih dari dua janin.

Mama juga akan melahirkan dengan operasi caesar jika terjadi malprestasi pada bayi pertama, misalnya karena posisinya melintang.

Jadi jika Mama memiliki kehamilan kembar, Mama masih berpeluang untuk melahirkan secara normal selama Mama dan janin dalam kondisi baik. Namun jika akhirnya Mama harus melahirkan secara normal, jangan berkecil hati. Proses melahirkan tidak menentukan apakah Mama adalah orangtua yang baik atau bukan.

4. Ibu hamil kembar berisiko lebih tinggi memiliki komplikasi kehamilan

4. Ibu hamil kembar berisiko lebih tinggi memiliki komplikasi kehamilan
Freepik/xb100

Pada beberapa kasus, hamil anak kembar memang memiliki risiko yang lebih besar ketimbang kehamilan tunggal. Kehamilan kembar membutuhkan lebih banyak pemantauan dokter dibandingkan dengan hamil tunggal.

Tetapi jangan khawatir, Ma, selama Mama rutin melakukan pemeriksaan dokter, risiko komplikasi dapat dicegah.

Berikut beberapa komplikasi kehamilan yang sering terjadi pada kehamilan kembar:

  • Preeklamsia,
  • diabetes gestasional,
  • twin to twin transfusion syndrome, ini terjadi ketika salah satu janin mengalami kekurangan aliran darah,
  • anemia.

5. Ibu yang hamil kembar akan melahirkan lebih awal jika dibandingkan dengan kehamilan tunggal

5. Ibu hamil kembar akan melahirkan lebih awal jika dibandingkan kehamilan tunggal
sheknows.com

Sebagian besar ibu yang mengandung janin kembar akan melahirkan pada usia kehamilan 36 hingga 37 minggu, bahkan lebih awal. Sedangkan ibu dengan kehamilan tunggal biasanya melahirkan pada usia kehamilan 40 minggu.

Kehamilan kembar memang berisiko lebih tinggi untuk mengalami persalinan prematur. Sehingga bayi kembar berisiko memiliki masalah pernapasan, lahir dengan berat badan rendah, serta memiliki lebih banyak masalah kesehatan dibanding bayi dari kehamilan tunggal.

Tetapi jangan berkecil hati, Ma, dengan perawatan yang baik dan pengawasan, bayi kembar pun akan selalu sehat seperti halnya bayi lain.

Nah, itu semua mitos dan fakta mengenai kehamilan kembar, Ma. Mitos apa yang pernah Mama dengar tentang kehamilan kembar?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.