Berbahayakan apabila Perut Terbentur saat Hamil?

Mitos yang beredar mengatakan dapat mengakibatkan keguguran saat itu juga. Benarkah?

1 Juni 2020

Berbahayakan apabila Perut Terbentur saat Hamil
Freepik/Nestea06

Saat hamil, semua wanita pasti berusaha menjaga kandungan sebaik-baiknya. Namun, terkadang ada banyak hal-hal yang terjadi di luar prediksi. Misalnya perut terbentur ketika hamil. Saat insiden ini terjadi, selain rasa sakit yang menyerang, Mama mungkin akan mengalami kepanikan, "Bagaimana dengan kondisi janinku? Apakah aku bisa keguguran karenanya?"

Berikut Popmama.com merangkum informasi tentang kondisi pada kandungan mama apabila perut mama tak sengaja mengalami trauma benturan ketika hamil, dilansir dari verywellfamily.com:

Apa yang Terjadi jika Perut Terbentur saat Hamil Trimester Pertama?

Apa Terjadi jika Perut Terbentur saat Hamil Trimester Pertama
Freepik.tirachardz

Pada masa awal kehamilan, rahim sepenuhnya dilindungi oleh panggul. Keguguran yang disebabkan oleh pukulan di perut lebih besar kemungkinannya tidak akan terjadi. 

Tulang-tulang panggul berperan sebagai penghalang dan pelindung. Rahim mama belum terekspos langsung pada fase ini, sehingga Mama dapat bernapas lega. Selama Mama tidak mengalami jatuh, benturan, atau pukulan yang parah, umumnya tidak terlalu bermasalah.

Editors' Picks

Apa yang Terjadi jika Perut Terbentur saat Hamil Trimester Kedua dan Ketiga?

Apa Terjadi jika Perut Terbentur saat Hamil Trimester Kedua Ketiga
Freepik

Di trimester kedua dan ketiga, rahim mulai 'mengintip' di atas panggul. Ada kemungkinan timbul masalah besar apabila Mama mengalami pukulan atau benturan di perut pada trimester kedua ini. 

Risiko akibat trauma pada perut selama kehamilan trimester kedua ini dapat menyebabkan terjadinya solusio plasenta. Karena bayi mama dilindungi oleh cairan ketuban, jadi kerusakan yang mungkin terjadi adalah pada plasenta, bukan langsung ke janin.

Memastikan Kondisi Bayi setelah Terjadi Trauma pada Perut saat Hamil

Memastikan Kondisi Bayi setelah Terjadi Trauma Perut saat Hamil
Pixabay/medical prudens

Penting untuk memeriksakan kondisi bayi dan memastikan plasenta masih dapat berfungsi dengan baik setelah terjadinya trauma benturan pada perut saat hamil. Dokter mungkin akan menganjurkan Mama melakukan pemeriksaan melalui:

Non-stress Test (NST)

NST adalah tes yang pertama kali dilakukan untuk melihat respon bayi dan mendeteksi potensi pola kontraksi yang mungkin dapat mengakibatkan masalah plasenta. Biasanya, NST dilakukan empat jam setelah trauma terjadi. 

Ultrasound

Tes ultrasound atau USG dilakukan untuk menemukan jika adanya kerusakan pada janin atau rahim mama dengan cara memvisualisasikannya. Tes ini dapat dilakukan pada usia kehamilan berapa pun. Tes ultrasound juga bisa diulang untuk melihat adanya perbaikan kondisi jika ada kerusakan yang terjadi.

Pertanyaan yang Perlu Diajukan pada Dokter

Pertanyaan Perlu Diajukan Dokter
Freepik/Biancoblue

Setelah mengalami trauma perut ketika hamil, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Tanyakan ke dokter hal-hal berikut ini, yang dapat menjadi bekal mama untuk mencermati apabila terjadi gejala-gejala yang menunjukkan tanda kondisi makin buruk. 

  • Tanda atau gejala apa yang biasanya timbul setelah trauma terjadi?
  • Tanda atau gejala apa yang timbul dan mengharuskan saya untuk segera ke rumah sakit?
  • Apakah trauma yang terjadi akan mengubah kesehatan kehamilan saya, misalnya melahirkan prematur?
  • Apakah saya dan bayi saya perlu menindaklanjuti masalah trauma ini setelah nanti melahirkan?

Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang ada di kepala mama, perlu ditanyakan sedetil-detilnya kepada dokter. 

Pastikan Mama memerhatikan semua gejala dan tanda-tanda yang mungkin muncul agar dokter dapat melakukan diagnosis, pengobatan, dan tindakan yang tepat untuk melindungi kesehatan mama maupun si Kecil di dalam kandungan.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.