Duh, Telinga Berdenging selama Kehamilan, Kenapa Ya?

Rasanya nggak nyaman banget deh

16 Januari 2021

Duh, Telinga Berdenging selama Kehamilan, Kenapa Ya
Freepik/evening_tao

Selama kehamilan, apakah Mama pernah mengalami telinga yang berdenging? Apakah Mama curiga hal ini terkait dengan kehamilan, tetapi tidak yakin apa penyebabnya? 

Telinga berdenging atau dalam istilah medis disebut dengan tinnitus dialami sekitar 15 persen populasi di seluruh dunia, termasuk ibu hamil. Kondisi ini bikin tidak nyaman tentunya ya, Ma. Kali ini Popmama.com akan merangkum informasi seputar tinnitus pada ibu hamil, serta bagaimana penanganannya, dilansir dari Mom Loves Best:

Apa Itu Tinnitus?

Apa Itu Tinnitus
Freepik/karlyukav

Tinnitus adalah nama medis dari kondisi kesehatan saat terjadi telinga berdenging. Namun, tinnitus tidak selalu merujuk pada suara dengingan. Bisa juga berupa suara mendesis, menderu, atau berdengung.

Tinnitus bukanlah diagnosis sendiri, melainkan biasanya hanya gejala dari suatu penyakit yang lebih dalam. Kehamilan pun bisa menjadi salah satu alasannya. 

Terkadang tinnitus disebabkan oleh alasan kecil. Tetapi karena tidak selalu demikian, penting untuk memeriksakan diri ke dokter ketika Mama mulai mengalami telinga berdenging terus menerus.

Editors' Picks

Apakah Tinnitus Umum Dialami s byelama Kehamilan?

Apakah Tinnitus Umum Dialami s byelama Kehamilan
Freepik/user18526052

Tinnitus memengaruhi lebih dari 50 juta orang di Amerika. Tidak menutup kemungkinan hal ini bisa kita alami lho, Ma. Tinnitus merupakan gejala masalah telinga yang paling umum dialami ibu hamil. 

Jika Mama pernah mengalami tinnitus, kerusakan pendengaran, kontak yang terlalu lama dengan suara keras atau sakit kepala, Mama berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya saat hamil. Kehamilan saja bukanlah penyebab tinnitus itu sendiri, melainkan faktor yang memperburuknya.

Penyebab Tinnitus saat Hamil

Penyebab Tinnitus saat Hamil
Freepik/cookie_studio

Cukup sulit mendiagnosis apa yang menjadi penyebab utama tinnitus yang diderita. Yang paling umum adalah penumpukan kotoran yang menyumbat saluran telinga luar. Ini menyebabkan gendang telinga tidak dapat beroperasi dengan baik jika salurannya tersumbat. Apabila ini penyebabnya, Mama hanya perlu membersihkan telinga dengan baik.

Sakit kepala juga dituding sebagai salah satu penyebab utama tinnitus. Telinga berdenging bisa menjadi tanda awal migrain. Kondisi ini lebih berisiko pada ibu hamil.

Penyebab tinnitus lainnya pada ibu hamil yang juga berkontribusi besar adalah tekanan darah tinggi. Tekanan darah yang meningkat dapat menyebabkan tinnitus karena otak sangat dekat dengan telinga dan ada banyak pembuluh darah di area tersebut.

Penyebab terakhir yang juga diduga menjadi pemicu tinnitus saat hamil adalah fluktuasi hormon. Hormon yang berubah-ubah dalam tubuh mama membantu tumbuh-kembang janin dalam kandungan, tetapi hal ini menimbulkan masalah lain karena fluktuasinya. Termasuk soal telinga yang berdenging.

Selain hal-hal di atas, penyebab tinnitus pada ibu hamil yang juga patut diperhatikan adalah stres dan depresi, serta preeklampsia yang berdampak pada lima persen ibu hamil di seluruh dunia.

Berapa Lama Tinnitus Bertahan?

Berapa Lama Tinnitus Bertahan
Freepik/cookie_studio

Durasi tinnitus bergantung sepenuhnya pada penyebabnya. Jika murni terkait kehamilan, dari hormon atau faktor terkait, masalah ini akan hilang beberapa minggu setelah Mama melahirkan.

Beberapa tinnitus bersifat jangka pendek, seperti setelah mendengar suara bising atau saat terserang migrain. Masalah ini akan hilang segera setelah Mama mengistirahatkan telinga dan menghindari pemicunya, jadi tidaklah permanen.

Namun, tinnitus kronis bisa saja terjadi dan penyebabnya lebih serius ketimbang alasan umum seperti yang disebutkan di atas. Seorang dokter akan memberi gambaran yang lebih baik setelah memeriksa telinga, pendengaran, dan fungsi terkait lainnya.

Mengatasi Tinnitus selama Kehamilan

Mengatasi Tinnitus selama Kehamilan
Freepik/Katemangostar

Sayangnya, masih belum ada obat yang dapat menyembuhkan tinnitus karena ini bukanlah penyakit. Yang dapat dilakukan adalah mengobati gejalanya dan mencegahnya memburuk. Berikut ini beberapa cara mudah yang dapat dilakukan:

  • Hindari suara yang bising dan memekakkan telinga
  • Mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung seng untuk mengatasi masalah pendengaran
  • Terapkan diet makanan sehat yang seimbang gizi dan hindari gula, garam, serta kafein
  • Melakukan meditasi dan yoga dapat membuat tubuh serta pikiran lebih rileks, serta mengurangi otot tegang, sakit kepala, dan depresi atau faktor lain terkait stres yang dapat memperburuk tinnitus.

Jika gejalanya semakin memburuk dan mengganggu keseharian Mama, segera konsultasikan tinnitus pada ibu hamil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.