Ups, Saat Hamil Sebaiknya Jauhkan Diri Dari 5 Aroma Ini

Padahal dulunya Mama suka banget sama aroma itu, tapi sekarang kok malah mual ya?

22 Mei 2020

Ups, Saat Hamil Sebaik Jauhkan Diri Dari 5 Aroma Ini
Freepik/dragana-gordic

Parfum favorit, aroma nasi yang baru matang, aroma rumput yang basah. Semuanya adalah aroma-aroma yang dulunya mungkin terasa begitu nikmat menggelitik saraf penciuman. Tetapi, ketika hamil, semua aroma-aroma itu seketika berubah menjadi musuh besar. 

Tanpa alasan yang jelas dan dapat dipahami, ketika hamil indera penciuman menjadi lebih sensitif. Bukan hanya sekadar bikin ingin menjauh, aroma-aroma tertentu juga dapat memancing sakit kepala, mual, hingga muntah. 

Berikut ini Popmama.com merangkum jenis-jenis aroma yang sensitif bagi indera penciuman ibu hamil, dilansir dari verywellfamily.com:

1. Aroma makanan

1. Aroma makanan
Freepik/Whatwolf

Ketika hamil, Mama mungkin merasakan love-hate relationship dengan makanan. Suatu hari, Mama sangat menginginkan makanan tertentu. Keinginan itu tidak terbendung, sampai pada akhirnya mencium aroma makanan yang justru malah bikin muak. 

Setiap ibu hamil mengembangkan preferensinya masing-masing terhadap aroma makanan yang bikin mual ini. Tetapi, pada umumnya ibu hamil lebih sensitif terhadap aroma bawang-bawangan, kari, nasi yang baru matang, sirup dengan aroma menyengat, bahkan buah-buahan.

Editors' Picks

2. Aroma alam

2. Aroma alam
Pexels/Monika Balčiūnienė

Siapa sih yang tidak suka dengan aroma rumput yang segar di pagi hari? Ada, tentu saja para ibu hamil yang indera penciumannya jadi lebih sensitif itu. Rumput segar, tunas bunga, bau air laut, bau tanah sehabis hujan, dan aroma yang berasal dari alam lainnya, bisa menjadi pemicu mual, muntah, dan sakit kepala pada ibu hamil.

Mungkin terdengar aneh. Tapi ini benar-benar bisa terjadi!

3. Aroma tubuh

3. Aroma tubuh
Freepik/Victoriafly

Aroma tubuh orang lain ternyata dapat memancing mual pada ibu hamil. Bukan hanya orang yang memang badannya berbau menyengat dari asalnya saja lho, Ma. Melainkan juga aroma yang tergolong wajar, seperti deodoran atau parfum yang dipakai orang lain. 

Bagi orang lain, aroma yang menempel di tubuh mungkin tidak begitu kentara tercium. Tapi bagi sang Mama yang lebih peka, aromanya bisa jadi sangat menusuk hidung.

Mama mungkin sering mendengar ada ibu hamil yang benci dengan aroma tubuh pasangannya. Nah, itu bukan berarti suaminya bau badan, tetapi itu bisa jadi karena indera penciuman ibu hamil yang lebih sensitif.

4. Aroma binatang peliharaan

4. Aroma binatang peliharaan
Pixabay/Lenka Novotná

Semua orang tahu, si Bulu-bulu kesayangan memang punya aroma yang khas dan walaupun tidak begitu enak, kita tetap suka memanjakannya. Tapi itu dulu, sebelum kehamilan mengubah segalanya. 

Aroma yang keluar dari tubuh hewan peliharaan itu sendiri, kotak kotoran kucing, bahkan makanan mereka, tercium begitu memuakkan. Banyak wanita hamil mengalami kesulitan untuk berdekatan dengan hewan peliharaan kesayangannya, bahkan jika itu hanya untuk mengajak mereka berjalan-jalan.

5. Aroma kimiawi

5. Aroma kimiawi
Pixabay/Michael-T

Benda-benda yang mengandung bahan kimia, seperti cat, cat kuku, aneka pembersih, dan bensin, merupakan musuh yang mudah sekali mencetuskan sakit kepala, mual, dan muntah. Selain itu, bahan-bahan yang terkandung dalam benda-benda ini berbahaya jika Mama menciumnya. 

Saat hamil memang sebaiknya Mama menjauhkan diri dari paparan bahan-bahan kimia. Jika terpaksa menggunakannya, pastikan ruangan memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Gantilah bahan-bahan pembersih kimiawi dengan bahan-bahan organik alami. 

Tiap orang memiliki tingkat senstivitas penciuman yang berbeda-beda. Ketahui mana aroma yang paling memicu rasa mual, sakit kepala, dan muntah sehingga Mama bisa menghindarinya. Bernapas melalui mulut dapat mengurangi paparan sumber bau menyengat. Pastika membawa masker atau tisu dan aroma yang dapat menetralisir seperti minyak essensial favorit untuk mengurangi paparan aroma yang sensitif bagi Mama.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.