8 Mitos “Gila” Seputar Kesuburan Perempuan Ini Bikin Geleng Kepala

: Nomor 6 kreatif banget ya...

23 Februari 2019

8 Mitos “Gila” Seputar Kesuburan Perempuan Ini Bikin Geleng Kepala
playbuzz.com

Buat kamu dan pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, baik itu anak pertama, kedua atau selanjutnya, percaya nggak dengan mitos-mitos seputar kesuburan yang ada di masyarakat? Atau justru kamu pernah termakan mitos itu dan melakukannya.

Nah, supaya nggak salah dan asal ikut kata orang, ketahui dulu kebenaran mitos-mitos seputar persiapan kehamilan. Berikut mitos-mitos “gila” dari berbagai negara yang bisa bikin kamu geleng kepala.

1. Perempuan butuh orgasme agar hamil

1. Perempuan butuh orgasme agar hamil
independent.co.uk

Orgasme adalah bonus bagi perempuan dalam berhubungan suami-istri. Jadi kamu nggak harus mengalami orgasme untuk hamil. Memang saat orgasme, kondisi rahim akan memudahkan jalannya sperma menuju ke tuba falopi, tapi bukan berarti saat perempuan nggak orgasme lantas kehamilan nggak terjadi.

2. Menelan sperma membuat perempuan lebih subur

2. Menelan sperma membuat perempuan lebih subur
wallup.net

Kamu percaya dengan mitos ini? Sperma memang punya manfaat lain bagi perempuan, seperti untuk facial atauk krim perawatan wajah. Meski sperma mengandung protein yang tinggi, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa menelan sperma bisa meningkatkan kesuburan.

Baca juga: 5 Mitos yang Bisa Bikin Perempuan Cepat Hamil

3. Menyusui adalah kontrasepsi alami

3. Menyusui adalah kontrasepsi alami
freepik

Mitos lama ini memang ada benarnya, bahwa perempuan yang sedang menyusui kesuburannya akan menurun. Tapi nggak semua perempuan begitu, jadi jangan mengandalkan menyusui sebagai alat kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan terjadi ya Ma.

Menurut ahli kandungan, ada 3 hal yang harus diketahui kapan waktu Mama nggak subur, yaitu: 

  • Rentang waktu pasca melahirkan sampai mendapatkan menstruasi pertama.
  • Bayi hanya mendapatkan ASI langsung dari Mama sesuai permintaannya, tanpa ada makanan dan minuman tambahan.
  • Usia bayi kurang dari 6 bulan.

4. Mengangkat kaki setelah berhubungan seks bisa hamil

4. Mengangkat kaki setelah berhubungan seks bisa hamil
gallery.je

Sekilas mitos ini cukup logis karena posisi demikian membuat sperma cepat sampai pada tuba falopi. Padahal posisi ini justru hanya membuat kaki kamu keram dan mati rasa.

Sperma bersifat anti gravitasi, sehingga dia akan langsung menuju tuba falopi setelah ejakulasi.

Saat ejakulasi, sperma yang dikeluarkan laki-laki sehat berjumlah 20-80 juta, jadi meski ada yang tercecer, masih banyak yang lain untuk menghasilkan kehamilan.

Nggak perlu mengangkat kaki ke atas, cukup ganjal pinggul dengan bantal kecil.

Editors' Picks

5. Sering makan ubi atau singkong bisa hamil bayi kembar

5. Sering makan ubi atau singkong bisa hamil bayi kembar
coupleofpics.com

Mitos ini muncul di desa Igbo-Ora di Afrika yang punya tingkat kelahiran bayi kembar yang tinggi. Sejumlah peneiliti yang berkunjung mengamati bahwa masyarakat setempat sering mengonsumsi ubi atau singkong.

Satu-satunya penelitian tentang hubungan ubi/singkong bisa meningkatkan kesuburan dilakukan seorang mahasiswa Yale University, tapi bukan tentang hamil bayi kembar.

Penelitian ini juga belum dibuktikan secara resmi, sehingga dianggap sebagai mitos.

Baca juga: Bikin Nggak Gampang Sakit! Ini 7 Manfaat Ubi untuk Bayi

6. Minum obat batuk bisa meningkatkan kesuburan

6. Minum obat batuk bisa meningkatkan kesuburan
home.bt.com

Mitos ini ada sejak 1980an, tepatnya di tahun 1982 ada penelitian yang menganggap sirup obat batuk dengan kandungan guaifenesin bisa mencairkan lendir serviks yang sama seperti kemampuannya mengencerkan dahak.

Jadi kegunaannya dianggap bisa memudahkan sperma berenang ke tuba falopi. Tapi penelitian ini sampai sekarang belum terbukti kebenarannya, hanya menjadi mitos belaka.

7. Mengonsumsi Pil KB terlalu lama bisa kesulitan hamil

7. Mengonsumsi Pil KB terlalu lama bisa kesulitan hamil
lifesitenews.com

Mitos ini sama sekali nggak benar. Faktanya 80 persen perempuan bisa hamil setelah setahun berhenti mengonsumsi Pil KB.

Penggunaan Pil KB memang membuat siklus menstruasi kacau dan Mama butuh waktu untuk kembali normal.

8. Mengadopsi anak untuk “memancing” kehamilan

8. Mengadopsi anak “memancing” kehamilan
today.com

Nggak ada bukti penelitian secara ilmiah yang mendukung mitos ini. Tapi sampai sekarang banyak orang yang masih percaya “memancing” kehamilan dengan cara mengadopsi anak, bahkan beberapa mengaku berhasil membuktikannya.

Percaya nggak percaya kalau jadinya begini ya, Ma.

Merencakan kehamilan, butuh persiapan yang matang, bukan hanya percaya dari mitos-mitos yang justru bisa membahayakan pasangan suami-istri.

Jika ingin hamil, lebih tepat berkonsultasilah ke dokter kandungan untuk memeriksakan kesehatan dan makan-makanan yang bergizi, jangan lupa berdoa ya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!