TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Benarkah Mandi Air Panas setelah Berhubungan dapat Mencegah Kehamilan?

Yuk cek faktanya berikut ini, Ma!

10 Agustus 2022

Benarkah Mandi Air Panas setelah Berhubungan dapat Mencegah Kehamilan
Unsplash/Mitchell Orr

Pernahkan kamu mendengar mitos kalau berhubungan seks sambil berendam di air panas dapat mencegah kehamilan? Hingga saat ini masih banyak pasangan yang percaya akan mitos tersebut.

Selain itu, berendam di air panas membuat badan jadi lebih rileks setelah melakukan aktivitas seksual. Ada juga yang berpendapat setelah berhubungan seks kalau seorang perempuan sering melakukan kegiatan mandi air panas ini maka mengurangi tingkat keberhasilan kehamilan.

Oleh sebab itu, demi mencegahnya beberapa perempuan yang ingin menunda kehamilan akan membersihkan diri dan berendam di air panas setelah berhubungan.

Tetapi ada anggapan berendam di air panas juga dapat menurunkan kualitas sperma pada laki-laki sehingga menyebabkan pasangannya sulit hamil.

Apakah ini mitos belaka atau ada hubungan mandi air panas setelah behubungan dengan cara mencegah kehamilan.

Agar tak penasaran, sama-sama kita akan mengupas fakta mengenai benarkah mandi air panas setelah berhubungan dapat mencegah kehamilan? Yuk simak penjelasannya dari Popmama.com berikut ini.

Editors' Picks

Hubungan Mandi Air Panas dengan Kualitas Jumlah Sperma

Hubungan Mandi Air Panas Kualitas Jumlah Sperma
Unsplash/Deon Black
Ilustrasi motilitas sperma yang melambat akibat asthenozoospermia

Melansir dari Baby Center, pasangan terutama pada laki-laki yang merencanakan program kehamilan mungkin harus menghindari berendam terlalu sering atau terlalu lama di bak mandi air panas. 

Penelitian telah menunjukkan penurunan yang signifikan dalam jumlah sperma ketika testis berulang kali terkena panas. Berada di bak mandi air panas selama lebih dari 30 menit bisa sedikit menurunkan jumlah sperma. 

Mungkin diperlukan empat hingga enam bulan setelah berendam di bak mandi air panas agar jumlah sperma laki-laki kembali normal.

Ada juga beberapa bukti bahwa paparan panas dapat merusak DNA sperma. Untuk menjaga kualitas serta menghasilkan sperma yang sehat, seseorang harus berada di lingkungan yang tidak terlalu ekstrem. 

Aktivitas yang menghasilkan panas di sekitar skrotum, seperti berendam air panas, bersepeda, sauna, dan mengenakan pakaian dalam yang ketat biasanya masih diperbolehkan untuk beberapa laki-laki yang tidak mengalami gangguan kesuburan. 

Tetapi seorang laki-laki dengan jumlah sperma yang sedikit harus menghindari kebiasaan tersebut jika dia dan pasangannya sedang mencoba merencanakan kehamilan.

Meski, suhu air yang dipanaskan sebenarnya tidak menurunkan jumlah sperma laki-laki sampai ke level yang membuat pasangannya sulit hamil, mungkin ada faktor lain berkaitan dengan masalah kesuburan yang dimilki tiap laki-laki. 

Pasalnya, jika jumlah sperma berkurang pun, 200 sampai 500 juta sperma sudah lebih dari cukup untuk mencapai pembuahan.

Setelah Behubungan Seks, Apakah Tetap Masih Bisa Hamil Jika Perempuan Mencuci Vaginanya dengan Air Panas?

Setelah Behubungan Seks, Apakah Tetap Masih Bisa Hamil Jika Perempuan Mencuci Vagina Air Panas
Pexels/cliffbooth

Ya, kamu masih bisa hamil. Membilas vagina meski itu dengan air panas, douche, atau menggunakan sabun setelah berhubungan seksual tanpa pelindung tidak akan mengurangi risiko kehamilan. 

Faktanya, jika seorang perempuan melakukan douche setelah berhubungan intim, ada kemungkinan hal itu justru mendorong sperma lebih jauh ke atas sampai ke leher rahim, sehingga sperma lebih mudah untuk membuahi sel telur.

Kehamilan bisa terjadi ketika ejakulasi atau praejakulasi masuk ke dalam vagina.

Meski tak ada bukti yang menunjukkan bahwa air panas mempengaruhi sel telur perempuan tetapi seperti yang kamu tahu bahwa berendam air panas dan sauna tidak dianjurkan selama kehamilan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menaikkan suhu tubuh selama awal kehamilan, misalnya dengan berendam di bak mandi air panas, sauna, dan olahraga yang berlebihan meningkatkan risiko cacat lahir tabung saraf dan kelainan bawaan lainnya.

Sebuah studi tahun 2003 melaporkan bahwa perempuan yang sering berendam di bak mandi air panas di awal kehamilan dua kali lebih mungkin mengalami keguguran.

Menurut Studi Sains : Perempuan Disarankan untuk Tidak Mandi Air Panas setelah Berhubungan Seks

Menurut Studi Sains Perempuan Disarankan Tidak Mandi Air Panas setelah Berhubungan Seks

Setelah berhubungan seks, mungkin banyak perempuan termasuk kamu yang memillih mandi air panas atau berendam di bak mandi. Terkadang ini jadi pilihan terbaik bagi banyak pasangan.

Karena seks bisa membuat perasaan bahagia, tenang dan rileks, jadi alangkah lebih menyenangkan untuk mengakhiri momen tersebut dengan cara mandi atau berendam di bak air panas. Bahkan beberapa perempuan mungkin rutin melakukan kegiatan ini.

Namun, melansir dari The Times of India ternyata hal tersebut bertentangan dengan sains. Sebuah studi tidak menyarankan perempuan untuk mandi dengan air panas setelah berhubungan seksual.

Pasalnya, vulva perempuan membengkak karena rangsangan seksual yang bisa menyebabkan vagina terbuka. Setelah ini terjadi, bagian kewanitaan akan rentan terhadap infeksi. Makanya, mandi air panas bisa membuat vagina rentan terhadap infeksi dan mengakibatkan iritasi pada organ intim perempuan.

Jika kamu ingin mencegah risiko infeksi yang bisa memicu penyakit menular seksual maka disarankan untuk “bermain aman” dengan pasangan, hindari juga berendam di bak mandi air panas saat mencoba hamil, ya.

Nah, itulah penjelasan mengenai benarkah mandi air panas setelah berhubungan dapat mencegah kehamilan? Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu, ya.

Baca juga : 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk