Rencanakan Kehamilan dengan 5 Langkah Sehat Ini!

Kehamilan sehat berawal dari perencanaan yang matang

2 Februari 2020

Rencanakan Kehamilan 5 Langkah Sehat Ini
Freepik/Jcomp

Tahukah Mama bahwa sekitar 50% dari kehamilan itu tidak direncanakan? Kehamilan tidak terencana bisa berdampak serius pada perjalanan kehamilan seorang ibu.

Maka, merencanakan kehamilan dengan tepat, Mama bisa lebih menikmati masa kehamilan yang sehat, minim komplikasi, atau keluhan. Tentu kondisi seperti ini berdampak positif bagi psikologis Mama dan tumbuh kembang janin kan?

Yuk, simak penelusuran Popmama.combagaimana merencanakan kehamilan dengan 5 langkah sehat berikut, yang dilansir dari verywellfamily.com.

1. Checkup rutin pada masa prakonsepsi

1. Checkup rutin masa prakonsepsi
Freepik/Yanalya

Saat merencanakan kehamilan, ada baiknya Mama dan Papa sudah mulai berkonsultasi dengan dokter kandungan. Langkah ini perlu agar dokter bisa memeriksa kesehatan Mama dan Papa secara menyeluruh.

Jika ditemukan penyakit atau kondisi tertentu sebelum Mama hamil, tentu akan lebih mudah ditangani daripada terlambat mengetahuinya. Maka, dampak dari kondisi tersebut bisa ditekan seminimal mungkin pada kehamilan dan tumbuh kembang janin nantinya.

Kemudian, bagi Mama dan Papa yang aktif memakai kontrasepsi, coba diskusikan dengan dokter kandungan kapan waktu tepat untuk menghentikan kontrasepsi tersebut dan memulai program kehamilan.

2. Mulai mengonsumsi vitamin prenatal

2. Mulai mengonsumsi vitamin prenatal
Freepik/Eva058929

Mengonsumsi vitamin prenatal yang mengandung asam folat ternyata tidak perlu menunggu Mama hamil. Justru, vitamin ini baik dikonsumsi saat Mama menjalani program hamil.

Beberapa vitamin prenatal diyakini secara ilmiah menekan risiko terjadinya cacat lahir atau neural tube defects (NTD), seperti anencephaly dan spina bifida.

Editors' Picks

3. Beralih ke gaya hidup sehat

3. Beralih ke gaya hidup sehat
Freepik

Merokok, minum minuman beralkohol, dan minum minuman berkafein harus Mama dan Papa lakukan sebelum kehamilan itu tiba. Menunda perubahan gaya hidup sehat ini hingga Mama dinyatakan hamil, meski belum terlambat, risikonya lebih besar pada perkembangan janin.

Sebaiknya, jika Mama memang fokus ingin program hamil, segera berhenti merokok, minum minuman beralkohol, dan minuman berkafein. Hal ini juga berlaku pada Papa ya.

Selain itu, coba mulai menghilangkan paparan zat berbahaya yang bisa saja Mama dapatkan dari lingkungan sekitar. Cari tahu zat berbahaya apa yang mungkin Mama atau Papa hirup tanpa sadari sehari-hari.

Misalnya, zat kimia tertentu, sinar x dari rontgen, atau polusi udara. Sebisa mungkin hindari terpapar zat tersebut, atau lakukan proteksi diri (misalnya, memakai masker saat bekerja dan bepergian ke luar rumah).

4. Banyak membaca informasi seputar kehamilan

4. Banyak membaca informasi seputar kehamilan
Freepik

Termasuk di dalamnya bagaimana cara mempersiapkan kehamilan, aturan berhubungan intim di masa subur, hingga mencermati tanda-tanda awal kehamilan.

Padat informasi kadang tidak menjamin Mama akan mudah menjalaninya saat kehamilan itu benar terjadi. Setiap kehamilan berbeda dan tak jarang semua kehamilan sama persis seperti yang dituliskan di buku.

Namun, paling tidak Mama sudah tahu apa saja sih yang akan dihadapi selama masa kehamilan. Begitu juga dengan Papa. Jadi, saat menemukan sesuatu yang belum pernah dialami, Mama Papa sama-sama sudah aware dengan isu tersebut. Misalnya, mual muntah, perut kram, flek atau pendarahan ringan, dan kepala pusing.

5. Cek juga asuransi kesehatan

5. Cek juga asuransi kesehatan
Pixabay/stevepb

Tidak semua asuransi kesehatan menanggung kehamilan secara penuh, mulai dari program kehamilan, kontrol rutin, hingga melahirkan nanti. Ada baiknya Mama dan Papa mengecek kembali asuransi kesehatan yang selama ini melindungi kesehatan keluarga.

Cara ini juga akan membantu Mama menyiapkan dana melahirkan nanti. Dengan mengetahui berapa besaran biaya melahirkan yang ditanggung asuransi, Mama dan Papa bisa cermat merencanakan bujet persiapan kelahiran si kecil tanpa perlu merasa stres berkepanjangan.

Bagaimana, Ma, siap mencoba 5 langkah sehat untuk merencanakan kehamilan di atas? Semoga hasilnya berbuah manis untuk Mama dan Papa!

Bacajuga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.