7 Ciri-Ciri Masa Subur Perempuan Saat Program Hamil

Saat waktu ini tiba, Mama bisa mulai melakukan hubungan intim teratur

21 September 2019

7 Ciri-Ciri Masa Subur Perempuan Saat Program Hamil
Pexels/I Love Simple Beyond

Saat sedang melakukan program hamil, penting bagi Mama untuk mengetahui kapan sebenarnya masa subur sedang atau akan terjadi. Ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan peluang hamil.

Dengan mengetahui kapan masa subur, Mama juga akan mengetahui secara pasti kapan kira-kira sel telur akan dilepaskan. Jika demikian, sperma pun akan menjadi lebih mudah untuk bisa mencapai sel telur dan terjadi proses pembuahan.

Selain dengan metode kalender, alias menandai waktu-waktu di mana Mama haid, masa subur juga bisa dikenali lewat ciri-ciri khusus yang tampak pada tubuh Mama. Jika Mama cermat, ciri-ciri ini bisa dengan mudah dikenali, lho.

Yuk disimak, berikut rangkuman informasi tentang ciri-ciri masa subur yang bisa Mama ketahui dari Popmama.com:

1. Suhu tubuh mengalami perubahan

1. Suhu tubuh mengalami perubahan
Freepik

Saat sedang masa subur, suhu basal tubuh Mama alias suhu saat tubuh istirahat akan mengalami perubahan. Suhu ini biasanya diukur pada saat baru bangun tidur, Ma.

Mendekati masa subur, suhu tubuh biasanya akan sedikit mengalami penurunan. Kemudian akan kembali naik setelah masa subur lewat.

Misalnya, mendekati masa subur suhu tubuh akan berkisar antara 36,1 sampai 36,4 derajat Celcius. Nantinya angka ini akan mengalami peningkatan antara 0,5 sampai 1 derajat Celcius alias antara 36,5 sampai 37,4 derajat Celcius.

Agar kenaikan suhu tubuh rata-rata bisa terdeteksi, jangan lupa mengukur dan mencatat perubahan suhu tubuh Mama di waktu ini secara teratur setiap bulannya, ya.

2. Gairah seks mengalami peningkatan

2. Gairah seks mengalami peningkatan
Pexels/Rawpixel.com

Jika biasanya gairah seks Mama biasa-biasa saja, maka pada waktu mendekati masa subur kondisi ini akan mengalami perubahan. Gairah dan dorongan untuk melakukan hubungan intim akan meningkat.

Dalam kondisi ini, tanpa disadari Mama akan merasa lebih ingin melakukan hubungan intim daripada biasanya.

Tak perlu khawatir, Ma. Ini merupakan respons alami yang menandakan bahwa tubuh sedang siap untuk bereproduksi.

3. Muncul cairan dari vagina

3. Muncul cairan dari vagina
Pexels/Vanessa Ramirez

Pada masa subur, perhatikan juga akan adanya cairan bening dan transparan dari vagina. Tekstur cairan ini umumnya sedikit lengket, mirip seperti putih telur.

Berbeda dengan keputihan yang biasanya diiringi dengan muncul rasa gatal dan tidak nyaman, maka pada cairan saat masa subur ini tidak demikian. Keluarnya hampir tidak bisa diprediksi dan hampir tidak menimbulkan rasa gatal.

Cairan ini memiliki fungsi untuk membantu mempermudah sperma untuk bergerak dan masuk menuju sel telur, Ma. Saat cairan ini sudah mulai muncul, inilah tandanya Mama sedang berada dalam masa subur dan tubuh siap untuk melakukan proses pembuahan.

Editors' Picks

4. Keluar bercak berwarna cokelat kemerahan

4. Keluar bercak berwarna cokelat kemerahan
Freepik

Sebagian wanita akan mengalami munculnya bercak berwarna cokelat kemerahan selama masa subur. Kondisi ini juga normal dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan, Ma.

Ini terjadi karena folikel yang mengelilingi dan melindungi sel telur terlepas dan menimbulkan sejumlah kecil perdarahan.

Meskipun bisa dikatakan aman, namun apabila bercak terus-menerus muncul dan diiringi dengan gejala lain seperti nyeri perut yang berlebihan dan demam, segera cek ke dokter untuk menentukan apakah mungkin hal ini terjadi karena ada infeksi.

5. Nyeri panggul atau perut bagian bawah

5. Nyeri panggul atau perut bagian bawah
Freepik

Proses pelepasan sel telur seringkali juga menimbulkan rasa nyeri ringan di bagian panggul atau perut bagian bawah. Rasa nyeri ini dapat berlangsung antara beberapa menit hingga hitungan jam.

Rasa nyeri juga bisa dibarengi dengan mual atau rasa tidak nyaman di bagian perut. Tapi tak perlu langsung terburu-buru minum obat antinyeri ya, Ma. Nantinya rasa nyeri ringan ini akan hilang dengan sendirinya, kok. Ringankan rasa nyeri dengan beristirahat cukup, minum minuman hangat dan makan secukupnya.

Namun demikian, jika nyeri tetap terus terjadi dan bahkan terasa semakin berat, cek ke dokter untuk memeriksa apakah ini mungkin terjadi karena sebab yang lain. Misalnya seperti endometriosis atau kista ovarium.

Jika perlu, pantau dan catat gejala ovulasi Mama setiap bulan untuk mengetahui seperti apa tanda-tanda masa subur yang normal bagi tubuh. Dengan begitu, saat nantinya terjadi sesuatu yang terasa berbeda, Mama bisa segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

6. Nyeri payudara

6. Nyeri payudara
Pexels/Picjumbo.com

Perhatikan sensitivitas di area payudara dan puting susu. Masa subur dapat membuat area tersebut menjadi lebih lunak, sensitif dan mudah merasa nyeri.

Semua ini disebabkan oleh adanya aliran hormon yang masuk ke dalam tubuh sebelum dan setelah masa subur, Ma. Kondisi ini seringkali membuat area payudara menjadi lebih mudah nyeri saat disentuh.

Baca juga: Payudara Terasa Nyeri dan Tak Nyaman? Mungkin 5 Hal Ini Pemicunya

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Payudara Saat Hamil

7. Perubahan pada serviks

7. Perubahan serviks
Pexels/Pixabay

Selama masa subur, serviks di tubuh Mama kemungkinan akan menjadi lebih lembut, sensiti dan juga menjadi lebih terbuka. Pada sebagian wanita, kondisi ini bisa membuat hubungan intim akan terasa lebih sakit.

Ini karena vagina mengeluarkan lebih banyak pelumas akibat proses sekresi yang terjadi, Ma. Jangan ragu untuk membicarakan hal ini juga dengan Papa agar lebih berhati-hati saat melakukan hubungan intim.

Coba perhatikan lagi, apakah ciri-ciri ini juga sering Mama alami juga setiap bulannya? Jika ya, jangan lupa tandai dan kenali agar Mama bisa lebih mudah mengetahui ciri khas tubuh saat masa subur, ya.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!