5 Gejala Kista Ovarium yang Tak Boleh Diabaikan

Apakah Mama sering mengalami gejala-gejala ini?

21 Juli 2019

5 Gejala Kista Ovarium Tak Boleh Diabaikan
Freepik

Salah satu jenis penyakit yang kerap menghantui perempuan adalah segala sesuatu yang terjadi di bagian sistem reproduksi. Kista ovarium menjadi satu di antara sekian banyak penyakit tersebut, Ma.

Kista ovarium merupakan tumor jinak yang berupa pembesaran pada ovarium (indung telur). Benjolah tersebut biasanya berisi cairan.

Ovarium menjadi bagian penting dalam sistem reproduksi perempuan, yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur, serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron.

Namun demikian, kista ovarium termasuk masalah yang umum, Ma.

Meski pada sebagian besar kasus kista ini tidak menimbulkan keluhan, namun ada beberapa gejala khas yang perlu Mama kenali.

Dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber, berikut gejala khas kista ovarium tersebut, Ma:

1. Nyeri panggul

1. Nyeri panggul
Freepik/Dasit

Dikutip dari Mayo Clinic, pada sebagian kasus, kista ovarium biasanya berukuran kecil. Bahkan kista juga bisa mengecil sendiri tanpa pengobatan.

Tetapi kadang-kadang kista juga bisa membesar dan jika sudah demikian, Mama bisa merasakan nyeri panggul atau kembung pada perut. Terutama di perut bagian bawah.

Nyeri juga bisa dirasakan di bagian perut, rasanya seperti kram saat akan mendekati waktunya haid.

Rasa nyeri pun bisa menjalar hingga ke bagian bawah punggung dan paha. Perhatikan frekuensi dan tingkat nyerinya, Ma.

Apabila rasa yang terjadi sudah semakin mengganggu, lebih baik segera periksakan diri ke dokter.

Bacajuga:

2. Nyeri saat berhubungan intim

2. Nyeri saat berhubungan intim
Freepik/Rawpixel.com

Apabila beberapa waktu belakangan ini Mama merasakan ada nyeri di bagian perut bagian bawah atau panggul saat berhubungan intim, ini juga bisa menjadi gejala dari kista ovarium.

Dilansir Medical News Today, kondisi ini sering dikenal juga sebagai dyspareunia alias nyeri panggul selama berhubungan intim.

Selain saat berhubungan intim, keluhan nyeri dan tidak nyaman ini juga bisa dirasakan perempuan setelah berhubungan intim.

Jadi, jangan anggap remeh adanya sensasi nyeri tak biasa saat dan setelah berhubungan intim.

Editors' Picks

3. Gangguan pada sistem pencernaan

3. Gangguan sistem pencernaan
Freepik

Adanya kista pada ovarium jika ukurannya sudah terlalu besar seringkali juga mulai bisa mengganggu sistem pencernaan. Akibatnya, masalah pencernaan seperti nyeri saat buang air besar juga bisa terjadi.

Ini adalah karena adanya tekanan pada usus, Ma. Selain nyeri saat buang air besar, seringkali kista ovarium juga menimbulkan gejala lain seperti diare atau justru sembelit.

Tak cuma itu, Mama juga mungkin akan merasakan sensasi kembung, bengkak atau perut terasa begah dan berat.

4. Peningkatan frekuensi buang air kecil

4. Peningkatan frekuensi buang air kecil
Freepik

Selain masalah pada sistem pencernaan, kista ovarium yang ukurannya sudah membesar juga bisa mengganggu proses pengosongan kandung kemih.

Akibatnya, Mama mungkin akan menjadi lebih sering buang air kecil. Perubahan ini disebabkan oleh adanya tekanan berlebih pada kandung kemih.

Mama juga bisa merasakan sensasi seperti ingin buang air kecil terus-menerus, meskipun kandungan kemih sebenarnya belum penuh. Demikian dilansir National Health Services UK.

5. Siklus haid tidak teratur

5. Siklus haid tidak teratur
Rawpixel.com

Masalah pada hormon alias ketidakseimbangan hormon juga menjadi salah satu gejala dari kista ovarium yang perlu Mama pahami. Adanya perubahan pada hormon ini kemudian turut menimbulkan tanda dan gejala lainnya.

Salah satunya yaitu siklus haid yang menjadi tidak teratur. Jika sudah haid, darah haid yang keluar bisa menjadi lebih sedikit atau justru menjadi lebih banyak dari biasanya.

Adanya gangguan pada hormon pun dapat memicu perubahan pada proses pertumbuhan rambut dan payudara, terutama jika terjadi pada perempuan dalam masa pubertas.

Gejala-gejala tersebut perlu lebih diperhatikan apabila disertai dengan demam, lemas dan napas cepat. Sebab jika sudah terjadi demikian, bisa jadi kista yang terjadi sudah membesar dan butuh tindakan lebih lanjut dari dokter.

Jadi, jangan ragu untuk segera cek ke dokter ya, Ma!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;