Selain Telat Haid, Ini 7 Tanda-Tanda Hamil dan Tips Mengatasinya

Mungkinkah keluhan pusing yang Mama alami karena sedang hamil muda?

20 Juli 2019

Selain Telat Haid, Ini 7 Tanda-Tanda Hamil Tips Mengatasinya
Unsplash/Germs

Saat sedang hamil muda, seringkali tanda yang menjadi tolak ukur hanyalah periode haid saja. Saat haid terlambat, maka besar kemungkinan Mama sedang hamil muda.

Padahal ada beberapa tanda lain dari kehamilan yang juga bisa Mama kenali sebagai gejala hamil.

Mulai dari pusing, mudah lelah, indra penciuman menjadi lebih sensitif dan masih banyak lagi. Selain mengenali tanda-tanda tersebut, ada baiknya Mama juga memahami bagaimana tips untuk mengatasinya.

Ini supaya masa-masa awal kehamilan bisa terasa tetap menyenangkan, Ma. Dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber, berikut 7 tanda-tanda hamil dan tips mengatasinya:

1. Kram perut dan keluar bercak darah

1. Kram perut keluar bercak darah
Freepik

Dilansir Healthline, mulai dari minggu ke-1 hingga ke-4 kehamilan, semua proses masih terjadi dalam tingkat sel. Sel telur yang telah dibuahi menghasilkan blastokista (kelompok sel berisi cairan) yang akan berkembang menjadi organ dan bagian tubuh janin.

Kemudian sekitar minggu ke-4 setelah pembuahan, blastokista akan tertanam di endometrium, yakni lapisan rahim. Proses ini seringkali dapat menyebabkan pendarahan implantasi, sehingga muncul flek atau sedikit bercak darah dari vagina.

Dilihat dari warna, biasanya flek yang muncul akan berwarna merah muda atau juga merah kecoklatan. Darah yang keluar benar-benar sangat sedikit, berbeda dengan haid pada umumnya.

Pada waktu ini, jaga kesehatan tubuh Mama dengan menghindari rokok dan asap rokok, tidak minum minuman beralkohol, dan jauhi kegiatan apapun yang berhubungan dengan perdarahan hebat.

2. Demam

2. Demam
Pixabay/Guvo59

Apakah flek tersebut muncul bersamaan dengan peningkatan suhu badan alias demam, Ma? Jika ya, ini juga bisa menjadi tanda khas dari kehamilan.

Selama proses pembuahan awal, suhu inti tubuh Mama dapat meningkat dengan mudah. Untuk menjaga suhu tubuh tidak semakin naik, jangan lupa minum lebih banyak air, ya.

Perbanyak istirahat juga supaya tubuh bisa lebih mudah menyesuaikan diri dan suhu tubuh bisa lebih cepat stabil.

3. Mudah lelah dan tubuh terasa lemas

3. Mudah lelah tubuh terasa lemas
Pixabay/Engin_Akyurt

Kelelahan dapat terjadi pada periode kapan saja selama kehamilan, terutama di tahap-tahap awal. Sebab di waktu ini tingkat hormon progesteron dalam tubuh Mama sedang memuncak, Mama pun akan menjadi lebih mudah mengantuk.

Untuk menjaga kesehatan tubuh Mama, jangan lupa untuk tetap memenuhi jam tidur. Mulai dari tidur siang jika sempat, serta mencukupi kebutuhan jam tidur malam. Hindari dulu begadang dan bekerja sampai larut malam.

Supaya waktu istirahat lebih nyaman, buatlah kamar tidur tetap nyaman. Misalnya dengan menjaga kebersihannya serta membuat suhu kamar tetap sejuk.

Editors' Picks

4. Sering buang air kecil

4. Sering buang air kecil
Pixabay/Frolicsomepl

Selama tahap awal kehamilan, tubuh Mama akan mengalami peningkatan jumlah darah yang dipompa. Hal ini membuat ginjal memproses lebih banyak cairan dari biasanya, sehingga lebih banyak juga cairan yang disaring dan dikeluarkan oleh kandung kemih.

Faktor hormonal juga memainkan peran besar dalam kesehatan kandung kemih. Di waktu ini, Mama mungkin akan memiliki peningkatan frekuensi buang air kecil.

Nah, supaya terhindari dari risiko infeksi saluran kemih, usahakan untuk tidak sering menahan buang air kecil ya, Ma. Selalu siap sedia tisu basah dan cairan antiseptik untuk menghindari paparan kuman.

5. Bengkak pada payudara

5. Bengkak payudara
Freepik/Nensuria

Dikutip dari Web MD, perubahan pada kondisi payudara juga bisa menjadi tanda awal dari kehamilan. Ini kembali karena efek dari perubahan hormonal dari tubuh.

Perubahan yang terjadi di antaranya seperti bengkak, nyeri dan bahkan kadang menjadi lebih sensitif. Ini terutama pada usia satu hingga dua minggu setelah pembuahan.

Selain gejala-gejala tersebut, area payudara di sekitar puting susu yakni areola juga akan tampak lebih gelap.

Biasanya kondisi ini akan mereda dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia kehamilan. Namun supaya tetap nyaman, Mama bisa mengompres payudara dengan handuk dingin serta menggunakan bra yang tidak sempit.

Baca juga:

6. Penciuman menjadi lebih sensitif dan hidung tersumbat

6. Penciuman menjadi lebih sensitif hidung tersumbat
Pixabay/PublicDomainPictures

Salah satu efek dari adanya peningkatan aliran darah dalam tubuh selaput lendir di hidung menjadi mudah mengering dan berdarah dengan mudah. Hal ini pun dapat menyebabkan Mama kerap mengalami hidung tersumbat.

Sensitivitas bau juga mulai meningkat pada tahap awal kehamilan. Seringkali hal ini berefek pada morning sickness alias mual dan muntah terutama di pagi hari. Demikian dikutip dari Mayo Clinic.

Untuk mengatasinya, hindari aroma-aroma yang mungkin memicu rasa mual. Sediakan selalu minyak esensial dengan wangi favorit Mama, serta permen atau camilan sebagai obat alami mengatasi mual.

7. Tekanan darah tidak stabil dan mudah pusing

7. Tekanan darah tidak stabil mudah pusing
Pixabay/Tomwieden

Dalam kebanyakan kasus, tekanan darah tinggi akan turun pada tahap awal kehamilan. Kondisi ini menyebabkan mudah pusing, yakni karena pembuluh darah melebar.

Namun demikian, tekanan darah tinggi juga bisa terjadi dalam sebagian kasus lainnya, Ma. Kondisi ini bahkan lebih sulit terdeteksi. Jika tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berlanjut hingga menjadi risiko preeklampsia.

Usahakan untuk tetap makan makanan bergizi serta istirahat cukup supaya tekanan darah tetap stabil.

Agar lebih memastikan apakah benar semua tanda yang Mama alami menjadi gejala kehamilan, segera lakukan pengecekan dengan testpack dan cek ke dokter, ya!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;