Kapan Normalnya Waktu untuk Menunggu Kehamilan?

Mulai periksakan kondisi kesehatanmu, ya!

23 April 2019

Kapan Normal Waktu Menunggu Kehamilan
Freepik/bearfotos

Kehadiran sang buah hati tentu sangat ditunggu dalam sebuah pernikahan. Namun, bagaimana jika tanda-tandanya belum juga muncul hingga beberapa lama?

Beberapa pasangan ada yang menjalaninya dengan santai, tetapi sebagian lagi mulai merasa khawatir setelah berbulan-bulan mencoba untuk hamil dan tak kunjung berhasil.

Sebenarnya memang ada berbagai faktor yang menyebabkan seseorang lebih sulit mempunyai anak  dibanding yang lainnya. Penelitian menyebutkan bahwa 1 dari 7 pasangan memiliki peluang kehamilan yang lebih sedikit.

Lalu, kapan kita harus mulai khawatir tentang kesuburan dan peluang kehamilan? Berikut Popmama.com berikan panduannya!

1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk hamil alami?

1. Berapa lama waktu dibutuhkan hamil alami
Freepik/yanalya

Pada dasarnya, proses kehamilan yang dialami pada setiap orang berbeda-beda dan tidak ada waktu yang pasti.

Beberapa perempuan bisa hamil dalam waktu yang lebih singkat setelah mulai aktif berhubungan seksual, sementara yang lainnya juga cukup banyak yang memakan waktu hingga satu tahun setelah menikah.

Sebagai panduan umum, kebanyakan pasangan suami istri akan hamil dalam rentang waktu setahun jika mereka melakukan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan kontrasepsi.

2. Kapan kamu harus mulai khawatir?

2. Kapan kamu harus mulai khawatir
Freepik/benzoix

American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan bahwa peluang kehamilan alami dikatakan normal jika masih  dalam rentang waktu 12 bulan aktif berhubungan seks secara teratur.

Jadi, jika kamu telah berusaha hamil alami selama 12 bulan atau lebih tetapi belum juga menunjukkan tanda kehamilan, sebaiknya mulai periksakan kesehatan reproduksi kamu dan pasangan dengan melakukan beberapa tes.

Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika perempuan berusia lebih dari 35 tahun dan belum hamil setelah 6 bulan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi.  

Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi segera pada dokter jika kamu mengalami masalah atau keluhan pada sistem reproduksi, seperti siklus haid yang tidak teratur atau masalah kesuburan lainnya.

Yang perlu diingat, hindari kekhawatiran yang berlebihan dan stres karena mungkin malah bisa menunda  kehamilanmu.

Faktanya, kadar hormon stres justru bisa menghambat peluang kehamilan seseorang. Jadi, cobalah lebih santai dan tidak terlalu memikirkannya, ya!

Baca juga: 10 Cara Ampuh Menghilangkan Stres dan Cemas Berlebihan

Faktor Penyebab Sulit Hamil

Faktor Penyebab Sulit Hamil
Freepik/bearfotos

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terhambatnya kehamilan. Faktornya pun tak hanya bisa datang dari pihak perempuan, tetapi juga pihak laki-laki. Berikut beberapa penyebabnya:

- Faktor pada perempuan:

1. Usia

1. Usia
Freepik

Memasuki usia 35 tahun, jumlah dan kualitas sel telur yang diproduksi oleh ovarium akan menurun seiring bertambahnya usia.

Editors' Picks

2. Gangguan pada organ reproduksi

2. Gangguan organ reproduksi
Freepik

Beberapa gangguan pada reproduksi perempuan bisa menghambat proses kehamilan. Beberapa di antaranya adalah uterine fibroid, penyakit radang panggul, endometrosis, kista ovarium, atau masalah mukosa pada serviks.

3. Jaringan parut

3. Jaringan parut
Freepik/nikitabuida

Operasi pada daerah panggul kadang menyebabkan kerusakan dan bekas luka pada tuba falopi sehingga menghambat terjadinya kehamilan.

4. Gangguan hormon

4. Gangguan hormon
Freepik

Polycystic Ovarian Syndrome: PCOS adalah suatu kondisi gangguan hormonal yang mempengaruhi bagaimana kerja ovarium.

Pada kondisi ini, tubuh perempuan memproduksi hormon laki-laki secara berlebihan. Sekitar 1 dari 10 wanita memiliki PCO, dan disebabkan oleh infertilitas.

Baca juga: 

- Faktor penyebab pada laki-laki:

- Faktor penyebab laki-laki
Freepik

Penyebab infertilitas pada laki-laki yang paling umum adalah kelainan sperma, seperti jumlah sperma yang rendah, motilitas (daya renang) sperma yang lambat, dan sebagainya.

Kelainan sperma ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya faktor usia di atas 40 tahun, masalah berat badan, masalah imunitas sebuah penyakit, dan lain sebagainya.

Jika sudah mengetahui penyebabnya, kamu dan pasangan bisa mengatasi faktor yang menghambat kehamilanmu. Masalah kesuburan memang akan membuatmu emosional. Bahkan, bisa membuat hubungan kamu dan pasangan sedikit tegang.

Namun, apa pun hasilnya tak ada gunanya saling menyalahkan. Saat ini  kamu dan pasangan harus tetap saling mendukung.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!