5 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Mempertimbangkan Bayi Tabung

Proses bayi tabung membutuhkan kesabaran yang tinggi, lho!

14 April 2021

5 Hal Perlu Diperhatikan saat Mempertimbangkan Bayi Tabung
Freepik/valuavitaly

Kini teknologi IVF (fertilisasi in vitro) atau dikenal bayi tabung sudah tak asing lagi.

Pada kenyataannya, teknologi ini telah membantu pasangan yang kesulitan memiliki keturunan secara alami.

Teknik bayi tabung sendiri adalah jenis teknologi reproduksi untuk membantu kehamilan dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh. Baru kemudian dipindahkan ke dalam rahim.

Bagi Mama yang ingin mengetahui lebih dalam, berikut Popmama.com berikan informasi 5 hal yang perlu diperhatikan saat mempertimbangkan bayi tabung:

1. Proses bayi tabung membutuhkan biaya yang tidak sedikit

1. Proses bayi tabung membutuhkan biaya tidak sedikit
Freepik

Apakah Mama mencoba untuk memiliki anak dengan teknik IVF?

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan dari fertilisasi in vitro adalah finansial yang sudah cukup memadai.

Untuk memiliki bayi melalui IVF, Mama dan Papa bisa memakan prosedur cukup rumit dan biaya yang tidak sedikit.

Ini karena teknik bayi tabung harus mengikuti beberapa langkah. Namun setiap teknik mungkin berbeda, tergantung pada klinik atau rumah sakitnya.

Editors' Picks

2. Harus sabar selama menjalani semua tahapannya

2. Harus sabar selama menjalani semua tahapannya
Freepik/valuavitaly

Stimulasi ovarium adalah bagian pertama dari proses IVF. Semua proses stimulasi ovulasi biasanya memakan waktu 8-14 hari.

Selama IVF, terkadang langkah-langkah ini dibagi menjadi beberapa bagian dan prosesnya bisa memakan waktu lebih lama. Rata-rata satu siklus fertilisasi bayi tabung membutuhkan waktu antara 10-14 minggu, tetapi setiap orang memiliki jangka waktu berbeda.

Itu artinya, menjalani program IVF memang bukanlah hal yang mudah dan bisa sangat menguras emosi. Ada banyak hal yang harus dilalui secara fisik maupun mental selama program ini, terutama bagi perempuan.

Mama harus sabar selama menjalani semua tahapannya. Usahakanlah untuk memulainya dengan pikiran yang terbuka dan hati lapang.

3. Semua hal yang terkait berhubungan dengan usia

3. Semua hal terkait berhubungan usia
Freepik/Racool_studio

IVF dilakukan untuk membantu perempuan hamil. 

Namun satu siklus IVF membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Perempuan di bawah usia 35 akan hamil dan memiliki bayi melalui pengambilan sel telur IVF pertama mereka dan transfer embrio berikutnya sekitar separuh waktu.

Semua hal yang terkait dengan kesuburan memang selalu berhubungan dengan usia.

Semakin muda ibu dan sel telur, maka semakin besar juga peluangnya sampai tahap melahirkan.

Sedangkan di bawah 35 tahun memiliki peluang sekitar 50% untuk sukses, sedangkan ibu dengan usia 41 tahun ke atas cenderung memiliki tingkat keberhasilan sekitar 16%.

4. Faktor kesuburan pria memengaruhi embrio

4. Faktor kesuburan pria memengaruhi embrio
Freepik/marymarkevich

Dari banyak kasus, bisa jadi selama ini pasangan memandang tingkat keberhasilan kehamilan baik secara alami maupun prosedur bayi tabung tergantung pada kesuburan Mama.

Padahal, tingkat keberhasilan juga tergantung pada kualitas sperma dari laki-laki.  

Dilansir dari Healthline, jumlah sperma yang sehat sangat penting dan sering kali diperlukan. Meski hanya butuh satu sperma dan satu sel telur untuk hamil, sperma yang lebih sehat akan meningkatkan peluang untuk hamil setiap bulan.

Bagaimanapun IVF dapat berjalan sukses jika semakin tinggi kualitas telur dan embrio, maka semakin besar kemungkinan proses IVF berhasil.

Itu artinya, faktor kesuburan pria tetap memengaruhi embrio.

5. Bagian tertentu dari proses menyebabkan rasa sakit

5. Bagian tertentu dari proses menyebabkan rasa sakit
Freepik/serhii_bobyk

Jika Mama dan Papa sedang mempertimbangkan perawatan kesuburan, mungkin memiliki pertanyaan apakah IVF) menyakitkan?

Dikutip dari Laurelfertility, selama pengambilan sel telur akan diberikan obat pereda nyeri dan obat penenang. Jadi prosedurnya sendiri tidak akan menimbulkan rasa sakit sama sekali. Setelah prosedur, kamu mungkin mengalami kram ringan atau perasaan tertekan.

Di mana bagian-bagian tertentu dari proses tersebut dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. 

Tetapi setiap perempuan memiliki respons yang sedikit berbeda terhadap proses IVF, sehingga beberapa aspek mungkin menyakitkan bagi beberapa orang dan tidak bagi yang lain.

Demikianlah kelima hal yang perlu diperhatikan saat melakukan IVF. Jika timbul beragam keluhan, segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.