Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Haid Teratur Belum Tentu Ovulasi? Ini Penjelasannya
magnific.com
  • Haid yang tampak teratur belum tentu menandakan ovulasi sehingga pada anovulasi, ovarium tidak mematangkan atau melepaskan sel telur sehingga pembuahan tidak dapat terjadi.

  • Anovulasi berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon, termasuk androgen tinggi, gangguan pituitari atau tiroid, prolaktin tinggi, stres berat, berat badan ekstrem, dan olahraga berlebihan.

  • Tanda ovulasi meliputi lendir bening-elastis dan kenaikan suhu basal, sementara USG transvaginal untuk dapat memeriksa ovarium.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendapatkan garis dua tentu jadi impian besar Mama dan Papa yang sedang berjuang dalam program hamil. Setiap bulan, Mama juga rajin mencatat siklus menstruasi sehingga merasa tenang ketika tanggalnya selalu tepat waktu. 

Namun, apa Mama sudah pernah mendengar terkait siklus bulanan yang berjalan lancar tetapi belum tentu ovulasi? Kini rasa bingung pasti menyelimuti pikiran Mama.

Ternyata ada kondisi yang dinamakan anovulation, yaitu ketika tubuh mengalami haid meskipun tidak ada sel telur yang dilepaskan. Biar Mama nggak bingung lagi, berikut Popmama.com telah rangkum dari website cleveland clinic untuk informasi selengkapnya!

1. Ketika menstruasi terasa lancar tapi tidak ovulasi

magnific.com

Menstruasi yang datang setiap bulan sering dijadikan indikator utama bahwa sistem reproduksi perempuan dalam keadaan sehat. Sehingga hal ini dijadikan penanda, selama haid terjadi secara rutin maka proses ovulasi pasti berjalan lancar.

Padahal, gambaran luar yang terlihat teratur ini belum tentu menjamin ketersediaan sel telur yang siap dibuahi oleh sperma.

Kondisi ini terjadi ketika ovarium Mama tidak mematangkan dan melepaskan sel telur ke dalam saluran tuba. Tanpa adanya sel telur yang dilepaskan, proses pembuahan oleh sperma jelas tidak akan pernah bisa berlangsung.

2. Cara kerja sistem ovulasi tubuh

magnific.com

Proses ovulasi umumnya terjadi pada pertengahan siklus menstruasi, yaitu sekitar hari ke-14 pada siklus rata-rata 28 hari. Jadwal ini dimulai dari organ hipotalamus di otak yang melepaskan hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH).

Kemudian sinyal memerintahkan kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon FSH dan LH, pada rentang hari ke 6-14 hormon FSH bertugas merangsang kantung folikel di dalam ovarium agar berkembang.

Dari beberapa folikel yang tumbuh, hanya ada satu folikel dominan yang berhasil mematangkan sel telur di dalamnya dan memicu pecahnya folikel untuk dilepaskan. Tapi jika ada satu jenis hormon yang terganggu, maka ovulasi akan langsung berantakan.

3. Berbagai penyebab utama

magnific.com

Salah satu penyebabnya ialah tingginya kadar hormon androgen atau hyperandrogenism yang sering ditemukan pada penderita PMOS.

Faktor gaya hidup sehari-hari seperti stres berat, berat badan ekstrim, dan olahraga berlebihan juga bisa merusak keseimbangan hormon sehingga tubuh menghentikan proses ovulasi untuk menghemat energi. 

Selain itu, gangguan kelenjar pituitari dan tiroid memegang peranan besar terhadap tingginya kadar hormon prolaktin untuk menekan produksi FSH dan LH. Tanpa dukungan hormon pemicu ini, ovarium tidak akan mendapat sinyal untuk berovulasi.

4. Bisakah tetap haid meskipun tidak mengalami ovulasi?

magnific.com

Secara medis, menstruasi sebenarnya hanya terjadi setelah tubuh melalui proses ovulasi. Namun, perempuan tetap bisa mengalami perdarahan yang menyerupai haid meskipun tidak ada sel telur yang dilepaskan. 

Perdarahan tanpa ovulasi ini dikenal abnormal uterine bleeding (AUB), hal ini terjadi karena penebalan dinding rahim yang dipicu oleh hormon estrogen terus menumpuk tanpa adanya hormon progesteron. 

Ketika lapisan rahim tersebut menjadi terlalu tebal dan tidak stabil, jaringan akan luruh dengan sendirinya. Luruhnya lapisan inilah yang terlihat dan dirasakan Mama sebagai darah menstruasi bulanan.

5. Tanda penting dari tubuh untuk mengenali ovulasi

magnific.com

Salah satu ciri utama terjadinya ovulasi ialah perubahan tekstur lendir vagina. Mendekati masa subur, cairan ini akan berubah menjadi bening, licin, dan elastis menyerupai putih telur mentah.

Tanda lainnya bisa dengan melihat kenaikan suhu tubuh basal (BBT) saat bangun tidur di pagi hari. Setelah ovulasi terjadi, hormon progesteron akan menyebabkan suhu tubuh Mama naik secara konsisten. 

Bila Mama mencurigai adanya masalah saat menjalani program hamil, segera konsultasikan dengan dokter. Sehingga Mama dapat melakukan pemeriksaan USG transvaginal untuk memastikan kondisi kesehatan ovarium!

Curated For You

Editorial Team

Related Article