Semuanya Normal, tapi Belum Hamil? Bisa Jadi Ini 6 Alasannya!

Sebelum putus asa, ini beberapa faktor yang bisa memicu ketidaksuburan walau sudah dinyatakan sehat

26 Agustus 2020

Semua Normal, tapi Belum Hamil Bisa Jadi Ini 6 Alasannya
Freepik/master1305

Setiap pasangan yang sudah menikah tentu mendambakan kehadiran seorang anak di dalam keluarga mereka. Hanya saja sebagian pasangan suami istri harus bersabar lebih lama karena belum juga hamil. 

Tak jarang muncul pertanyaan “Kenapa saya belum juga hamil padahal semuanya normal ketika melakukan tes kesehatan?” 

Perlu dipahami bahwa ada berbagai faktor yang bisa memicu seseorang sulit hamil, walau kondisi kesehatannya bisa dibilang aman tanpa ada gangguan. 

Jika ingin mengetahui beberapa alasan belum hamil walau semuanya normal saat diperiksa, kali ini Popmama.com akan membahasnya. 

Simak faktor-faktor yang bisa menjadi pemicunya ya, Ma!

1. Kualitas tidur yang kurang mencukupi menganggu kondisi hormon

1. Kualitas tidur kurang mencukupi menganggu kondisi hormon
Freepik/jofreepik

Pola tidur cukup berpengaruh terhadap kesuburan perempuan dan laki-laki. Walau terkesan sepele, namun waktu tidur yang kurang mencukupi dapat meningkatkan stres pada tubuh. 

Ketika sudah begitu, siklus menstrusi menjadi berantakan dari jadwal yang seharusnya. Hal ini dikarenakan kurangnya waktu tidur yang berkualitas, sehingga siklus sirkadian pada tubuh dapat memicu terganggunya keseimbangan hormon. 

Untuk laki-laki, jam tidur yang kurang akan berdampak buruk terhadap produksi sperma. 

2. Terlalu sering bercinta, sehingga berdampak buruk terhadap kualitas sperma

2. Terlalu sering bercinta, sehingga berdampak buruk terhadap kualitas sperma
Pexels/ROMAN ODINTSOV

Sebagian pasangan yang baru saja menikah seringkali melakukan hubungan badan setiap hari. Ini dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan peluang agar cepat hamil. 

Padahal terlalu sering bercinta setiap hari hanya akan menurunkan jumlah sperma

Dilansir dari Huffington Post,  Aaron Spitz, ahli urologi dan penulis The Penis Book: A Doctor's Complete Guide to the Penis menjelaskan bahwa berhubungan seks setiap hari akan memperlambat produksi sperma. 

Dari penjelasan Aaron disarankan bahwa hubungan seks sebaiknya dilakukan pada masa-masa subur saja. Berhubungan seks setiap hari justru berdampak pada menurunnya kualitas dan jumlah sperma yang sehat. 

Demi meningkatkan peluang kehamilan, ada baiknya untuk memberi jeda ketika ingin menjalani aktivitas seksual. Ini bertujuan untuk memulihkan jumlah dan kualitas sperma, setidaknya dalam waktu beberapa hari. '

Saat ingin melakukan hubungan seksual, disarankan untuk bercinta setiap dua hari sekali dalam minggu pertama sebelum masa subur. Bisa juga seminggu setelah, kurang lebih 4 sampai 6 hari ke depan.

Editors' Picks

3. Salah menentukan masa subur akan menurunkan peluang kehamilan

3. Salah menentukan masa subur akan menurunkan peluang kehamilan
Freepik

Memperkirakan dan menghitung masa subur perempuan setelah haid termasuk salah satu cara untuk meningkatkan peluang kehamilan. Namun, salah menentukan masa subur justru menyebabkan sulit hamil. 

Siklus haid perempuan normal yakni 28 hari. Siklus ini dapat menentukan masa subur hanya tinggal menambahkan 14 hari ke depan setelah hari pertama haid. 

Perlu dipahami bahwa siklus haid setiap orang berbeda-beda dan sangat bervariasi. Jadi bisa dikatakan ada yang lebih pendek atau panjang dari 28 hari. 

Usahakan untuk menentukan masa subur secara tepat agar meningkatkan peluang kehamilan. 

4. Terlalu stres dengan pendapat orang lain karena belum juga hamil

4. Terlalu stres pendapat orang lain karena belum juga hamil
Freepik/yanalya

“Kapan nyusul punya anak?”
“Katanya semua normal dan sehat-sehat saja, kok belum hamil juga?"

Pertanyaan-pertanyaan sensitif ini seringkali muncul di hadapan pasangan yang belum memiliki anak. Tak jarang pertanyaan tersebut memicu stres, meskipun terkesan sederhana. 

Perlu dipahami perempuan yang mengalami stres tanpa henti kemungkinan bisa lebih jarang berovulasi. Kondisi inilah yang membuat mereka lebih sulit merencanakan kehamilan.

5. Olahraga terlalu keras menjadi penyebab sulit hamil

5. Olahraga terlalu keras menjadi penyebab sulit hamil
Unsplash/Danielle Cerullo

Rutin melakukan olahraga memang baik untuk perempuan yang sedang merencanakan program kehamilan. Tak hanya dapat menyehatkan dan meningkatkan kebugaran untuk tubuh saja, namun olahraga dapat membantu mempersiapkan kondisi tubuh selama persiapan program kehamilan. 

Terkadang sebagian perempuan tidak ingin berat badannya naik dan selalu berusaha berolahraga keras hingga lupa waktu. Tujuannya yaitu ingin tetap sehat dan memiliki postur tubuh ideal. 

Namun, olahraga yang terlalu berat dan keras hanya akan mengurangi peluang untuk bisa hamil. 

Dilansir dari laman Healthline, American College of Obstetricians and Gynecologists mengatakan bahwa olahraga yang terlalu berlebihan dapat dikaitkan dengan ketidaksuburan. 

Saat olahraga terlalu keras, maka tubuh akan merasa stres dan memicu risiko terjadinya ketidaksuburan

Disarankan untuk memilih olahraga yang ringan saja ya. 

6. Terlalu santai dan kurang berolahraga menyebabkan tubuh kurang bugar

6. Terlalu santai kurang berolahraga menyebabkan tubuh kurang bugar
Freepik/tirachardz

Pada dasarnya olahraga dapat bermanfaat untuk tubuh karena bisa melancarkan masalah ovulasi serta menstruasi. Demi meningkatkan peluang kehamilan, maka sebaiknya terus menjalani gaya hidup sehat termasuk olahraga. 

Namun, disarankan untuk tidak berolahraga terlalu berat hanya untuk menjaga berat badan ideal saja. 

Lakukanlah olahraga ringan hanya sekitar 30 menit dalam sehari. Jenis olahraga ringan yang bisa direkomendasikan seperti stretching atau peregangan, yoga, pilates, berjalan kaki. Olahraga ringan seperti ini juga baik untuk menguatkan otot-otot tubuh.

Setelah semuanya dinyatakan normal dan sehat, beberapa hal di atas bisa menjadi faktor yang menyulitkan peluang kehamilan.  

Semoga informasi di atas bisa berguna dalam meningkatkan peluang saat program hamil. Usahakan juga untuk rutin berkonsultasi dengan dokter.

Tetap semangat untuk para pejuang dua garis biru!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.