Melihat dua garis merah di test pack tentu menjadi momen yang sangat mendebarkan sekaligus membahagiakan ya, Mama. Rasanya campur aduk, mulai dari haru hingga bayangan indah menyambut kehadiran si Kecil menari-nari di kepala. Namun, bagaimana jika beberapa hari kemudian garis tersebut justru memudar secara perlahan, bahkan berubah menjadi negatif disertai datangnya darah menstruasi? Kejadian yang membingungkan sekaligus menguras emosi ini sering kali memicu tanda tanya besar di benak Mama yang sedang menanti buah hati.
Kondisi medis yang berada di balik fenomena ini dikenal dengan nama chemical pregnancy atau kehamilan kimiawi, yaitu kondisi keguguran yang terjadi sangat dini sebelum usia kandungan menginjak minggu kelima. Melansir dari data medis terpercaya Cleveland Clinic, kehamilan ini baru terdeteksi melalui pemeriksaan kadar hormon kehamilan (HCG) dalam darah atau urine, namun sel telur yang telah dibuahi belum sempat berkembang cukup besar untuk bisa terlihat melalui pemeriksaan USG oleh dokter kandungan. Rasa sedih, bingung, atau bahkan kecewa sangat wajar berkecamuk, namun ingatlah ya Mama bahwa semua luapan emosi yang Mama rasakan adalah hal yang sepenuhnya valid dan nyata.
Kabar baiknya, sebagian besar perempuan yang pernah mengalami kondisi ini nyatanya tetap memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa menjalani kehamilan yang sehat, normal, dan lancar di kemudian hari. Oleh karena itu, menyikapi kondisi ini, Popmama.com bagikan informasi agar Mama bisa mengenali tanda-tanda, penyebab, hingga langkah pemulihan terbaik dari chemical pregnancy demi menyambut peluang kehamilan yang sehat di masa depan.
