Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Fase-Fase Menstruasi pada Perempuan, Harus Tahu!
Magnific.com
  • Siklus menstruasi mencakup empat fase akibat perubahan hormon serta proses di ovarium dan rahim, dimulai dari hari pertama haid hingga siklus berikutnya.

  • Fase menstruasi berlangsung sekitar hari 1–5 saat lapisan rahim luruh; fase folikular hari 1–13 mematangkan folikel, meningkatkan estrogen, dan menebalkan kembali lapisan rahim.

  • Ovulasi sekitar hari ke-14 melepaskan sel telur dan berkaitan dengan masa subur; fase luteal hari 15–28 menghasilkan progesteron sebelum lapisan rahim luruh bila tidak terjadi pembuahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menstruasi menjadi bagian dari siklus bulanan yang dialami oleh perempuan. Namun, selama satu siklus, tubuh tidak hanya mengalami haid, lho, tetapi juga melewati beberapa fase.

Perubahan ini terjadi karena adanya naik turun hormon serta proses yang berlangsung di ovarium dan rahim. Setiap fase juga punya perannya masing-masing dalam satu siklus menstruasi.

Penasaran apa saja fase-fase menstruasi pada perempuan? Berikut Popmama.com sudah rangkum informasinya. Yuk, simak artikelnya!

1. Fase menstruasi, hari ke-1 sampai 5

Magnific.com

Fase menstruasi terjadi di hari pertama darah haid keluar. Fase ini biasanya berlangsung sekitar hari ke-1 sampai ke-5. Nah, lapisan rahim yang sebelumnya menebal akan luruh karena tidak terjadi kehamilan.

Sebagian perempuan dapat mengalami kram perut, mudah lelah, atau perubahan suasana hati selama menstruasi. Keluhan-keluhan itu juga akan dirasakan berbeda-beda di setiap perempuan.

2. Fase folikular, hari ke-1 sampai 13

Magnific.com

Fase folikular ini sudah dimulai bersamaan dengan hari pertama menstruasi dan berlangsung hingga menjelang ovulasi. Bedanya, fase ini berlangsung dari hari ke-1 sampai sekitar hari ke-13.

Di fase ini, hormon FSH membantu merangsang perkembangan folikel di ovarium. Salah satu folikel lalu berkembang lebih dominan dan mempersiapkan sel telur untuk dilepaskan. 

Kadar estrogen juga mulai meningkat di fase folikular, lho, dan ini juga bisa membantu menebalkan kembali lapisan rahim yang sebelumnya sudah luruh di fase menstruasi.

3. Fase ovulasi, hari ke-14

Magnific.com

Ovulasi pada umumnya terjadi sekitar hari ke-14 di fase selama satu bulan perempuan. Di fase ini, ovarium melepaskan sel telur yang sudah matang setelah terjadi peningkatan hormon LH.

Jika sel telur yang dilepaskan bertemu dengan sperma, nah, inilah yang berpotensi mengalami pembuahan. Karena itu, periode di sekitar ovulasi sering ada kaitannya dengan masa paling subur perempuan.

4. Fase luteal, hari ke-15 sampai 28

Magnific.com

Setelah ovulasi, tubuh akan memasuki fase luteal yang umumnya berlangsung dari sekitar hari ke-15 hingga hari ke-28 pada sebulan. Di fase ini, folikel yang sebelumnya melepaskan sel telur berubah menjadi korpus luteum dan menghasilkan hormon progesteron.

Hormon progesteron ini membantu mempertahankan lapisan rahim sebagai persiapan jika terjadi kehamilan setelah pembuahan.

Namun, jika tidak terjadi pembuahan, kadar hormon akan menurun dan lapisan rahim kembali luruh, sehingga siklus menstruasi dimulai lagi. 

Nah, itu dia empat fase menstruasi yang terjadi pada perempuan selama satu bulan. Setiap fase dalam siklus menstruasi punya proses yang berbeda. 

Jika siklus menstruasi tiba-tiba berubah, sangat tidak teratur, atau disertai keluhan, jangan ragu berkonsultasi ke dokter, ya, karena hal itu juga termasuk cara menjaga kesehatan reproduksi perempuan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article