Tidak semua pasangan dapat dengan mudah memiliki momongan. Sebagian, perlu melalui berbagai upaya dan proses tambahan untuk mewujudkan keinginan memiliki buah hati.
Seiring perkembangan ilmu medis, semakin banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu pasangan yang ingin memiliki keturunan. Setelah alternatif program bayi tabung (IVF), kini yang banyak dibicarakan dan menjadi pilihan bagi pasangan maupun individu tunggal yang ingin jadi orangtua adalah surogasi atau ibu pengganti.
Ibu pengganti atau surrogate mother adalah metode mendapatkan keturunan dengan cara meminjam rahim perempuan lain. Dengan kata lain, calon bayi akan menjalani kehidupan selama sembilan bulan dalam rahim ibu penggantinya.
Selain itu, terdapat dua pilihan kehamilan melalui ibu pengganti yakni gestational carrier dan traditional surrogate mother. Meski keduanya sama-sama menggunakan jasa ibu pengganti perbedaannya adalah traditional surrogate mother adalah metode dimana ibu pengganti mengandung bayi dengan sel telurnya sendiri. Sedangkan gestational carrier merupakan metode mengandung bayi dengan sel telur dan sperma dari kedua orangtua.
Metode ini lebih banyak menjadi pilihan pasangan karena beberapa alasan yang memengaruhinya.
Lalu, seperti apa metode kehamilan gestational carrier ini? Berikut Popmama.com merangkum informasinya untuk Papa dan Mama.
