Setiap perempuan berisiko terkena kanker serviks, risiko mengidap pun meningkat apabila memiliki faktor risiko sebagai berikut:
HPV merupakan penyebab kanker serviks. Sedangkan, penyebab banyak kematian pada pengidap kanker serviks adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan tapi juga dapat berpindah melalui sentuhan kulit.
Secara umum virus HPV adalah penyebab utama kanker serviks, namun dengan merokok juga dapat meningkatkan risiko kanker serviks.
Baik perokok aktif maupun pasif, memiliki risiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks. Namun, biasanya perokok perempuan memiliki dua kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan perempuan yang tidak merokok.
Kenapa merokok dapat meningkatkan risiko kanker serviks? Rokok mengandung zat kimia (polycyclic aromatic hydrocarbon nitrosamines) yang dapat merusak DNA pada sel jaringan serviks dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV.
Melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Perilaku gemar berganti pasangan seks pun akan meningkatkan penularan penyakit kelamin, salah satunya yaitu infeksi HPV.
Sebuah penelitian menunjukkan, bahwa perempuan yang memiliki pasangan seksual lebih dari 6 orang memiliki risiko 10 kali lipat terjangkit penyakit kanker serviks.
Sayur dan buah mengandung antioksidan yang baik untuk penangkal infeksi dan radikal bebas, serta berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, makanlah makanan sehat terutama yang mengandung betakarotin, vitamin C , E dan asam folat.
Tahukah Mama, bahwa mengkonsumsi pil KB merupakan salah satu faktor risiko terkena kanker serviks. Seorang perempuan yang telah menikah seringkali mengkonsumsi kontrasepsi oral yang dapat mempengaruhi hormon estrogen dan progesteron.
Tahukah Ma, hormon pada kontrasepsi oral dapat menyebabkan kerentanan sel serviks terhadap virus HPV. Perempuan yang mengkonsumsi kontrasepsi oral dalam jangka waktu lebih dari lima tahun berisiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.
Perempuan yang hamil diusia muda memiliki banyak faktor risiko dan kemungkinan terkena kanker serviks. Umumnya, perempuan yang hamil dibawah usia 17 tahun memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan perempuan yang hamil diatas usia 25 tahun.
Selain itu, perempuan yang pernah hamil lebih dari 3 kali semasa hidupnya juga memiliki risiko mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena sistem hormonal yang berubah-ubah dan lemahnya sistem kekebalan tubuh disaat kehamilan.
Riwayat keluarga menjadi salah satu faktor risiko timbulnya kanker serviks pada seorang perempuan. Di dalam riwayat sebuah keluarga, biasanya terdapat kesamaan seperti daya tahan tubuh, sistem imun hingga faktor risiko terkena penyakit yang sama.
Bila di dalam keluarga ada yang mengidap kanker serviks, maka ia memiliki risiko 2-3 kali lebih besar untuk mengidap kanker serviks juga. Hal ini pun disebabkan karena faktor ketidakmampuan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.
Namun, bukan berarti bila ada salah satu anggota keluarga yang mengidap kanker serviks maka kamu juga otomatis akan mengalaminya. Faktor riwayat keluarga hanyalah salah satu faktor risiko saja, hal ini dapat ditangkis tergantung dari perilaku hidup sehat Mama.