Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Perkiraan Biaya Cek Sperma untuk Program Hamil
  • Pemeriksaan sperma penting untuk mengetahui kualitas dan kuantitas sperma agar peluang kehamilan meningkat, dilakukan di fasilitas kesehatan, klinik, rumah sakit, atau klinik fertilitas.
  • Biaya cek sperma bervariasi: di fasilitas kesehatan mulai Rp20.000–Rp100.000, di klinik Rp300.000–Rp600.000, dan di rumah sakit Rp300.000–Rp800.000 tergantung lokasi serta layanan.
  • Klinik fertilitas menawarkan pemeriksaan lebih lengkap dengan kisaran biaya Rp400.000 hingga Rp2 juta, mencakup analisa sperma dasar hingga tes lanjutan seperti hormon dan DNA fragmentasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selain kesuburan perempuan, faktor lain dari keberhasilan program hamil adalah kesehatan sperma laki-laki. Sperma yang sehat dan memiliki motilitas yang baik dapat meningkatkan peluang untuk mencapai sel telur dan menghasilkan kehamilan.

Papa bisa mencari tahu kualitas dan kuantitas sperma dari pemeriksaan sperma yang dilakukan oleh dokter. Dengan cek sperma di rumah sakit atau klinik kesuburan, Papa bisa mengetahui tingkat kesuburan untuk memaksimalkan peluang kehamilan Mama.

Nah, bagi Papa yang ingin cek sperma, kali ini Popmama.com telah merangkum seputar perkiraan biaya cek sperma untuk program hamil. Disimak selengkapnya, yuk!

1. Perkiraan biaya cek sperma di fasilitas kesehatan

Biaya cek sperma di fasilitas kesehatan dapat bervariasi tergantung pada lokasi, jenis laboratorium, dan proses pemeriksaan. Biaya untuk cek sperma di dokter fasilitas kesehatan umumnya cukup terjangkau, yakni berkisar di bawah Rp 100.000.

Sebagai contoh, biaya cek sperma UPT Laboratorium Kesehatan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilansir dari website sippn.menpan.go.id berkisar Rp 50.000. Contoh lain, biaya cek sperma di Puskesmas Pringkuku Pacitan berkisar di harga Rp 20.000. 

2. Perkiraan biaya cek sperma di klinik

Biaya cek sperma di laboratorium klinik juga memiliki kisaran yang berbeda-beda, tergantung pada peralatan dan dan proses pengecekan sperma. Beberapa klinik menyediakan laboratorium untuk pemeriksaan sperma dengan harga berkisar Rp 300.000 hingga Rp 600.000.

Salah satunya ada klinik Prodia yang memiliki layanan cek sperma di beberapa daerah dengan harga berkisar Rp Rp.549.000. Ada pula Laboratorium Klinik Kimia Farma dengan harga cek sperma berkisar Rp 330.000.

Contoh lain, Klinik Kehamilan Sehat yang berlokasi di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Palembang memiliki layanan analisa sperma dengan harga Rp 485.000.

3. Perkiraan biaya cek sperma di rumah sakit

Selain di fasilitas kesehatan dan klinik, Papa juga bisa melakukan cek sperma di laboratorium rumah sakit. Biaya cek sperma yang dilakukan di rumah sakit berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 800.000.

Berikut adalah contoh sejumlah rumah sakit yang memiliki layanan cek sperma beserta harganya:

  • RSIA PURI Malang: mulai dari Rp 300.000.
  • MRCCC Siloam Hospitals Semanggi: mulai dari Rp 342.990.
  • Rumah Sakit JIH, Yogyakarta: mulai dari Rp Rp 482.000.
  • RS EMC Tangerang: mulai dari Rp 540.000.
  • RS Hermina Pandanaran, Semarang: mulai dari Rp 547.000.
  • Rumah Sakit Premier Jatinegara: mulai dari Rp 720.000.
  • RS Universitas Indonesia: Rp 776.000.

4. Perkiraan biaya cek sperma di klinik fertilitas

Bagi Papa yang ingin melakukan cek sperma di klinik fertilitas, biaya yang perlu dipersiapkan berkisar Rp 400.000 hingga Rp 2 juta.

Di klinik Morula IVF Indonesia, Papa bisa melakukan analisa sperma dengan biaya mulai dari Rp 480.000. Sedangkan jika ingin melakukan pemeriksaan lengkap, umumnya biayanya berkisar Rp 1,5 juta.

Klinik SamMarie Wijaya yang berlokasi di Jakarta Selatan juga menyediakan layanan cek sperma dengan harga mulai dari Rp 1,9 juta.

Contoh lain, biaya analisa sperma di Pusat Fertilitas Bocah Indonesia berkisar mulai dari Rp 499.000. Apabila ada konsultasi lanjutan, maka dikenakan biaya mulai dari Rp 749.000, sesuai dengan kebutuhan.

5. Jenis cek sperma

Sebelum membahas mengenai biaya cek sperma, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu beberapa jenis tes sperma. Beberapa jenis cek sperma ini dapat membantu menilai kualitas sperma dan kesuburan Papa. 

Beberapa jenis cek sperma yang bisa Papa jalani antara lain adalah sebagai berikut:

  • Analisa sperma: bertujuan untuk mengetahui gangguan sperma yang bisa menyebabkan laki-laki sulit memiliki keturunan.
  • Tes hormon: bertujuan untuk menilai kadar hormon dalam tubuh yang dapat memengaruhi produksi sperma.
  • Tes kapasitasi akrosom: bertujuan untuk mengukur kemampuan sperma dalam melepaskan enzim akrosom yang berperan penting dalam proses pembuahan sel telur.
  • Tes vitalitas sperma: bertujuan untuk menghitung jumlah sperma yang masih hidup dalam sampel sperma.
  • Tes DNA fragmentasi sperma: bertujuan untuk mengetahui kerusakan pada DNA sperma yang dapat memengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.
  • Biopsi testis: bertujuan untuk mengetahui penyebab masalah pada produksi sperma, misalnya kanker atau tumor testis.

Demikian rangkuman mengenai perkiraan biaya cek sperma untuk program hamil. Perlu diingat kembali bahwa biaya cek sperma dapat bervariasi dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

FAQ Seputar Biaya Cek Sperma untuk Program Hamil

Cek sperma syaratnya apa?

Syarat utama cek sperma (analisis sperma) adalah tidak ejakulasi (puasa seksual) selama 2-7 hari (idealnya 3-5 hari) sebelum tes untuk memastikan jumlah dan kualitas sperma optimal. Hindari alkohol, kafein, rokok, dan obat-obatan tertentu sebelum tes. Sampel diambil melalui masturbasi di laboratorium, sebaiknya pagi hari.

Cek sperma apakah ditanggung BPJS?

Pada umumnya, pemeriksaan analisis sperma untuk deteksi azoospermia ini memang tidak ditanggung oleh BPJS.

Apa ciri-ciri sperma yang tidak subur?

Ciri-ciri sperma tidak subur (infertilitas) umumnya ditandai dengan volume air mani sedikit ( ml), warna tidak normal (kekuningan/kemerahan), bau amis/busuk, dan tekstur terlalu encer atau kental. Secara medis, ini ditandai dengan jumlah sperma kurang dari 15 juta per ml, pergerakan lambat (lesu), serta bentuk abnormal (kepala/ekor cacat).

Editorial Team