Berkaca dari kasus Jill dan Whitney, berikut beberapa prosedur sewa rahim dan cara memilih rahim sewaan yang harus kamu ketahui terlebih dahulu.
Bagaimana prosedur sewa rahim yang dilakukan?
Sejatinya, prosedur sewa rahim akan berbeda-beda, tergantung dengan negara atau lokasi di mana kamu berada.
Namun, perlu diingat bahwa ini adalah pilihan yang amat serius, dan pastikan kamu dan pasangan telah mendiskusikan hal ini secara matang dan memang bertekad melakukannya.
Ada dua tipe surrogate (rahim pengganti) yang digunakan dalam sewa rahim :
Yaitu di mana perempuan yang rahimnya disewa, secara artifisial menerima sperma dari pasangan (seperti inseminasi buatan di rahim perempuan lain).
Lalu, jika berhasil, embrio akan terbentuk dan berkembang di dalam rahim sewaan tersebut, hingga kemudian dilahirkan.
Dengan cara ini, perempuan yang rahimnya kamu sewa adalah orangtua biologis dari anakmu, karena sel telur yang dipakai bukanlah milikmu.
Yaitu kamu dan pasangan akan menggunakan suatu teknik yang dinamakan “in vitro fertilization”, yang memungkinkan untuk mengambil sel telurmu dan sel sperma suami.
Sel sperma akan membuahi sel telur di luar rahim, sebelum kemudian ditanamkan pada rahim milik perempuan lain. Rahim sewaan akan menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya embrio hingga dilahirkan.
Bagaimana cara memilih rahim sewaan?
Tentu kamu harus berhat-hati dalam memilih perempuan yang akan menyewakan rahimnya sebagai tempat tumbuh si Kecil.
Pilihan pertama bisa jatuh pada saudara atau kerabat dekatmu dan suami. Hal ini memang sedikit kontroversial, dan tentu kamu tidak dianjurkan memilih perempuan yang ikatan darahnya terlalu dekat dengan mu ataupun pasangan.
Namun, memilih kerabat dekat akan lebih membuat kamu merasa nyaman, lebih dipercaya karena adanya ikatan keluarga, dan tentu lebih murah dibandingkan menyewa rahim perempuan lain.
Namun, jika kamu lebih nyaman menggunakan rahim perempuan di luar lingkungan keluarga, maka kamu bisa menghubungi agensi sewa rahim atau rumah sakit yang memang menyediakan layanan prosedur sewa rahim.
Keduanya akan memiliki kontak dengan perempuan yang memang mau menyewakan rahim. Harganya tentu akan jauh lebih mahal, dan akan didiskusikan lebih lanjut setelah kamu dipertemukan dengan mereka.
Apa saja syarat melakukan prosedur sewa rahim?
Tentu ada aturan-aturan tertentu dalam memilih perempuan yang akan menyewakan rahimnya untukmu, yaitu :
- Setidaknya sudah berusia 21 tahun
- Sudah pernah melahirkan setidaknya satu bayi yang sehat, sehingga ia sudah mengerti risiko kesehatan serta ikatan emosional dari mengandung dan melahirkan bayi
- Telah melewati serangkaian tes psikologis yang dilakukan oleh spesialis kesehatan mental
- Setuju untuk menandatangani kontrak mengenai peran dan tanggung jawabnya dalam kehamilan, dan setuju untuk memberikan bayinya pada mu setelah melahirkan
- Telah melalui serangkaian tes kesehatan, yang termasuk tes terhadap penyakit menular, seperti sifilis, gonorea, clamidia, HIV, Hepatitis, serta tes kesehatan lainnya untuk memastikan kekebalannya terhadap cacar, rubella, dan campak.
Nah, itulah beberapa ulasan penting terkait peminjaman rahim yang dilakukan oleh kedua anak kembar yang melahirkan dua anak kembar lainnya.
Sangat mengharukan dan inspiratif!