Mengenal Infertilitas Sekunder, Buat Pasangan Sulit Punya Anak Kedua

Ada faktor yang menyebabkan pasangan alami gangguan kesuburan meski sudah pernah punya anak

4 Juni 2021

Mengenal Infertilitas Sekunder, Buat Pasangan Sulit Pu Anak Kedua
Pexels/rodnae-prod

Masalah pasangan suami-istri untuk mendapatkan anak banyak penyebabkan. Ketika berhasil mendapatkan anak pertama, dan ingin program hamil (promil) anak kedua dan selanjutnya rupanya ada kemungkinan tidak berhasil lho. Masalahnya bisa karena gangguan kesuburan yang disebut infertilitas sekunder.

Infertilitas sekunder sebenarnya tidak jauh berbeda dengan infertilitas primer. Infetilitas sendiri adalah kegagalan satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang benar selama satu tahun tanpa memakai alat kotrasepsi.

Untuk kasus infertilitas sendiri, dr. Thomas Cahyadi, SpOG dari Pusat Fertilitas Bocah Indonesia menyebut 1 dari 8 pasangan punya kemungkinan mengalami infertilitas lho. Namun, pasangan dengan masalah kesuburan ini belum tentu sangat sulit punya anak nantinya.

Sebab, teknologi yang berkembang saat ini banyak yang mendukung pasangan dengan infertilitas primer atau sekunder bisa memiliki momongan. Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

Editors' Picks

1. Fakta seputar infertilitas sekunder

1. Fakta seputar infertilitas sekunder
Dok. Popmama

Penyebab pasangan kesulitas memiliki anak kedua bisa dilandasi berbagai faktor. Tidak hanya dari pihak istri, kualitas dan jumlah sperma suami kadang luput menjadi fokus utama. Padahal peran suami dalam mendapatkan momongan juga penting karena laki-laki juga bisa mengalami andropause.

"Bapaknya juga harus diperiksa, karena kadang kalau sudah punya anak seolah merasa baik-baik saja, itu tidak selalu benar," jelas dr. Thomas dalam wenbinar Infertilitas Sekunder, Jumat (28/5/20210. 

Selain faktor dari suami, dr. Thomas juga menyebutkan perubahan yang terjadi dan dipengaruhi kondisi dalam kehidupan bisa menyebabkan infertilitas sekunder karena menganggu proses reproduksi. 

"Dulu pas punya anak pertama lancar, tapi setelah melahirkan ada perubahan yang membuat haidnya berantakan. Itu akan mempengaruhi Mama punya anak lagi. Masalah pada kehamilan sebelumnya juga bisa berpengaruh," jelas dr. Thomas.

Lalu, faktor lainnya yang bisa memengaruhi infertilitas sekunder adalah obat-obatan tertentu serta merokok dan penyalahgunaan obat.

2. Gangguan terjadinya kehamilan untuk pasangan dengan infertilitas sekunder

2. Gangguan terjadi kehamilan pasangan infertilitas sekunder
Dok. Popmama

Perlu diingat jika gangguan kesuburan itu bisa berasal dari faktor suami, faktor istri atau keduanya. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi promil yang akan dijalankan untuk mendapatkan momongan.

Jika pasangan memeriksakan ke dokter yang mengalami infertilitas sekunder, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi tingkat keberhasilan mendapatkan anak itu. Menurut dr. Thomas hal pertama yang dilakukan yakni memeriksakan kembali kesuburan sebelum promil lagi. 

"Walaupun sudah pernah punya anak tapi mengalami infertilitas sekunder maka akan dianjurkan oleh dokter untuk melakukan lagi pemeriksaan kesuburan," jelas dr. Thomas.

Lalu, ada pula pemeriksaan sperma lanjutan untuk suami. Ini bisa menentukan kemampuan sperma membuahi sel telur. Lalu, pada pihak istri bisa juga kelainan pada tuba. Mungkin di kehamilan pertama normal tapi lalu terjadi kelainan atau infeksi dan sejenisnya sehingga menyebabkan salurannya buntu.

"Ada pula Bisa tumbuh pada indung telur, otot rahim dan ditempat lainnya. Di indung telur disebut kista endometriosis dan di otot rahim disebut adenomiosis," jelas dr. Thomas.

Selanjutnya, bentuk rahim juga bisa memengaruhi lho Ma. Misalnya, bentuk rahim yang love atau sebaginya memengaruhi dalam pembuahan. Laluk kelainan dinding rahim juga bisa terjadi dan menyebabkan infertilitas sekunder. 

Dokter Thomas juga menyebut kalau faktor usia sangat memengaruhi dalam promil. Bagi perempuan, usia memengaruhi dalam produksi sel telur di dalam rahim. Lalu, usia juga memengaruhi kualitas sel telur normal yang dihasilkan.

"Jadi misalnya dari 10 percobaan kita hanya bisa satu yang bisa. Ketika lahir ada 1,5 juta sel telur. Lalu saat puber berkurang jadi 345.000 (23 persen normal), usia 30 tahun berkurang lagi hanya 18.000 (12 persen) dan di usia 40 tahun hanya 45.000 (3 persen normal). Oleh karenanya usia itu sangat penting," tutur dr. Thomas.

3. Jenis-jenis program hamil untuk bantu mendapatkan momongan

3. Jenis-jenis program hamil bantu mendapatkan momongan
Pexels/AminaFIlkins

Usaha untuk mendapatkan keturunan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Baik dengan cara alami atau inseminasi hingga bayi tabung atau in-vitro fertilization (IVF). 

Setelah melalui serangkaian tes dan diagnosis pemeriksaan, biasanya dokter kandungan yang menangani akan menyarankan beberapa cara atau jenis program hamil yang cocok. Hal itu tentunya tidak bisa asal ya, Ma. Sebab, kondisi setiap pasangan berbeda-beda. 

Ada beberapa cara dan promil yang  bisa dijalankan untuk mendapatkan keturunan, yakni:

  • Promil Alami, yakni dengan senggama terjadwal saat masa subur serta stimulasi obat pembesar sel telur dan senggama terjadwal. Perlu diketahui jika lama siklus adalah interval dari haid Hari pertama Sampai hari pertama siklus berikutnya dengan siklus haid normal 21-35 hari.
  • Inseminasi intrauterin.
  • Fertilisai invitro (Bayi Tabung).

Itulah tadi informasi seputar infertilitas sekunder dan usaha promil untuk mendapatkan anak kedua dan seterusnya.

Semoga informasi ini membantu Mama dan Papa bagi yang sedang promil untuk mendapatkan anak lagi ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.