Mitos dan Fakta Ukuran Penis Memengaruhi Kesuburan Laki-laki

Beberapa ahli masih berdebat soal hal ini nih

1 Agustus 2021

Mitos Fakta Ukuran Penis Memengaruhi Kesuburan Laki-laki
Unsplash/andretaissin

Banyak ilmuan dan penelitian dari seluruh dunia untuk mengetahui hal-hal yang memengaruhi kesuburan laki-laki. Dikutip dari Healthline, saat ini penelitian sedang berjuang untuk mencari tahu mengapa laki-laki menjadi semakin tidak subur dari generasi ke generasi.

Salah satu meta-analisis menyimpulkan dari ratusan penelitian bahwa ada "penurunan signifikan dalam jumlah sperma" pada laki-laki selama 40 tahun terakhir. Banyak alasan mengapa hal ini terjadi lho.

Namun, ada penelitian terbaru yang cukup mengejutkan, faktor baru yang mungkin terkait dengan kemampuan seorang laki-laki berkaitan dengan kesuburan adalah ukuran penisnya. Apakah benar?

Berikut Popmama.com rangkum mitos dan fakta ukuran penis memengaruhi kesuburan laki-laki selengkapnya!

1. Benarkah ukuran penis berpengaruh terhadap keseuburan laki-laki?

1. Benarkah ukuran penis berpengaruh terhadap keseuburan laki-laki
Unsplash/Steve Harvey

Penelitian dilakukan di Universitas Utah oleh dr. Austen Slade, seorang ahli urologi dan penulis utama penelitian ini. Ia dan timnya mengukur 815 penis laki-laki berusia antara 18-59 tahun yang pergi ke klinik kesehatan antara 2014-2017.

Studi yang berjudul 'Stretched Penile Length and Infertility, a New Association' ini menyatakan secara khusus laki-laki dengan penis rata-rata sekitar 12,3 sentimeter atau sekitar 4,8 inci memiliki waktu yang lebih sulit hamil jika dibandingkan dengan pria dengan penis yang berukuran 13,4 sentimeter atau lebih dari 5,2 inci.

Namun apakah perbedaan 0,4 inci benar-benar membuat perbedaan kemampuan dan kesuburan laki-laki?

Meski ada kesimpulan, para ahli yang melakukan penelitian terkait mengatakan hasil ini memiliki sejumlah kelemahan. Sehingga masih perlu diteliti lebih dalam lagi. 

Salah satu kekurangan utama dari penelitian tersebut belum ada pada jurnal medis apa pun.

Dikutip dari Healthline, penelitian ini pernah dipresentasikan di awal bulan ini selama konferensi American Society for Reproductive Medicine di Denver tahun 2018 lalu.

Editors' Picks

2. Pendapat ahli lain menyebutkan tak ada bukti kuat antara ukuran penis dan kesuburan

2. Pendapat ahli lain menyebutkan tak ada bukti kuat antara ukuran penis kesuburan
Unsplash/Dainis Graveris

Dikutip dari Healthline, dr. Daniel Kort, dokter bersertifikat dalam kebidanan dan ginekologi serta endokrinologi reproduksi dan infertilitas yang bekerja di Neway Fertility di New York City, mengatakan ukuran penis dan pengaruhnya kepada kesuburan laki-laki masih belum terbukti. 

"Ada sejumlah faktor, ukuran sampel, distribusi sampel, langkah-langkah hasil, dll yang dapat digunakan untuk menentukan validitas penelitian. Tidak ada studi definitif yang menunjukkan hasil yang mutlak," tutur dokter Kort.

Selain penelitian itu, belum ada penelitian lanjut yang meneliti teori mengenai ukuran penis dan kesuburan.

Beberapa penelitian lain yang dipresentasikan dalam National Academy of Sciences menyatakan disfungsi ereksi mungkin memiliki hubungan genetik. Dan hal itu sama sekali dipengaruhi oleh ukuran penis pria. Sperma dihasilkan dalam testis dan tidak ada hubungannya ukuran penis.

3. Ukuran penis mungkin memengaruhi kondisi kesehatan lain yang terkait kesuburan

3. Ukuran penis mungkin memengaruhi kondisi kesehatan lain terkait kesuburan
Unsplash/Deon Black

Sebelum membahas mengenai ukuran penis memengaruhi kesuburan, sebelumnya harus mengetahui ukuran penis normal atau tidak. Meski angka pasti masih terus diperdebatkan oleh para ahli, ukuran rata-rata penis laki-laki dewasa yang disepakati adalah 13,5 centimeter dalam keadaan ereksi.

Untuk Indonesia, ukuran penis rata-rata adalah 12 centimeter saat penis ereksi. Mitos yang beredar, laki-laki yang tidak subur biasanya memiliki ukuran penis yang lebih kecil sampai satu inci dibanding dengan orang yang seumuran dengannya.

Padahal banyak penelitian masih meyakini ukuran penis tidak memiliki kaitan langsung dengan subur atau tidak suburnya laki-laki. Namun, kemungkinan ukuran penis yang kurang dari ukuran normal bisa menyebabkan kondisi kesehatan lain, seperti sulit buang air kecil dan melakukan hubungan seksual. Akan tetapi, tidak subur bukan disebabkan oleh ukuran penis saja.

Meski bukan penyebab atau faktor penentu kesuburan, penis kecil mungkin memiliki kontribusi pada penyebab tidak subur.

Sebagai contoh, ukuran penis yang kecil mungkin menghasilkan jumlah sperma yang lebih sedikit, sehingga dapat memengaruhi kesuburan.

Namun perlu diingat, bahwa jumlah sperma yang tergolong sedikit karena ukuran penis yang kecil bukan faktor utama yang menentukan subur atau tidak.

Ada banyak faktor medis lain yang lebih berperan penting dibanding ukuran medis terhadap kondisi kesuburan pria. Maka sebenarnya terlepas dari besar kecil penis tidak menutup kemungkinan tetap subur dan bisa memiliki keturunan.

Tidak perlu khawatir tidak subur, karena penis kecil tetap bisa membuat pasangan hamil selama bisa melakukan seks dengan posisi yang tepat.

4. Ukuran penis bukan satu-satunya penentu ketidaksuburan laki-laki

4. Ukuran penis bukan satu-satu penentu ketidaksuburan laki-laki
Pixabay/calibra

Alih-alih mengkhawatirkan ukuran penis yang kecil atau normal, ada salah satu hal yang dianggap menentukan soal kesuburan laki-laki. Rupanya jarak anogenital (AGD) lebih penting dalam menentukan kesuburan laki-laki.

AGD adalah jarak ukur dari lubang anus hingga ke tempat buah zakar menempel di tubuh. Rata-rata jarak ini adalah 5 centimeter. Jika jarak yang kurang dari 5 centimeter, hal ini mungkin dapat mengurangi kesuburan. Sementara itu, jarak yang melebihi standar dapat berarti peningkatan kesuburan.

Namun, sama halnya dengan ukuran penis yang beragam, jarak AGD antar pria pun bisa berbeda karena dipengaruhi oleh bentuk tubuh dan sejumlah faktor lainnya, sehingga hal tersebut baru bisa menjadi penanda apakah subur atau tidak.

Itulah tadi mitos dan fakta penis memengaruhi kesuburan laki-laki. Semoga informasi ini berguna bagi Mama dan Papa yang membutuhkan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.