Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Sebelum bulan puasa cek kesehatan untuk tubuh siap hamil.jpg
Freepik.com/azerbaijan_stockers

Intinya sih...

  • Tes gula darah penting untuk mengontrol risiko diabetes mellitus.

  • Pemeriksaan kolesterol membantu menjaga sirkulasi darah dan keseimbangan hormon untuk mendukung kesiapan tubuh untuk hamil.

  • Pemeriksaan kadar elektrolit, tekanan darah, dan hormon diperlukan untuk memastikan tubuh siap menjalani puasa dan program kehamilan dengan optimal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama bulan suci Ramadan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk kewajiban. Menjelang bulan puasa nantinya, Mama yang sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk mempersiapkan diri dengan melakukan tes kesehatan ya.

Langkah ini penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak sehingga pola makan, aktivitas, dan kebutuhan nutrisi selama puasa dapat disesuaikan dengan tepat. 

Dengan begitu calon Mama dapat memastikan apakah kondisi fisik tetap prima di bulan puasa dan sekaligus mendukung kesiapan tubuh untuk hamil.

Selain itu dengan tes kesehatan ini, calon Mama dapat mengetahui potensi masalah kesehatan, mencegah risiko komplikasi atau dehidrasi yang dapat mempengaruhi kesiapan hamil.

Berikut adalah informasi seputar cek kesehatan sebelum puasa untuk tubuh siap hamil yang sudah dirangkum oleh  Popmama.com.

1. Tes gula darah

Freepik.com/wirestock

Sebelum memasuki bulan puasa dan mengecek kesiapan Mama untuk hamil, disarankan unutk melakukan tes gula darah. Tujuannya untuk membantu mengetahui apakah Mama memiliki risiko atau mengalami diabetes mellitus.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada Mama dapat berdampak pada kondisi janin nantinya. Oleh karena itu, pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan sejak sebelum merencanakan kehamilan dan sebelum menjalani puasa ya.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kadar gula darah tetap berada pada batas normal, sehingga risiko terjadinya gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) maupun terlalu tinggi (hiperglikemia) selama menjalani puasa dapat diatasi dengan tepat.

2. Tes kolesterol

Freepik.com/rawpixel

Dilansir dari Mayo Clinic dan American Heart Association, menjaga kadar kolesterol tetap normal penting untuk mendukung sirkulasi darah yang sehat serta keseimbangan hormon, yang berperan dalam kesiapan tubuh untuk hamil.

Kadar kolesterol yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi.

Dengan begitu, melakukan pemeriksaan kolesterol sebelum menjalani puasa dan merencanakan kehamilan dapat membantu Mama untuk mengatur pola makan yang baik.

3. Tes kadar elektrolit

Freepik.com

Selama puasa nanti, tubuh akan kehilangan banyak cairan terutama di cuaca yang panas. Kehilangan cairan elektrolit dapat berpengaruh pada sistem saraf dan fungsi otot.

Pemeriksaan elektrolit dilakukan untuk mengevaluasi kadar mineral penting seperti natrium, kalium, dan kalsium agar berada dalam batas normal. Selain itu dengan mengetahui kadar elektrolit dalam tubuh, Mama bisa mengatur untuk mencukupi kebutuhan cairan ini selama puasa nantinya.

Dilansir dari Mayo Clinic, keseimbangan elektrolit yang terjaga berperan penting dalam mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan, oleh karena itu tes ini dapat membantu memastikan tubuh tetap berfungsi optimal selama puasa, terutama bagi mereka yang sedang mempersiapkan kehamilan.

4. Tes tekanan darah

Freepik.com

Pemeriksaan tekanan darah membantu memastikan bahwa tekanan darah berada dalam rentang normal sehingga puasa dapat dijalani dengan lebih aman dan nyaman.

Selain itu, melansir dari Gynaecology Clinic, pemeriksaan darah secara menyeluruh dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan Mama secara umum serta mengidentifikasi potensi risiko sebelum kehamilan.  

5. Tes hormon

Freepik.com/ stefamerpik

Pemeriksaan hormon menjadi salah satu langkah penting bagi Mama yang sedang mempersiapkan kehamilan, terutama menjelan puasa.

Hormon memiliki peran besar dalam proses ovulasi, siklus menstruasi, serta kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

Perubahan pola makan, waktu istirahat, dan asupan nutrisi selama puasa dapat memengaruhi keseimbangan hormon, sehingga penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak awal.

Melansir dari Fertility Center of Miami, tes yang disarankan sebagai berikut:

  • AMH (Anti-Mullerian Hormone): Tes ini untuk melihat cadangan sel telur.

  • FSH (Follicle Stimulating Hormone): Tes ini dilakukan mengecek  hormon  yang berperan dalam pengaturan siklus menstruasi dan pematangan sel telur.

  • TSH (hyroid-Stimulating Hormone): Untuk menilai fungsi tiroid dan metabolisme tubuh.

  • Pengecekan prolaktin: Untuk mengetahui kadar prolaktin dalam tubuh, dikarenakan jika kadarnya terlalu tinggi dapat mengganggu ovulasi.

Dengan melakukan pemeriksaan hormon sebelum puasa, dokter dapat mengidentifikasi adanya ketidakseimbangan hormon yang perlu ditangani lebih awal, sehingga tubuh lebih siap menjalani puasa sekaligus mendukung program kehamilan yang optimal.

Itulah yang dapat Mama lakukan sebelum puasa, dengan mengecek kesiapan tubuh untuk mejalani program hamil sekaligus puasa di bulan Ramadan ini. Selamat menjalankan puasa Ma!

Editorial Team