Kanker leher rahim masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia. Kurangnya deteksi dini berkontribusi besar terhadap tingginya angka kematian akibat kanker serviks.
Sebagian besar kasus terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut sehingga meningkatkan risiko komplikasi dan kematian, padahal pencegahannya bisa dilakukan melalui skrining DNA HPV.
Tes berbasis DNA HPV dapat mendeteksi kanker serviks dengan lebih efisien sehingga prakanker dapat dicegah atau dideteksi pada stadium awal dan disembuhkan.
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) berkomitmen untuk eliminasi kanker leher rahim tersebut di tahun 2026 dengan menargetkan 1,5 juta perempuan Indonesia untuk melakukan skrining DNA HPV.
Berikut Popmama.com merangkum informasi mengenai skrining DNA HPV sebagai langkah awal deteksi kanker leher rahim dari acara Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim di Kementerian Kesehatan RI, yang diangkat dari studi implementasi proyek percontohan skrining DNA HPV.
