Keputusan untuk menjalani egg freezing tidak seharusnya dilakukan tanpa mendapatkan edukasi dan informasi medis yang memadai. Para ahli menilai edukasi bagi atlet perempuan menjadi hal penting, termasuk mengenai proses pengambilan sel telur yang melibatkan penggunaan obat-obatan hormon serta prosedur medis.
Atlet juga perlu memahami bahwa teknologi reproduksi berbantu seperti IVF bukanlah jaminan pasti untuk mendapatkan kehamilan.
Berdasarkan siaran pers Canadian Fertility and Andrology Society (CFAS) pada September 2025 yang membahas temuan terbaru dari Canadian Assisted Reproductive Technologies Register, tingkat kelahiran hidup bagi mereka yang menjalani setidaknya satu kali transfer embrio dalam satu tahun dapat berada di kisaran 38 hingga 50 persen.
CFAS menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan tersebut dapat berbeda berdasarkan usia. Peluang keberhasilan juga cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, data CFAS menunjukkan bahwa jumlah prosedur pembekuan sel telur secara elektif meningkat lebih dari dua kali lipat antara 2019 dan 2024.
"Tidak ada jaminan bahwa ketika seseorang mencairkan atau mencairkan telur-telur itu, mengubahnya menjadi embrio, telur tersebut benar-benar akan berhasil dan menghasilkan kelahiran hidup yang sukses," kata Dr. Lamia Zafrani, seorang atlet ginekolog di London.
Selain pertimbangan medis, terdapat pula aspek etis yang perlu diperhatikan ketika sebuah organisasi menawarkan fasilitas egg freezing kepada atlet perempuan.
"Ini selalu menimbulkan pertanyaan apakah dengan menawarkan pembekuan sel telur dan pelestarian kesuburan, pesan dasarnya adalah kalian mengatakan kepada pemain bahwa sebaiknya 'jangan hamil saat bekerja untuk kami," kata Zafrani.
Oleh karena itu, dukungan terhadap atlet perempuan seharusnya tidak hanya berupa fasilitas untuk membekukan sel telur. Atlet yang sedang hamil maupun berada dalam masa setelah melahirkan juga perlu mendapatkan dukungan yang memadai.
Dukungan tersebut dapat mencakup lebih banyak pilihan penitipan anak, program latihan fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan mama, fasilitas untuk menyusui, serta lingkungan yang menerima kehadiran anak-anak ketika atlet menghadiri pertandingan, acara olahraga, maupun kamp pelatihan.
Demikian informasi mengenai Spanyol akan gratiskan program egg freezing bagi para atletnya. Bagaimana menurut pendapat Mama?