4 Kelompok Makanan yang Baik untuk Dikonsumsi setelah Keguguran

Sangat penting untuk memulihkan tubuh setelah mengalami keguguran, Ma

22 Oktober 2020

4 Kelompok Makanan Baik Dikonsumsi setelah Keguguran
Freepik/timolina

Mengalami keguguran merupakan salah satu hal yang menyedihkan. Karena menyakitkan, dalam banyak kasus, masalah ini tidak dibahas secara terbuka. Baik itu mengenai bagaimana cara mengatasi emosi atau merawat tubuh setelah mengalami keguguran. Padahal sangat penting untuk mendiskusikan mengenai pengalaman ini, terutama untuk mendapatkan dukungan emosional dan pemenuhan nutrisi untuk pemulihan pasca keguguran.

Keguguran dapat menyebabkan tubuh menjadi rapuh. Karena itu, sangat penting untuk mengetahui makanan apa yang harus dikonsumsi atau dihindari setelah keguguran. Selain untuk pemulihan, diharapkan kelak Mama tidak akan mengalami kejadian serupa.

Melakukan pola makan yang sehat tidak hanya berarti mengonsumsi makanan bergizi. Ini juga berarti menghindari makanan yang tidak baik untuk tubuh. Makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi setelah mengalami keguguran? Yuk, simak ulasan Popmama.com berikut ini, Ma.

1. Makanan kaya zat besi

1. Makanan kaya zat besi
freepik.com/jenylk

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, keguguran dapat menyebabkan pendarahan hebat. Sehingga menyebabkan penipisan jumlah zat besi dalam tubuh, ini dapat meningkatkan risiko anemia.

Lelah dan lemas juga biasa terjadi setelah keguguran. Karena itulah mengapa penting untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi setelah keguguran.

Jenis zat besi terbaik untuk dikonsumsi setelah keguguran adalah zat besi heme, yaitu zat besi yang berasal dari hemoglobin hewani. Ini adalah jenis zat besi yang mudah diserap oleh tubuh.

Daging tanpa lemak adalah sumber zat besi heme yang baik. Jadi konsumsilah daging merah dalam jumlah yang banyak setelah keguguran.

Selain mengonsumsi makanan kaya zat besi ini, cobalah mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C. Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi yang lebih baik oleh tubuh.

Editors' Picks

2. Makanan kaya kalsium

2. Makanan kaya kalsium
Freepik

Selama kehamilan, cadangan kalsium tubuh bisa turun drastis. Itulah mengapa penting untuk mengonsumsi makanan yang kaya kalsium. Beberapa sumber kalsium terbaik adalah:

  • Susu
  • Produk susu
  • Makanan laut seperti salmon dan sarden
  • Buah kering
  • Kedelai
  • Sayuran berdaun hijau tua

3. Makanan yang meningkatkan suasana hati

3. Makanan meningkatkan suasana hati
Pexels/Lisa Fotios

Berduka karena kehilangan bayi dapat menyebabkan stres atau bahkan depresi. Tidaklah mudah untuk berdamai dengan hilangnya impian dan harapan. Perasaan depresi berbeda-beda di antara perempuan.

Beberapa perempuan dapat pulih dengan mudah setelah keguguran sementara yang lain dapat berduka selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Konsumsi makanan yang menenangkan untuk membantu mengatasi depresi pasca keguguran. Salah satunya adalah makanan kaya magnesium, ini dapat membantu Mama untuk mengatasi depresi setelah mengalami keguguran. Misalnya kacang polong, kacang-kacangan, dan coklat.

Magnesium tidak hanya membantu mengatasi depresi tetapi juga membantu produksi energi tubuh, perbaikan sel, serta fungsi saraf dan otot.

4. Buah dan sayur

4. Buah sayur
freepik.com/freepik

Kamu juga perlu mengonsumsi banyak buah dan sayuran untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh setelah keguguran. Sayuran dan buah mengandung banyak vitamin yang baik untuk pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Itulah empat kelompok makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah keguguran. Keguguran berat bagi tubuh dan pikiran. Jadi, jangan ragu untuk berbagi kesedihan kamu dengan pasangan, keluarga, atau teman. Beri waktu untuk bersedih atau menangis. Selain itu, tidak ada salahnya untuk melakukan konseling.

Meski sedang bersedih, jangan lupa untuk merawat tubuh dengan makanan bernutrisi. Makanan sehat mungkin tidak menjadi prioritas saat sedih, namun tubuh membutuhkannya dan ini dapat membantu kamu mencegah keguguran di masa depan.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.