Mengalami Nyeri di Perut saat Ovulasi, Apakah Ini Normal?

Kenali beberapa gejala ovulasi, karena nyeri di perut juga bisa menjadi gejala kondisi medis

24 Februari 2021

Mengalami Nyeri Perut saat Ovulasi, Apakah Ini Normal
Freepik

Kehamilan adalah hal yang dinantikan oleh sebagian besar keluarga. Bagi mereka yang sedang dalam program hamil, penting untuk mengetahui masa ovulasi. Masa ovulasi pada tiap perempuan bisa berbeda-beda tergantung dari siklus menstruasi.

Ovulasi biasanya disertai dengan beberapa tanda-tanda berikut ini:

  • Suhu basal tubuh meningkat,
  • keputihan,
  • lebih bergairah.

Bagaimana jika muncul rasa nyeri di perut saat ovulasi? Apakah ini normal atau jangan-jangan merupakan gejala kondisi medis tertentu?

Hampir setiap perempuan mengenali kram tumpul yang menyertai menstruasi. Ternyata, sekitar 20 persen perempuan juga mengalami nyeri saat ovulasi yang dikenal sebagai mittelschmerz (dari bahasa Jerman, yang berarti "nyeri tengah").

Di bawah ini Popmama.com akan mengulas semua yang perlu kamu ketahui tentang nyeri ovulasi, termasuk penyebabnya dan apakah kamu perlu khawatir.

Apa Penyebab Nyeri selama Ovulasi?

Apa Penyebab Nyeri selama Ovulasi
Pexels/Andrea Piacquadio

Ovulasi terjadi di tengah siklus menstruasi, biasanya 14 hari sebelum menstruasi, kata Dr. Staci Pollack, Ob-Gyn untuk Divisi Endokrinologi Reproduksi & Infertilitas di Sistem Kesehatan Montefiore.

Indung telur menumbuhkan sekitar 20 telur dalam kantung berisi cairan (disebut folikel) selama paruh pertama siklus. Satu sel telur dominan matang sepenuhnya dan dilepaskan dari ovarium selama ovulasi, kemudian mengalir ke tuba falopi selama 12-24 jam. Jika sperma membuahi sel telur di rentang waktu ini, seorang perempuan bisa hamil. Jika tidak, telur akan terserap ke dalam lapisan rahim dan lepas selama periode bulanannya.

Dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan nyeri ovulasi, tetapi faktor-faktor berikut dapat memicunya:

  • Sel telur meregangkan ovarium saat tumbuh, kemudian memecahkan folikel selama pelepasan.
  • Tuba falopi berkontraksi saat sel telur bergerak ke rahim.
  • Cairan dari folikel mengiritasi rongga perut.

Editors' Picks

Gejala Nyeri Ovulasi

Gejala Nyeri Ovulasi
Freepik

“Beberapa perempuan tidak mengalami nyeri ovulasi sama sekali,” kata Rashmi Kudesia, M.D., seorang spesialis Ob-Gyn dan endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Houston Methodist dan Houston IVF. Tetapi mereka mendeteksi sensasi yang tumpul, kram, atau tajam.

Karena satu sel telur dilepaskan selama ovulasi, hanya satu ovarium yang terpengaruh oleh peregangan dan pecahnya folikel. Artinya nyeri biasanya berpusat pada satu sisi perut atau panggul. Jangan khawatir jika nyeri ovulasi berpindah sisi di antara siklus.

Nyeri ovulasi bisa berkisar dari ringan hingga berat. Beberapa perempuan juga mengalami sedikit perdarahan atau keluarnya cairan.

Nyeri di perut bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk gas dan penyakit menular seksual. Itulah mengapa penting bagi mereka yang mencoba hamil untuk mengenali gejala ovulasi lainnya.

Menurut Dr. Kudesia, ini termasuk nyeri payudara dan peningkatan libido, serta lendir serviks yang jelas dan elastis yang menyerupai putih telur.

Apakah Nyeri Ovulasi Harus Diobati?

Apakah Nyeri Ovulasi Harus Diobati
Freepik/Towfiqu999

Nyeri ovulasi dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa hari, kata Dr. Kudesia. Beberapa perempuan merasakan nyeri ini selama setiap siklus, sementara yang lain hanya sesekali.

Nyeri ovulasi tidak bertahan lama, tetapi jika kamu membutuhkan bantuan cepat, coba gunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Untuk solusi jangka panjang, pertimbangkan pil KB hormonal estrogen-progesteron, yang menekan ovulasi. Diskusikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya, ya.

Apakah Nyeri Ovulasi Harus Dikhawatirkan?

Apakah Nyeri Ovulasi Harus Dikhawatirkan
Freepik/8photo

Nyeri ovulasi biasa terjadi pada banyak permepuan, tetapi kram perut di tengah siklus juga bisa menandakan kista ovarium, kehamilan ektopik, endometriosis, penyakit radang panggul, radang usus buntu, atau infeksi. Jika rasa sakit terjadi sesaat sebelum menstruasi (bukan dua minggu sebelumnya), itu mungkin perdarahan implantasi.

Kunjungi dokter jika kamu juga mengalami nyeri hebat yang berlangsung selama berhari-hari, demam, perdarahan hebat yang bukan haid, kesulitan bernapas, nyeri buang air kecil, muntah, atau diare.

Seperti yang disebutkan di atas, penting juga untuk mengetahui gejala ovulasi lainnya. Sehingga, jika terjadi sesuatu, kamu dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Nyeri perut saat ovulasi adalah hal normal yang dialami perempuan, tapi waspada juga untuk nyeri yang mirip karena bisa jadi itu gejala kondisi medis lain.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.