Telat Haid Sampai 10 Hari, Normalkah atau Ini Tanda Kehamilan Kimiawi?

Apa itu kehamilan kimiawi dan apa hubungannya dengan telat haid?

26 Juni 2020

Telat Haid Sampai 10 Hari, Normalkah atau Ini Tanda Kehamilan Kimiawi
Freepik/yanalya

Jika kamu mengalami siklus haid yang telat satu atau dua hari maka ini dianggap normal, tetapi ada kasus seorang perempuan telat haid sampai 10 hari atau bahkan berminggu-minggu.

Periode yang tertunda tidak selalu menjadi alasan untuk khawatir, namun para ahli menyatakan bahwa pada beberapa orang yang mengalaminya, itu mungkin merupakan kasus kehamilan kimiawi.

Berikut ini Popmama.com akan memberikan penjelasan selengkapnya mengenai keterlambatan haid, pengertian kehamilan kimiawi, dan apakah itu bermasalah bagi kamu dan pasangan jika sedang berupaya untuk memiliki keturunan dalam waktu dekat.

1. Apa itu kehamilan kimiawi?

1. Apa itu kehamilan kimiawi
Freepik/mindandi

Kehamilan kimiawi adalah kondisi di mana seorang perempuan telat haid sampai 10 hari atau 2 minggu lebih dan setelah tes kehamilan pakai test pack hasilnya positif. Namun setelah cek USG (ultrasonography) di rumah sakit hasilnya tidak terdeteksi kantung kehamilan atau perkembangan plasenta.

Sel telur yang dibuahi atau kehamilan menghasilkan hormon yang disebut hCG yaitu Human Chorionic Gonadotropin.

Tingkat hormon ini dalam darah menentukan kesehatan sel telur. Setelah tingkat hormon ini dalam darah melewati tingkat tertentu, maka akan terdeteksi dalam urin.

Ini adalah saat hasil tes urin positif. Ini biasanya terjadi dalam satu-dua hari setelah terlambat menstruasi. Namun, dalam kasus kehamilan kimiawi, tingkat hCG dalam darah terus turun karena proses kehamilan telah berhenti.

Terkadang orang yang sudah menyakini dirinya hamil akan menganggap ia sedang mengalami keguguran.

Editors' Picks

2. Apa penjelasan ahli mengenai Kehamilan Kimiawi?

2. Apa penjelasan ahli mengenai Kehamilan Kimiawi
Freepik

Mengutip laman Indiatimes.com, Dr. Rakhi Gaitonde, seorang ginekolog, menyebutkan bahwa banyak perempuan mengabaikan periode haid yang tertunda lalu menganggapnya normal. Mereka menganggap haid telat karena stres atau mungkin juga penyakit.

Namun, tidak banyak yang menyadari adanya kehamilan kimiawi, yang juga disebut sebagai keguguran dini.

Kehamilan kimiawi terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak menempel pada dinding rahim.

“Ini berarti bahwa keguguran terjadi pada titik waktu antara periode yang terlewat dan tes biokimia (uji estimasi beta hCG). Tes kehamilan di rumah adalah satu-satunya bukti bahwa perempuan itu hamil seperti yang terjadi sebelum tes ultrasound bisa mengenalinya," ungkap Dr. Mohan Raut, MD PGO, spesialis infertilitas.

Dr. Raut juga menambahkan bahwa periode yang tertunda itu normal bahkan tidak mencurigai kehamilan, meski ia telah kehilangan menstruasi selama tiga minggu.

Tidak seperti keguguran, yang biasanya terjadi pada tahap akhir kehamilan, kehamilan kimia terjadi tepat setelah implantasi, maka banyak perempuan tidak menyadari kejadian tersebut.

3. Tanda-tanda kehamilan kimiawi

3. Tanda-tanda kehamilan kimiawi
Freepik/Jcomp

Sebagian besar kasus kehamilan kimiawi tidak menunjukkan gejala apa pun. Beberapa perempuan mengatakan kram di perut atau sedikit bercak beberapa hari sebelum menstruasi.

“Karena kehamilannya masih sangat dini, tidak ada gejala relatif seperti kelelahan atau mual. Selain itu, karena sel telur yang dibuahi tidak menanamkan dirinya ke dinding rahim, maka pertumbuhan kehamilan berhenti," demikian kata Dr. Rakhi Gaitonde.

Hanya tes darah yang dilakukan pada tahap awal (dalam satu atau dua hari dari periode yang terlambat) yang dapat mengungkapkan jumlah hCG.

4. Apa penyebab kehamilan kimiawi?

4. Apa penyebab kehamilan kimiawi
Freepik/yanalya

Ahli menyatakan penyebab kehamilan kimiawi adalah sama dengan keguguran lainnya, yaitu “Kromosom abnormal pada embrio yang sedang berkembang adalah salah satu alasan terpenting. Beberapa faktor seperti kualitas sperma atau sel telur yang buruk, pembelahan sel janin yang tidak normal, atau kelainan genetik pada salah satu orangtua. Pada kenyataannya, tiroid yang tidak diobati juga dapat menyebabkan kehamilan kimiawi," kata Dr. Rohit Ramchandran, MD PGO, spesialis infertilitas.

5. Apakah ada cara mengobati kehamilan kimiawi?

5. Apakah ada cara mengobati kehamilan kimiawi
Freepik

Betapapun disayangkannya, kehamilan kimiawi tidak dapat dicegah atau diobati.

"Hanya pasangan yang menjalani perawatan IVF yang memahami bahwa mereka telah mengalami kehamilan kimia, karena darah mereka sering diuji," kata Ramchandran.

Perempuan yang mengalami kehamilan kimiawi dianjurkan untuk menindaklanjuti dengan tes untuk memastikan kadar hCG mereka kembali normal. Namun, perempuan tidak perlu khawatir atau stres tentang hal itu, karena tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kehamilan kimiawi memengaruhi kehamilan berikutnya di masa depan.

Itulah penjelasan haid telat 10 hari karena terjadinya kehamilan kimiawi yang terkadang tidak disadari.

Semoga penjelasan tentang kehamilan kimiawi ini bisa dipahami ya. Jika Kamu sedang menjalani program kehamilan, jangan lupa untuk selalu mencukupi kebutuhan asam folat dan protein ya untuk membantu proses kehamilan yang lancar.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.