5 Penyebab Kesalahan Hasil Test Pack yang Bisa Kamu Alami

Ternyata penyebabnya bukan hanya dari kualitas alat tesnya

7 Oktober 2020

5 Penyebab Kesalahan Hasil Test Pack Bisa Kamu Alami
Freepik/Santipong6519

Bagi pasangan yang telah menikah dan sedang merencanakan kehamilan, alat tes kehamilan atau test pack mungkin menjadi benda yang familiar digunakan.

Perasaan harap-harap cemas menanti hasil test pack menjadi perasaan yang berulang kali dirasakan. Tapi tahukah kamu ternyata hasil test pack bisa salah. Ya, kamu bisa saja hamil meski hasil test pack negatif atau sebaliknya hasil test pack positif padahal sebenarnya kamu tidak sedang hamil. Lho kok bisa ya?

Padahal sebagian besar alat tes kehamilan yang beredar mengklaim tingkat akurasinya hingga 99 persen. Lantas, apa yang salah ya?

Berikut Popmama.com merangkum lima faktor penyebab kesalahan hasil test pack, dilansir dari medicalnewstoday.com:

1. Garis penguapan

1. Garis penguapan
Freepik/4045

Saat melakukan tes kehamilan di rumah menggunakan urine, penting untuk mengikuti instruksi cara penggunaannya dengan benar. Setiap merek memiliki instruksi yang spesifik dan berbeda-beda, jadi sangat penting untuk membacanya dengan cermat.

Sebagian besar alat tes membutuhkan waktu 4-5 menit setelah dicelupkan ke urine, dan tidak lebih dari 10-30 menit sesudahnya. Apabila alat tes kehamilan dibaca setelah waktu yang disarankan, maka hasil tes yang seharusnya negatif dapat berubah menjadi positif.

Sesungguhnya, bukanlah hasil tesnya yang benar-benar positif, melainkan garis penguapan yang ditinggalkan oleh air seni dalam waktu lama yang membuat hasilnya berubah.

Editors' Picks

2. Setelah mengalami keguguran atau aborsi

2. Setelah mengalami keguguran atau aborsi
Freepik/Jcomp

Melakukan tes kehamilan dengan air seni setelah mengalami keguguran atau aborsi dapat menyebabkan hasil positif yang palsu. Setelah keguguran atau aborsi, kadar hormon hCG dalam tubuh mulai turun, tetapi perlahan-lahan. Hormon hCG inilah yang dibaca oleh alat tes kehamilan sebagai tanda positif. 

Biasanya, hCG menurun dalam waktu sembilan hingga 35 hari. Waktu rata-ratanya adalah 19 hari. Melakukan tes kehamilan dalam periode itu dapat menghasilkan hasil positif yang palsu.

3. Kehamilan mola

3. Kehamilan mola
Freepik

Kehamilan mola atau mola hidatidosa adalah suatu kondisi yang menyebabkan tumbuhnya tumor dalam rahim. Kehamilan mola disebabkan oleh kelainan genetik saat pembuahan yang mengakibatkan kehamilan abnormal. 

Dalam kehamilan mola lengkap, hanya terdapat kromosom pasangan laki-laki, sementara kromoson calon mama tidak ada. Ini menyebabkan tidak adanya embrio atau jaringan plasenta. 

Sebaliknya, kehamilan mola parsial memiliki embrio dan plasenta. Namun, embrio memiliki 2 set kromosom laki-laki, dan satu set dari perempuan. Ini akan memberikan embrio 69 kromosom, padahal normalnya hanya 49 kromosom.

Alih-alih membentuk embrio dan plasenta yang normal, jaringan plasenta dalam kehamilan mola justru berkembang dengan cara menyerupai sekelompok anggur. Perkembangan tersebut merupakan hasil dari massa kantung kecil berisi cairan, yang harus dihilangkan dengan tindakan kuret.

Setelah tindakan tersebut, kadar hormon hCG kamu akan terus dipantau untuk memastikan mereka kembali normal.

4. Obat-obatan

4. Obat-obatan
Freepik/yanalya

Beberapa jenis obat-obatan dapat mengakibatkan hasil positif palsu pada test pack. Terutama pada obat-obatan yang mengandung hCG sebagai bahan aktif. Biasanya bahan ini ditemukan pada pengobatan kesuburan.

Kamu yang sedang menjalani terapi kesuburan sebaiknya memeriksakan kemungkinan kehamilan pada dokter langsung, tidak menggunakan test pack karena hasilnya bisa tidak tepat.

5. Kondisi medis tertentu

5. Kondisi medis tertentu
Freepik

Beberapa kondisi medis tertentu yang dialami perempuan dapat meningkatkan kadar hormon hCG meskipun sebetulnya sedang tidak hamil, antara lain:

  • Gangguan yang memengaruhi kelenjar pituitari dan kadar hormon, khususnya perempuan pada masa perimenopause atau menopause.
  • Penyakit trofoblas gestasional, yang menyebabkan tumor pada sel yang membentuk plasenta.
  • Kanker ovarium, kandung kemih, ginjal, hati, paru-paru, usus besar, payudara, dan perut.
  • Phantom hCG, di mana antibodi mengganggu hasil alat tes.
  • Kista ovarium.
  • Penyakit ginjal atau infeksi saluran kemih.

Phantom hCG terjadi ketika antibodi tertentu berikatan dengan molekul dalam alat tes kehamilan yang digunakan untuk mendeteksi hCG. Interaksi ini menyebabkan alat tes menunjukkan sinyal bahwa hCG lebih tinggi dari yang sebenarnya dan disalahartikan sebagai positif kehamilan.

Itulah lima penyebab kesalahan hasil test pack yang bisa terjadi. Memang, untuk hasil pengujian kehamilan yang paling akurat, kamu sebaiknya memeriksakannya ke dokter kandungan. Dengan begitu, kamu bisa memastikan stastus kehamilan kamu yang sesungguhnya.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.