Jangan Buru-Buru Percaya! Ini 5 Mitos dan Fakta Seputar Kesuburan

Jangan mudah percaya kalau tidak dari ahlinya

7 Juli 2020

Jangan Buru-Buru Percaya Ini 5 Mitos Fakta Seputar Kesuburan
freepik.com/maksymiv_yura

Hingga kini, masalah kesuburan adalah masalah yang masih terus dipelajari oleh para ahli. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kesuburan seseorang, mulai dari gaya hidup hingga genetika. Karena studinya masih terus berkembang, untuk menentukan penyebab pasti kemandulan atau subur-tidaknya seseorang pun perlu banyak penelitian. 

Ada banyak kesalahpahaman di luar sana tentang kesuburan dan pembuahan.

Berikut ini Popmama.com mengupas lima mitos dan fakta seputar kesuburan yang harus kamu ketahui, dilansir dari Today's Parents:

1. Banyak orang yang masih bisa hamil di atas usia 30, bahkan 40 tahun, jadi masih banyak waktu

1. Banyak orang masih bisa hamil atas usia 30, bahkan 40 tahun, jadi masih banyak waktu
Freepik

Jawaban: Mitos

Penjelasan: Faktanya, kesuburan mulai menurun dengan cepat di usia 27 atau 28 tahun. Menjelang usia 35 tahun, semakin kecil pula peluang seseorang untuk hamil. Peluangnya hanya lima persen per siklus. 

Peluang kehamilan semakin kecil karena berbagai faktor, termasuk konsumsi alkohol, kafein, dan nikotin, serta gangguan organ reproduksi seperti endometriosis dan sindrom ovarium polikistik. Jadi, apabila Kamu ingin melihat bagaimana kondisi kesuburan kamu, konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan jawaban yang akurat.

Editors' Picks

2. Siklus haid lancar, jadi tak akan ada masalah

2. Siklus haid lancar, jadi tak akan ada masalah
freepik.com/freepik

Jawaban: Mitos

Penjelasan: Siklus haid normal berlangsung selama 28 hari. Jika terlambat 1-2 hari, masihlah normal. Tetapi jika berbeda-beda setiap bulannya, keadaan menstruasi dapat menunjukkan apa yang sedang terjadi dengan kesehatan kamu. 

Apabila perubahan siklus ini tergolong ringan, mungkin Kamu hanya kekurangan estrogen. Tetapi jika sangat berat, bisa jadi tidak cukup progesteron untuk menyeimbang estrogen. Selain itu, menstruasi yang menyakitkan mungkin merupakan tanda endometriosis yang menyebabkan pembuahan terjadi lebih sulit.
 

3. Kurang vitamin D berdampak pada kesuburan

3. Kurang vitamin D berdampak kesuburan
Freepik/xb100

Jawaban: Fakta

Penjelasan: Kekurangan vitamin tertentu dapat mengurangi peluang terjadinya pembuahan. Idealnya, orang dewasa memerlukan 600 IU vitamin D per hari. Tetapi jumlah ini bervariasi, tergantung kondisi kesehatan kamu. Konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan dosis vitamin D yang tepat.

4. Orgasme berarti sperma berhasil mencapai sel telur

4. Orgasme berarti sperma berhasil mencapai sel telur
Freepik

Jawaban: Mitos

Penjelasan: Tentu saja, orgasme terasa sangat memuaskan. Tetapi tampaknya tidak memengaruhi peluang terjadinya pembuahan. Teori bahwa orgasme membantu menarik sperma ke dalam rahim yang bekrontraksi, telah dibantah oleh berbagai penelitian. 

Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara orgasme dan pembuahan. Yang benar adalah sperma bisa hidup dalam saluran reproduksi selama berhari-hari, baik itu jika Mama mengalami orgasme ataupun tidak.

5. Harus berhubungan seks setiap hari jika ingin cepat hamil

5. Harus berhubungan seks setiap hari jika ingin cepat hamil
Freepik/cookie_studio

Jawaban: Mitos

Penjelasan: Hubungan seks yang dipaksakan setiap hari, justru bisa menimbulkan rasa tertekan bagi kedua belah pihak. Bukannya menikmati, justru jadi siksaan. 

Ovulasi terjadi kira-kira 14 hari sebelum periode menstruasi berikutnya. Jadi, manfaatkan masa subur ini dengan berhubungan seks setiap dua atau tiga hari sekali dimulai pada 18 hari sebelum menstruasi berikutnya.

Itulah mitos dan fakta seputar kesuburan. Usahakan sebaik-baiknya dan jangan menelan mentah-mentah semua informasi yang Kamu dengar. Konsultasikan kegundahan kamu dan pertanyaan yang ada di kepala seputar pembuahan dan kesuburan kepada dokter kandungan agar mendapat jawaban yang akurat. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.