Cek sebelum Pakai, Amankah Penggunaan Petroleum Jelly untuk Ibu Hamil?

Penjelasan mengenai pro-kontra penggunaan petroleum jelly dalam masa kehamilan

3 November 2020

Cek sebelum Pakai, Amankah Penggunaan Petroleum Jelly Ibu Hamil
pexels/KarolinaGrabowska

Selama masa kehamilan, mama sangat mungkin mengalami kondisi kulit kering dan iritasi serta bibir pecah-pecah. Bayang-bayang stretch mark juga kian menghantui seiring bertambahnya usia kandungan. Menjaga kelembapan kulit saat hamil menjadi sangat krusial sekaligus tidak mudah karena adanya berbagai perubahan dalam tubuh.

Saat hamil, Mama sebaiknya tidak sembarangan memilih produk perawatan kulit. Sebab bukan hanya memberikan dampak pada kulit mama, namun bisa jadi memberikan pengaruh pada janin.

Salah satu solusi all-in-one untuk menjaga kelembapan kulit mama selama masa kehamilan adalah petroleum jelly. Tapi, mama mungkin bertanya-tanya apakah petroleum jelly aman untuk digunakan saat hamil atau tidak.

Kali ini Popmama.com akan membahas mengenai pro-kontra penggunaan petroleum jelly untuk ibu hamil. Simak informasinya berikut ini!

Asal-Usul dan Kandungan Petroleum Jelly

Asal-Usul Kandungan Petroleum Jelly
pexels/Pixabay

Untuk mengetahui apakah suatu produk aman atau tidak, kita kenali dulu yuk asal usulnya!

Petrolatum adalah campuran minyak mineral alami dan lilin yang dibentuk menjadi zat seperti gel semi-padat. Produk ini pertama kali ditemukan pada tahun 1859 ketika minyak kental didapati menyumbat mesin di lokasi pengeboran minyak. Minyak tersebut kemudian diubah menjadi petroleum jelly, kemudian dikemas dan dijual setelah pekerja minyak menemukan bahwa residu lengket putih itu manjur untuk membantu proses penyembuhan luka bakar dan luka pada kulit mereka.

Menurut Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), petroleum jelly adalah campuran murni dari hidrokarbon semi padat dan jenuh, terutama yang bersifat parafinik, yang diperoleh dari minyak bumi. Produk ini mengandung antioksidan yang aman untuk digunakan bahkan pada makanan.

Lebih rinci lagi, petroleum jelly terbuat dari campuran mineral oil, paraffin, serta lilin micro crystalline. Bahan-bahan alami tersebut kemudian diproses hingga menjadi bentuk gel dengan tekstur lembut sehingga mudah dioleskan dan meresap pada kulit.

Editors' Picks

Petroleum Jelly Murni dan Olahan

Petroleum Jelly Murni Olahan
freepik/freepik

Pro-kontra mengenai keamanan petroleum jelly dapat terjadi karena minimnya pemahaman akan perbedaan petroleum jelly murni dan olahan.

Petroleum jelly olahan yang sesuai dengan standar United States Pharmacopeia (USP) sudah melewati uji konsistensi dan kemurnian. Produk ini tidak sama dengan petrolatum murni yang kerap dikatakan bersifat karsinogenik atau berpotensi menumbuhkan sel kanker karena mengandung zat hidrokarbon berbahaya.

Namun dermatologis Andrew Weil, MD, menegaskan bahwa hampir seluruh produk petroleum jelly yang beredar secara legal di masyarakat saat ini terbuat dari petroleum jelly alami yang diolah sesuai standar kesehatan sehingga sangat aman dan tidak terhubung dengan kasus kanker apapun.

Dermatologis Lily Talakoub,MD, FAAD juga menyatakan bahwa petroleum jelly adalah salah satu produk yang paling aman untuk beragam tipe kulit dan memiliki potensi pemicu alergi atau iritasi yang sangat rendah. Petroleum jelly menjaga kelembapan kulit dan memang dapat memulihkan luka, bahkan pada ibu hamil sekalipun.

Penggunaan Petroleum Jelly

Penggunaan Petroleum Jelly
pexels/cottonbro

Pada dasarnya, petroleum jelly diformulasikan sebagai krim salep yang efektif memberikan bahan aktif untuk menangani berbagai kondisi kulit. Produk ini dapat dioleskan secara langsung pada kulit, atau bersamaan dengan produk hidrasi lainnya seperti pelembap dan losion.

Tidak ada batasan jumlah penggunaannya, namun dianjurkan untuk menggunakannya sesuai kebutuhan sehari-hari, kecuali jika menemui situasi tertentu seperti kondisi kulit yang sangat berminyak dan berjerawat karena khawatir dapat menyumbat pori-pori dan memperburuk kondisi kulit.

Perlu diperhatikan untuk tidak menggunakan petroleum jelly sebagai pengobatan pertama untuk luka terbuka. Akan lebih baik untuk menggunakan salep lainnya dengan bahan antibiotik aktif sebelum menggunakan petroleum jelly untuk menyembuhkan bekas luka secara total.

Lantas, Apakah Petroleum Jelly Aman untuk Ibu Hamil?

Lantas, Apakah Petroleum Jelly Aman Ibu Hamil
pexels/Burst

Sebagai penutup, ahli kosmetik sekaligus mantan Direktur Scientific Affairs perusahaan Johnson & Johnson, Warren Wallo, menjelaskan bahwa dibutuhkan kelembapan bagi kulit untuk dapat memperbaiki diri dari kerusakan, dan petroleum jelly adalah produk yang aman untuk digunakan sebagai kosmetik penunjang kelembapan kulit, bahkan bagi ibu hamil sekalipun, asalkan digunakan sesuai anjuran.

Tapi apabila Mama tetap ragu, tidak ada paksaan bagi Mama untuk menggunakan petroleum jelly. Silakan gunakan produk pelembap lainnya yang terasa lebih nyaman dan aman untuk Mama gunakan selama masa kehamilan.

Mama juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter bila mengalami keluhan pada kulit yang lebih serius. Semoga informasi mengenai keamanan penggunaan petroleum jelly untuk ibu hamil tersebut bermanfaat ya, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.