Ini Kekhawatiran Papa Ketika Berhubungan Intim Selama Mama Hamil

Kenapa Papa ragu berhubungan intim selama Mama hamil?

17 Mei 2019

Ini Kekhawatiran Papa Ketika Berhubungan Intim Selama Mama Hamil
sheknows.com

Menginjak trimester kedua, Mama yang sedang hamil merasa lebih nyaman dengan kehamilannya. Bahkan, pada beberapa orang gairah berhubungan intim justru sedang tinggi-tingginya. Namun, ketika Mama menyampaikan hal ini pada Papa, justru Papa terlihat ragu dan enggan berhubungan intim.

Jangan marah dulu, Ma. Bisa saja keraguan dan keengganan itu sebagai bentuk perhatian Papa pada Mama. Papa mungkin khawatir aktivitas seks bisa membahayakan Mama juga si Kecil dalam kandungan.

Padahal, seks saat hamil aman dilakukan. Beberapa penelitian menunjukkan seks menjelang waktu persalinan sangat membantu Mama dalam menjalani proses melahirkan.

Seks juga diyakini membantu Mama mengurangi keluhan nyeri pada beberapa bagian tubuh selama hamil.

Berikut ini Popmama.com akan menyebutkan 4 hal yang menjadi alasan mengapa suami merasa khawatir berhubungan intim selama istri sedang hamil. Simak yuk, Ma!

1. Seks ketika hamil bisa menyebabkan keguguran

1. Seks ketika hamil bisa menyebabkan keguguran
Freepik.com/Dragana_Gordic

Katakan pada Papa, ini cuma mitos! Faktanya, berhubungan intim selama trimester pertama pun aman-aman saja dilakukan. Padahal, trimester pertama kehamilan punya risiko keguguran cukup tinggi.

Jelas bahwa berhubungan seks saat hamil bukan menjadi penyebab keguguran. Keguguran bisa terjadi karena banyak faktor, tetapi  bukan karena berhubungan seks.

Meskipun demikian, Mama dengan riwayat kehamilan tertentu patut waspada sebelum berhubungan intim. Kalau Mama dan Papa tidak yakin, ada baiknya berkonsultasi ke dokter lebih dulu.

2. Penetrasi terlalu dalam membuat posisi janin terancam

2. Penetrasi terlalu dalam membuat posisi janin terancam
Freepik/Yanalya

Faktanya, penis manusia tidak sepanjang itu, Ma. Ada jarak cukup jauh antara lubang vagina dan posisi plasenta, sehingga tidak bisa dijangkau oleh penis. Lagipula, hormon kehamilan membuat tubuh Mama membangun “barikade” demi melindungi janin. Mulai dari kantong ketuban hingga lendir tebal yang menyegel leher rahim.

Dalam kantong ketuban pun janin berada dalam posisi menggantung, sehingga janin tampak nyaman selama 9 bulan berada dalam rahim Mama. Itulah mengapa sekalipun Mama berhubungan intim pada trimester ketiga, seks tetap aman dilakukan karena tubuh Mama punya perlindungan maksimal pada janin.

Editors' Picks

3. Mama tidak bergairah sama sekali

3. Mama tidak bergairah sama sekali
rd.com

Boleh jadi anggapan ini muncul dalam benak Papa saat melihat Mama cepat lelah, mood buruk, dan sering mual muntah saat trimester pertama. Makanya, Papa sering mengurungkan niat untuk mengajak Mama bermesraan.

Namun, gairah seksual ibu hamil memang fluktuatif dan berbeda-beda setiap saat. Pada trimester kedua, Mama biasanya sudah merasa nyaman dengan kehamilan. Gejala mual muntah sudah hilang dan tubuh mampu merespons rasa lelah dengan cukup baik.

Maka, gairah seksual Mama pun kembali meningkat pada periode ini. Kalau sekarang Mama merasa ini waktu tepat untuk berhubungan seks, ungkapkan saja keinginan itu pada Papa.

Meski pada beberapa ibu hamil merasakan penurunan gairah seks kembali saat trimester ketiga, hal ini tidak bisa dipukul rata. Ada juga ibu hamil yang justru menjadikan seks sebagai induksi alami mendekati hari persalinan. Jadi, katakan pada Papa untuk jangan khawatir ya!

4. Orgasme bisa memicu persalinan prematur

4. Orgasme bisa memicu persalinan prematur
menshealth.com

Benar bahwa orgasme bisa membuat rahim Mama berkontraksi. Hal ini disebabkan oleh pelepasan hormon oksitosin yang terjadi saat Mama mencapai orgasme. Itulah mengapa perut Mama kadang terasa kram usai mencapai klimaks. Rasa nyeri ini bisa berlangsung sekitar 1-2 jam.

Namun, itu bukanlah tanda Mama akan mengalami persalinan dalam waktu dekat. Lain jika keluhan tersebut terasa intens ketika usia kehamilan Mama sudah 37-38 minggu. Cermati lagi durasi dan frekuensi kontraksi. Segera hubungi dokter jika durasinya semakin pendek dan frekuensi kontraksi semakin sering.

Itulah 4 alasan yang membuat Papa khawatir berhubungan intim selama Mama hamil. Sekarang Mama bisa menjelaskan pada Papa bahwa kekhawatirannya itu tidak beralasan kuat. Selama dokter memastikan kandungan Mama baik-baik saja, maka berhubungan seks saat hamil jelas aman dilakukan. Jadi, siap menciptakan suasana hangat bersama Papa malam ini?

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;