TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kenali Meningokel, Kelainan Tabung Saraf Janin Sejak Dalam Kandungan

Efeknya bisa berbahaya bagi kesehatan janin

25 September 2019

Kenali Meningokel, Kelainan Tabung Saraf Janin Sejak Dalam Kandungan
Freepik/lesterman

Berbagai masalah kesehatan pada ibu hamil perlu dilakukan pemeriksaan dan konsultasi menyeluruh dengan dokter kandungan, bahkan jika bisa dilakukan secara rutin. Jika tidak, masalah yang ada bisa memengaruhi janin.

Termasuk di antaranya risiko meningokel alias masalah kelainan tabung saraf (spina bifida) pada janin. Meningokel secara garis besar merupakan kondisi di mana selaput yang menutupi saraf dan tulang belakang menonjol.

Seringkali kondisi ini tidak terlalu terlihat gejalanya, meskipun bisa terdeteksi melalui USG pada kehamilan trimester kedua.

Dirangkum Popmama.com dari berbagai sumber, berikut informasi lengkap tentang kelainan tabung saraf meningokel:

1. Apa itu spina bifida?

1. Apa itu spina bifida
Freepik

Spina bifida adalah cacat lahir yang memengaruhi tulang belakang. Spina bifida berkembang dari celah atau bukaan di bagian belakang tulang belakang. Demikian dikutip dari Mayo Clinic.

Dalam kasus yang lebih parah, spina bifida juga bisa melibatkan sumsum tulang belakang. Spina bifida merupakan salah satu masalah yang paling umum dari kelompok penyakit cacat lahir yang dikenal sebagai cacat tabung saraf, yang memengaruhi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).

Spina bifida mulai terjadi di dalam rahim, tepatnya ketika jaringan yang terlipat membentuk tabung saraf tidak menutup sepenuhnya. Ini menyebabkan lubang di tulang belakang, yang mengelilingi dan melindungi sumsum tulang belakang.

Bahkan spina bifida bisa terjadi pada beberapa minggu (21-28 hari) setelah pembuahan, yang bahkan perempuan belum mengetahui bahwa dirinya sedang hamil. Yang perlu Mama ketahui, ada tiga jenis spina bifida. Salah satunya yang akan dibahas yakni meningokel.

Editors' Picks

2. Apa itu meningokel?

2. Apa itu meningokel
Freepik/Blanscape

Meningocele atau meningokel adalah salah satu jenis spina bifida, yakni tepatnya ketika membran yang mengelilingi sumsum tulang belakang (meninges) membesar dan terlihat seperti ada benjolan. Tonjolan yang muncul ini mendorong keluar melalui lubang di vertebra, membentuk kantung berisi cairan yang tidak termasuk bagian dari sumsum tulang belakang.

Walaupun kemungkinan kerusakan saraf lebih kecil, tetapi komplikasi selanjutnya mungkin saja terjadi.

Deteksi dini meningokel bisa dilakukan pada kehamilan usia 15-20 minggu atau pada trimester kedua. Dokter bisa menemukan adanya meningokel melalui USG, guna mendeteksi adanya kelainan pembentukan tabung saraf.

Jika ada tanda-tanda kemungkinan terjadinya meningokel atau masalah pada saraf maupun tulang belakang, dokter mungkin akan meminta Mama untuk melakukan pemeriksaan genetik dengan mengambil sampel cairan ketuban.

3. Ciri-ciri dan gejala meningokel

3. Ciri-ciri gejala meningokel
Freepik/Pressfoto

Seperti disebutkan sebelumnya, meningokel bisa mulai berkembang sejak dalam kandungan. Selain kelainan bentuk medula spinalis yang jelas, gejala meningokel juga bisa disebabkan oleh komplikasi spina bifida.

Sebagian besar spina bifida juga sulit ditemukan karena seringkali tanpa gejala. Namun bisa dikatakan ciri-ciri dan gejala khas meningokel yakni ketika membran di sekitar sumsum tulang belakang mendorong keluar melalui lubang di tulang belakang dan membentuk kantung berisi cairan. Kantung ini tidak termasuk sumsum tulang belakang.

Ini berarti salah satu ciri-ciri khas meningokel adalah ditemukan adanya jaringan berbentuk kantung yang berisi cairan di bagian punggung janin.

4. Penyebab meningokel pada kehamilan

4. Penyebab meningokel kehamilan
Freepik/Vgstockstudio

Ada beberapa faktor penyebab yang diyakini bisa memicu terjadinya spina bifida meningokel. Baik faktor genetik (keturunan) maupun faktor lingkungan, seperti nutrisi dan paparan zat berbahaya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kasus spina bifida menunjukkan adanya masalah pada asam folat pada sebelum dan selama awal kehamilan.

Orang dengan spina bifida pun diduga kuat memiliki metabolisme asam folat yang abnormal. Ini menunjukkan bahwa masalah mendasar pada spina bifida mungkin adalah cacat bawaan pada metabolisme asam folat.

5. Cara mencegah meningokel

5. Cara mencegah meningokel
Freepik/Yanalya

Sampai saat ini belum ada cara yang dikatakan efektif untuk mencegah meningokel, namun beberapa cara disebut-sebut bisa membantu menurunkan risikonya. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi asam folat yang cukup selama kehamilan.

Sumber asam folat alami yang bisa dikonsumsi ibu hamil di antaranya biji-bijian, sereal gandum, kacang, sayuran berdaun hijau, kuning telur, serta buah-buahan seperti jeruk.

Jika memang perlu, dokter biasanya juga akan memberikan suplemen asam folat untuk Mama minum selama kehamilan. Patuhi anjuran dokter untuk meminumnya secara teratur ya, Ma. Demikian dikutip dari Healthline.

Beberapa jenis obat tertentu yang Mama konsumsi juga mungkin menempatkan si Kecil pada spina bifida. Oleh sebab itu, hindari minum obat sembarangan saat hamil dan selalu tanyakan kepada dokter tentang resep-resep obat yang dikonsumsi terutama saat program hamil.

Selain itu, diabetes dan obesitas juga diyakini dapat meningkatkan risiko ibu janin mengalami meningokel. Dengan demikian, penting bagi Mama untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan mengontrol kadar gula darah sebelum serta selama kehamilan.

Demikian informasi penting tentang spina bifida meningokel selama kehamilan yang penting Mama ketahui. Jika ragu, segera lakukan konsultasi dengan dokter kandungan, ya.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk